
lalapan bayam,daun kemangi,tahu goreng,tempe goreng,ikan nila goreng,sambal terasi,kerupuk,nasi liwet/nasi masak pake bumbu sereh,daun salam dan bawang goreng,kasih garam dan penyedap sasa, ditambah dengan lalap petai.
Setelah semua terhidang dimeja makan, anggun langsung melahapnya tanpa mengajak siapapun termasuk orang yang sudah bersusah payah memasaknya, bahkan saat Ayah Herman datang dengan ibu, anggun juga tidak menghiraukannya sampai semua orang bertanya tanya ada apa dengan wanita satu itu.
Tapi ibu Sinta seperti memikirkan sesuatu membuat dia menghampiri Anggun lalu bertanya.
''Nak...kamu sedang mengidam?''
Semua orang langsung kaget dan mendekati anggun yang tiba-tiba tersendat, ayah Rangga langsung mengusap usap punggung putri bungsunya sedangkan Berlian memberi air minum, Anggun masih berusaha meredakan sakit ditenggorokannya akibat tersendat tadi.
David yang melihat istrinya dikerumuni semua orang membuat dia panik dan berlari ke arah meja makan, Rangga yang melihat David berlari juga jadi ikut ikutan berlari sesampainya di meja makan mereka melihat anggung yang meneteskan air mata jadi berpikir yang tidak-tidak sehingga membuat David kesal.
''Apa yang kalian lakukan kepada istriku?''
Semua orang yang berada dimeja makan langsung melihat arah kedatangan Raka dan David yang memandang mereka dengan sangat kesal.
''Kami tidak apa apain dia ko''
jawab Berlian.
''Ga diapa apain gimana? jelas-jelas dia menangis?''
''Hei kau cecunguk kalau ga tau apa-apa mending kamu diam aja''
Ibu Sinta yang memang sudah mengadopsi David sama seperti Hans memarahi anak keduanya itu.
''Bu aku bertanya karna melihat menantu ibu menangis,,,,trus kenapa ibu jadi menyuruhku diam''
''Karna kau juga nanti pasti akan menangis''
__ADS_1
David jadi bingung dengar jawaban sang ibu, dia melihat sang istri yang juga menganggukkan kepalanya.
Ya tadi sebelum kedatangan David dan Raka anggun sudah tes dan hasilnya positif karna tes tersebut menunjukkan ada dua garis dan sangat jelas.
''Memang kenapa yang ? kamu sakit, kalau sakit ayo kita kita kerumah sakit kita periksa ya, kalau sakitnya parah aku akan lakukan apapun untuk kamu asal kamu sembuh, jadi jangan nangis nangis sayang''
''Beb..'aku ga sakit, aku sehat, justru sangat sehat, aku menangis karna ini''
Sambil menunjukkan alat tersebut.
David melihat alat itu bingung, karena dia tidak tau itu apa karna saat berlian sakit dia tidak tau apakah pake ini atau tidak jadi dia tidak paham membuat dia memandang semua orang meminta penjelasan.
''Beb..aku hami''
Mendengar hamil yang keluar dari mulut istrinya dia merasa aneh.
''Deg......''
''Ia beb....kita akan jadi seperti kalian Raka dan lian, jadi orang tua''
''Hiks..... hiks..... sayang... trimakasih.... trimakasih karna sudah memberikan aku kebahagiaan yang tak terhingga ini, ini benar-benar sungguh berita terbaik dari semua yang terbaik''
''Bruuk''
''Akhirnya aku jadi uncle juga, adikku sayang ingat jangan angkat-angkat yang berat, seperti dia''
menunjuk David yang tersungkur dilantai akibat ulah Raka, semua orang menganga melihat hal tersebut tapi sang pelaku tidak peduli karna dia senang sudah jadi uncle.
''Kau bisa tidak sih kalau mau ucapin selamat itu nanti, dan ga harus dorong aku juga kan?''
__ADS_1
''Oh...kau terdorong ya ampun sory bangat aku sengaja''
''Semua orang merasa dongkol mendengar jawaban Raka, membuat Berlian angkat bicara.
''Ded...mulai hari ini dan sampai tiga bulan kedepan Dedy tidak dapat jatah''
Mendengar titah sang Ratu Raka siraja itu langsung diam dan menunjukkan wajah sendunya juga pandangan penuh penderitaan, kesedihan dan tak berdayanya disertai sifat yang selalu membuat Berlian luluh yaitu sifat sok kebayi bayian, tapi kali ini berlian acuh dengan santai dia mengajak semua orang keluar dari dapur dan duduk diruang keluarga.
Sementara semua orang yang mendengar hukuman Raka menahan tawa supaya tidak pecah, karena melihat Raka seperti itu, anggung sang adik kesayangannya itu pun dengan cueknya meninggalkan sang kakak yang sedang prustasi karna ulahnya sendiri yang mendorong sang adik ipar didepan semua orang.
Raka datang berjalan menghampiri semua orang yang diruang keluarga dan duduk disamping sang istri tercinta dengan wajah penuh penderitaannya, dia duduk diam dan tak mengusik siapapun seperti biasanya, karena takut hukumannya bertambah.
''Jeki...apa kau sedih?''
Raka bertanya sambil menatap pedang sakti miliknya sambil bertanya, dan semua yang mendengar suara Raka mereka mengalihkan perhatian mereka dan mendapati Raka sedang menatap sang pedang sakti yang diberi nama Jeki itu.
Ayah herman,ayah Rangga dan David tertawa terbahak-bahak sampai membuat perut mereka sakit bahkan ayah Herman sampai terke..........ng dicelananya mendengar dan melihat perderitaan Sang menantu.
''Jeki..kau lihat mereka semua samasekali tidak punya prikejekian justru mereka sangat bahagia melihatmu seperti ini, tapi apa Simona peduli, tidak,lihatlah dia cuma menatap kita seperti itu''
Raka menatap sang istri yang justru menatapnya jengkel karna menamai sang penantang dengan nama mona, ingin rasanya berlian memasak sijeki menjadi terong balado karna melihat gaya bicara Raka yang semakin lama semakin tidak waras.
Semua orang terlihat sangat bahagia karna kabar kehamilan anggun, David langsung meminta sang istri untuk kerumah sakit untuk bertanya berapa bulan usia kehamilan sang istri, tapi Berlian meminta supaya tidak perlu kerumah sakit karna dia sudah meminta dokter pribadinya do kelompok sang pembantai untuk datang dan memeriksa anggun dan bayinya.
Tidak lama kemudian dokter tersebut sudah tiba dan langsung memeriksa anggun dan bayinya, dan semua orang tau kalau kehamilan anggun sudah masuk 8minggu atau 2bulan , setelah semua rangkaian pemeriksaan selesai dokter undur tapi sebelum itu dia menemui berlian untuk menyampaikan sebuah berita, setelahnya dia pamit dan Berlian langsung masuk ruang kerjanya dan memeriksa sesuatu dan dia mendapatkannya.
Sudah seminggu sejak pemeriksaan anggun dan semua itu tidak lagi menghebohkan Raka yang bersikap seperti kemaren kemaren, belakang ini Raka sering terlambat pulang dengan alasan banyak pekerjaan dan membuat dia lembur, sementara David yang ditanyai Berlian soal kerjaan dikantor yang kata Raka banyak jadi bingung karna yang dia tau pekerjaan tidak seperti itu,dan Raka selalu pulang lebih awal dari David mendengar hal itu berlian semakin yakin dengan apa yang dia ketahui dari dokter Minggu lalu.
Malam ini Berlian tidak seperti biasanya yang tidur dijam 9 atau jam10, dia menunggu Raka pulang sampai akhirnya yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, dan saat berlian melihat jam itu tepat pukul 2 dini hari, berlian berbaring dan berpura pura tidur karna memang lampu sudah dia padamkan sejak jam9 malam tadi.
__ADS_1
Ceklek......suara pintu dibuka dan ditutup dengan sangat pelan oleh Raka, setelah itu dia melepaskan sepatu dan membuka satu persatu kancing kemejanya, dia melepaskan semua pakaiannya dan masuk kamar mandi.
Trimakasih masih setia dengan kisah cinta Berlian dan Raka tetap dukung karya aku dengar komen juga votenya y 🙏🙏🙏🙏🙏🙏😜😜😜😍😍😍😍👌👌👌👌