Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.52#####


__ADS_3

Sementara Raka dia sudah diperjalanan pulang menuju rumahnya, tadi dia mendapat kabar, bahwa Ayahnya sedang berkunjung dengan seorang wanita kerumahnya, dia sedang berpikir siapa yang dibawa sang ayah, dan untuk apa,apa benar yang dia dengar kalau sang ayah ingin menikah lagi di usianya yang sudah kepala lima itu.


Ya saat ini Rangga sudah berusia 52 tahun tapi masih memikirkan soal pernikahan dan hal itu membuat Raka tidak habis pikir, dengan jalan pikiran sang ayah, Raka saja yang saat ini masih berusia 31 tahun tidak memikirkan soal pernikahan lagi,ditambah alasan dia memang yang sudah tidak bisa memiliki keturunan,dan seandainya pun dia masih bisa memiliki keturunan dia sudah tidak mau menikah lagi, tapi sang ayah justru memikirkan soal pernikahan.


Sesampainya dirumah dia melihat diruang tamu, sang ayah yang bertingkah seperti anak muda yang sedang menggoda wanitanya, membuat kepala Raka tiba-tiba saja menjadi pusing, dia benar-benar ingin sekali mengusir sang ayah yang dia rasa tidak memiliki etika.


"Ayah apa yang ayah lakukan dirumahku?"


Mendengar seseorang bertanya,kedua insang yang sedang tidak ingat umur itu menatap bersama kearah Raka, dan Rangga langsung berdiri dia menuntun Raka untuk duduk, karena dia ingin menyampaikan maksud kedatangannya kerumah Raka.


"Raka ayah ingin menikah lagi,dan ayah datang untuk meminta persetujuanmu,dan ayah juga berencana kalau sudah menikah ingin tinggal di rumahmu, bagaimana nak?"


"Ayah, kalau aku tidak setuju apa ayah akan tetap menikah?"


"Raka, ayah mohon ayah masih butuh seseorang yang mau mendampingi ayah dimasa tua ayah nak"


"Lalu untuk apa ayah tinggal dirumahku kalau sudah menikah, bukankah istri ayah sudah ada yang akan mengurus ayah? jadi aku rasa ayah tidak perlu tinggal dirumahku"

__ADS_1


"Atau ayah tidak perlu menikah dan tinggallah disini selamanya, aku juga bisa mengurus ayah sampai ayah menutup mata, tidak perlu harus menikah segala diusia yang sudah mau kepala enam, yang ada ayah akan semakin susah, karna akan memiliki anak tiri,dan juga membiayai anak tiri, itu sangat merepotkan, dan kelak dimasa tuamu mereka akan menjadi orang-orang yang akan memperebutkan harta kekayaanmu, jadi pikirkan sebelum bertindak"


Rangga yang mendengar perkataan sang putra tersadar, dan dia baru sadar kalau semua yang dikatakan putranya benar adanya,dimana wanita yang akan dia nikahi memiliki 3 orang anak 2laki laki dan 1 prempuan, dan semua sudah dewasa, Rangga langsung membayangkan disaat dia sakit keempat orang itu bukannya mengurusnya tapi malah menuntut tanda tangan pengalihan harta, membayangkan itu, membuatnya bergidik,Rangga menatap wanita yang saat ini menatapnya dengan tatapan mata yang sulit diartikan, ya wanita itu sangat kesal dan marah,karna mendengar perkataan Raka yang memang benar adanya,dia sudah membayangkan akan hidup bergelimangan harta tapi sekarang semua akan berakhir sebelum dia mencicipinya.


"Mas aku tidak pernah berpikir sedikitpun tentang harta dan juga kekuasaan, jadi jika karna itu mas jadi berubah pikiran aku juga tidak akan memaksamu mas"


Wanita itu, mencoba mengelabui Rangga dengan kata-katanya juga tatapan mata yang dia buat sesedih mungkin, seakan dia begitu terluka akan perkataan Raka, Anggun yang sejak tadi datang bersama dengan David mendengar dan melihat semua yang terjadi,karna memang Rangga juga meminta mereka datang.


Mendengar itu anggun pun angkat bicara.


"ayah jika kakak mengatakan itu dan membuat Tante ini sedih,karna Tante tidak pernah berpikir untuk mencari harta, kalau begitu ayah, aku tidak keberatan ayah menikah lagi tapi dengan syarat, berikan seluruh harta ayah untuk sikembar, baik itu mansion, perusahaan,dan seluruh aset milik ayah, barulah ayah menikah,"


"Nak kalau mansionnya aset Ayamu diberikan lalu kami akan tinggal dimana?''


Wanita itu semakin tidak sadar kalau kebohongannya semakin terbuka.


"loh.. tadi kan ayah bilang akan tinggal dirumah kami Raka, lalu kenapa masih harus butuh mansion? ini juga sudah lebih dari cukup kan? disini ada 10 kamar baik diatas dan dibawah, apa itu masih kurang?"

__ADS_1


"Sayang....mungkin Tante ini memikirkan anak-anaknya, yang akan dibawa,mau tinggal dimana, mungkin begitu,ia kan Tante?"


Wanita itu tidak sadar kalau keterangan dan penjelasan David justru menjebaknya, dan wanita itu mengiakannya karna dia pikir David membelanya,melihat itu Rangga sadar ternyata wanita itu adalah ular berkepala tiga, yang mencoba menipunya tapi justru tertipu, Rangga pun memutuskan untuk tidak menikah lagi, dan meminta wanita itu pulang dan jangan pernah menunjukkan wajahnya.


Sejak kejadian itu Rangga jadi tinggal dirumah Raka dan soal Rizky dia ikut anggun karna merasa tidak nyaman dengan keberadaan Rangga, yang entah kenapa membuat Rizky tidak suka dan selalu menatap Rangga dengan pandangan yang aneh,Rangga sendiri merasa tidak tertarik sama sekali mengurusi anak kembarannya itu, ya Rangga berubah sejak kejadian dimana Raka hampir kehilangan nyawanya ditangan Berlian, sejak itu Rangga berubah menjadi orang yang tidak peduli siapapun selain Raka dan anggun.


Hari ini Raka mendapat kabar kalau rumah penyimpanan persediaan makanan para anak buahnya dibakar habis oleh orang yang tidak diketahui identitasnya,membuat Raka murka dan langsung ke lokasi kejadian bersama dengan David,Rendi dan Samuel, ya disini walau Rendi dan Samuel sudah tidak sedekat dulu tapi dikelompok Mafia mereka masih tetap sama,karna mereka tidak menyangkut pautkan masalah pribadi atau keluarga.


Mereka melihat sekeliling tidak ada yang tersisa, semua hangus menjadi abu, juga dua orang yang berjaga dan berpatroli tewas mengenaskan dengan tubuh terbakar habis, semua orang merasa kehilangan,karna dua orang yang tewas itu termasuk orang yang banyak humor dan juga selalu membuat semua orang sakit perut karna tingkah mereka yang mengocok perut, tapi kini keduanya tewas dengan cara yang paling menyedihkan, Raka juga tidak bisa tidak menangis,karna kudua orang itu sering juga menjahilinya walau Raka adalah bosnya.


"Apa tidak ada jejak atau sesuatu yang bisa kita gunakan untuk mencari dalangnya?"


"Mungkin ini bisa bos"


Menunjukkan sesuatu yang mungkin barang milik sang pelaku, Raka memperhatikan benda itu dan mencoba memastikan apa itu memang benda yang dia kenal atau bukan, Raka tidak bisa mengambil tindakan begitu saja,tanpa bertanya pada yang bersangkutan, Raka pun meminta semua orang untuk diamankan dan Raka bersama ketiga pemimpin lainnya pergi, setelah sampai ditempat tujuan, mereka semua tercengang melihat orang yang disangka mati terbakar justru sedang bermain game online dengan Luis dan Lusi, mereka semua bingung dan menghampiri mereka.


"Apa kalian tau gudang makanan terbakar?"

__ADS_1


Samuel bertanya serius sambil menatap keempat orang yang sedang asik bermain game online itu.


tetap semangat dalam membaca cerita berlian dan RakaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ€©Juga jangan sungkan-sungkan memberi komennya y,juga lake okπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2