
Setelah memutuskan untuk memberi maaf dan mengakhiri hukuman orang tuanya, yaitu tidak bisa menemuinya kini kedua orang tuanya telah ada dirumah itu kembali, karna memang Raka dan berlian memutuskan tinggal di kediaman ayah herman.
Dan mendengar semua yang dikatakan sang menantu, ayah dan ibu begitu bahagia, mereka berjingkrak jingkrak sambil berpelukan seperti anak kecil karna begitu bahagianya.
Ayah dengan semangat 45 dia memasukkan semua pakaian mereka kedalam koper tanpa melipatnya dia memasukkan pakaian itu seperti memasukkan sampah asal-asalan, dan Raka dia memaklumi semua yang dirasakan kedua mertuanya, itu semua karena rasa bahagia mereka.
Setelah dirasa semua sudah beres sang ayah langsung menarik tangan sang istri dan membawanya masuk ke mobil Raka, sementara Raka masih duduk di sofa dirumah
sederhana itu, tapi mertuanya seakan tidak peduli.
''Raka cepatttttt.....''
sang mertua berteriak seakan mereka berada dihutan saja.
''Kenapa kau lama sekali bagaimana nanti kalau Lian tertidur pas kita sampai, ayo cepatlah''
''Ayah kalau berlian tertidur pas kita sampai, ya kita tunggu dia sampai bangun ya masa itu aja harus dikasih tau sih''
''Oh... sekarang kau jadi pandai mengajari yang lebih tua ya''
Ayah merasa menantunya sudah pintar berdebat sekarang setelah menyandang calon Dedy.
''Ayah mana mungkin Raka berani seperti itu''
''Trus yang tadi itu apa hah?''
sang istri jadi bingung melihat sang suami yang jadi begitu sensitif sekarang, padahal setau dia sang suami adalah orang yang sangat sabar tapi kenapa sekarang jadi begini?.
Ibu geleng geleng kepala melihat kelakuan suami dan menantunya yang sepanjang perjalanan tidak ada yang mau mengalah, mereka trus berdebat bahkan sudah turun dari mobil mereka masih sibuk dengan debat mereka yang membuat berlian bertanya tanya kenapa dengan kedua pria itu.
bahkan sekarang mereka sudah duduk diruang keluarga tapi mereka masih saja cekcok hingga tiba-tiba prang......
''Sudah?....apa masih mau ribut?.. kalau ia sekarang kalian berdua pergi kebelakang dan bersihkan rumput yang yang baru saja di potong sama paman penata halaman''
''Tapi kita kan baru sampai yang''
''hu...u''
__ADS_1
''Maka kalau ga mau sekarang kalian berdua masuk kamar masing-masing dan mandi, setelah itu datanglah keruang makan''
kedua orang yang tadi ribut itu berjalan menuju kekamar masing-masing ayah masuk kamar yang sang istri masuki dan Raka kekamar mereka, tapi ditangga mereka malah saling menyenggol seperti anak kecil, dan berlian malah semakin bingung apa sebenarnya penyebab ayah dan sang suami jadi seperti itu.
Dia hanya menunggu sang ibu untuk bertanya saja, mungkin dia akan mendapat jawabannya.
tak....tak..''tak....
''Nak apa kau sudah benar-benar memaafkan ayah dan ibu ?''
''Ia Bu ..tapi lain kali jangan seperti ini lagi Bu lagi, salah tetap lah salah jadi harus ditegor jangan malah dibiarkan begitu saja apalagi sampai membuat itu semakin berlarut larut''
''Ibu sendiri mengajariku untuk melakukan yang baik dan benar dan sebagainya, lalu kenapa ibu dan ayah justru mendiamkan perbuatan keji mereka? itu yang tidak aku suka bu''
''Ia maaf nak''
''Ia nak kami akan selalu mengingatnya, sungguh kami tidak ingin lagi jauh darimu nak itu sangat menyakitkan''
Mereka berpelukan dengan hari karna saling memaafkan dan saling menyadari kesalahannya mereka, dan semua itu tidak lepas dari penglihatan Raka.
''Papa andai papa masih hidup aku yakin papa pasti juga bahagiakan apalagi sebentar lagi akan ada cucu papa kembar, aku yakin papa juga pasti akan barjingkrak jingkrak sangkin bahagianya''
Raka berbicara dalam hatinya dan tersenyum miris karna tidak mengenal wajah sang papa seperti siapa apa mirip dirinya atau sang adik, anggun atau perpaduan keduanya dia tidak tau.
''Yuhuuuuuuuu...aku datangggggg.... berlian dimana kamu bersembunyi hah.....''
''he....he....he....ada disini rupanya''
Anggun garut-garut belakang kepalanya yang tidak gatal dengan kikuk karna datang seperti tarzan.
''Apa kau tidak bisa merubah sifatmu itu ante jelekkkkk''
''Apa....kamu bilang aku jelek? apa kau tidak lihat hah bahwa pernikahan kami kemaren semua orang memujiku kan''
''Ia..tapi setelah kami masuk perasaan semua orang memuji kecantikanku walau aku buncit''
''Huh...kak..bisa tidak tukar tambah Kaka ipar? dia ini semakin kesini semakin bikin aku kesal tau''
__ADS_1
Anggun merajuk dengan bibir manjang kedepan dan tangan dilipat didada.
David yang melihat istrinya seperti itu tanpa ba bi bu dia langsung mencium bibir sang istri didepan semua orang,
dan berlian dengan reflek menutup matanya sambil marah marah.
''Ka David kenapa kau mencium anggun didepanku? kau itu sudah menodai kesucian anak-anak ku tau?''
Semua orang melongo mendengar apa yang berlian katakan, mereka berpikir bagaimana bayi yang masih dalam perut itu bisa ternodai, sungguh berlian memang sangat konyol dan David bukannya berhenti dia malah semakin menjadi.
''Yang kamar yok kita bikin adik untuk sikembar''
Berlian yang kesal karna David tidak mendengar perkataannya dia berdiri lalu beranjak kedapur tidak lama kemudian dia kembali dengan senyum pul wat, dia melihat David yang masih bermesraan didepan semua orang langsung mengeluarkan senjatanya, dan.....
puk...puk..'puk...berlian dengan perut besarnya menghajar David tanpa Ampung dengan centong kayu yang dia ambil dari dapur tadi.
Semua orang langsung berjingkak sambil meringis melihat bagai mana perut besar itu menimpa punggung David, mereka tidak ngeri dengan centong tersebut tapi perut berlian yang membuat mereka sangat ngeri dan ngilu.
David yang melihat semua orang diam pun berusaha untuk mencari tau penyebabnya dan akhirnya dia pun mengikuti arah pandang semua orang yang mengarah kepergian besar berlian, dan dia baru sadar kalau berlian dengan santainya menghajar dia sambil menumpang kan perutnya kepunggung David yang lebar.
Dan tiba-tiba dia merasa ada yang bergerak gerak dipunggung ya membuat dia tertawa dan itu .enghe tikan perbuatan bar-bar berlian.
''hahahaha..... hahaha....mereka berdua menyapaku wah... hahaha....''
Entah kenapa David begitu senang merasakan pergerakan dari kedua keponakannya itu dipunggungnya, sampai David meneteskan air matanya,dia berbalik dan menyentuh perut wanita yang memang sudah dianggap adik sendiri dengan tangan gemetar dan air mata bahagia nya.
''Hai.... kalian sedang menyapa uncle ya?...kalian memang keponakan pintar uncle''
David benar-benar tidak menyangka kalau ternyata bayi yang belum lahirpun bisa menyapa mereka terbukti, saat David bertanya ada tendangan dari kedua janin itu.
duk..duk..duk..
''hahahaha...ia uncle tau kalian ingin main dengan uncle maka kalian harus sehat-sehat ya, jangan nakal dan bikin momy bar-bar Klian ini kesusahan hum..?''
terimakasih masih tetap setiaπππππtetap beri dukungan buat motivasi author ππππππ
ππππππππππππΉπΉπΉ salam kenal dan kasih untuk semua yang selalu setia juga yang belum mampir
__ADS_1