Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.38#####


__ADS_3

''Sayang................''


''sayang kau terluka?......Raka melihat sekeliling dan mencari tau siapa yang telah menembak sang istri dia begitu marah sampai dia gemetar karna menahan gejolak kemarahannya .


''Siapa yang berani melukai istriku?''


''keluar jangan jadi pengecut, aku akan memberi pelajaran dan Kematian yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya''


Orang yang melakukan penembakan itu sama sekali tidak keluar dari persembunyiannya, dia hanya merasa puas karna dia tau kelemahan Raja hutan itu ada pada wanita tangguh yang baru saja dia tembak, dia tidak tau kalau perbuatannya akan mengundang kematian yang mengerikan untuknya.


Berlian yang tertembak itu sama sekali tidak menunjukkan kalau dia kesakitan justru dia tertawa terbahak-bahak sampai membuat semua orang jadi merinding karna kali ini berlian terlihat mengerikan sampai penembak tadi tidak sengaja menjatuhkan pistolnya karna rasa takutnya lebih mendominasi.


Entah kenapa dia merasa seluruh tubuhnya merespon suara tawa berlian seperti cairan yang mematikan didalam tubuhnya membuat tulang dan sendi sendinya tidak kuat menopang tubuhnya semua orang yang melihat dan mengetahui bahwa penembak sebenarnya adalah Alex.


Ya Alex dari tadi yang melihat pertempuran itu perlahan lahan mundur dan bersembunyi di balik pohon yang tidak terlalu besar tapi sanggup menutupi tubuhnya, dan dari sana, dia melihat bahwa Berliana bukanlah tandingan orang-orang yang berada di pihak yang sehingga dia memutuskan menembak berlian tapi sekarang dia melihat ajalnya sudah dekat.


Berlian berjalan dengan tubuh yang penuh dengan darah karna lukanya terus mengeluarkan cairan merah itu, dia berdiri didepan Alex dan dengan satu tangan dia mengangkat tubuh Alex seperti mengangkat satu kilo beras dan dia melempar tubuh Alex kepohon tempat dia bersembunyi tadi dan prakkkk......terlihat ke.........la Alex hancur dan isi ke..........la itu berserakan kemana mana.


Semua musuh yang menyaksikan itu langsung ketakutan, bahkan ada yang sampai pi........is dicelananya karna rasa takut yang mendera tubhluhnya, ada juga yang pingsang karna rasa takut ada yang muntah dan ada yang lari terbirit-birit tapi berlian yang sudah di kuasai kemarahan tidakmelepaskan satu orang pun dalam sekejap langsung tiada bahkan yang sempat laripun tidak selamat.


Inilah wujud sang pembantai dalam diri berlian begitu mengerikan tapi begitu juga kebaikan dalam dirinya pun sangat besar dan tulus pada setiap orang yang memang tidak mengganggu atau mengusik dirinya dengan hal hal yang salah.


Setelah pertempuean itu berlian harus melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan timah panas yang bersarang ditubuhnya, semua hal itu membuat Raka sangat bersalah karna merasa tidak bisa melindungi sang istri, dan akhirnya Raka menjelma menjadi bayi besar yang membuat Berlian tidak bisa berhenti tertawa kecil, dan hal itu justru semakin membuat Raka tidak senang karna malah ditertawakan bukan hanya berlian, semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Raka yang satu ini.


''Dedy udah dong cengengnya, liat tuh kalah Ama anak gimanasih''


Ini sudah yang kesekian kalinya Berlian membujuk sang suami berhenti menangis karna kedua bayi kecil mereka saja sampai menatapnya dengan tatapan mata bulat mereka terkadang kedua bayi itu bertepuk tangan kalau melihat Raka menggosok motanya menggunakan punggung tangannya ditambah jika Raka membuang ingus sambil sesengukan.


Hal itu justru seperti hiburan buat dua bayi lucu itu, anggun dengan jahilnya mengajari keponakannya bilang Dedy cengeng Dedy cengeng, dan kedua bocah itu hanya bertepuk riang mendengar kalimat tersebut.


...............


Satu tahun kemudian

__ADS_1


saat ini dikediaman Raka dan Berlian suasana pagi dihebohkan dengan teriakan Raka karna sedang mencari dasi yang tadi sudah disiapkan sang istri, dia melihat persis dasi itu sudah siap pakai lalu ditaruh sang istri di atas sofa , supaya saat Raka selesai mandi dia tinggal masukkan kekepala, tapi sekarang dasi itu menghilang entah kemana dia tidak tau, sehingga dia berteriak memanggil sang istri.


''Sayangggggg......kemana dasi ku tadi? kenapa tidak ada disini?''


Berlian yang mendengar itu juga heran kemana perginya dasi itu, akhirnya dia masuk dan membantu mencari dasi tersebut.


''Loh ded disini tadikan?..masa dia jalan sendiri aneh, sejak kapan dasi punya kaki?''


''Mami sayang aku juga ga tau kapan dasi itu tumbuh kaki sehingga aku tidak tau kemana dia pergi''


🤣🤣🤣🤣🤣 keluarga aneh memang mana ada dasi pakai.kaki.


Mereka mencari kesana kemari sampai David yang sudah bosan menunggu menggunakan hampiri kamar yang terletak dilantai satu itu dan kebetulan pintunya terbuka, dia sudah siap dengan kekesalannya bermaksud ingin memarahi Raka, tapi terhenti karna melihat kedua orang itu seperti sangat serius mencari sesuatu.


''Kalian sedang cari apa sih sampai tidak lihat waktu jam berapa sekarang?''


Kami sedang mencari dasi David tadi disini tapi sekarang entah kemana?''


''Apa dasi itu berganti biru''


Belum selesai David berbicara Raka langsung menjawab


'Nah itu, dimana dia sekarang? aku sudah terlambat ini?''


''Tuh di luar ada dihalaman dipakai luis''


Mendengar jawaban David mereka bergegas keluar dan melihat sang putra yang sudah berdasi, bertopi tapi tidak memakai baju hanya celana pendek yang melekat ditubuhnya.



Nah ini dia Luis yang mengambil dasi sang Dedy😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


''Ya ampun boy , apa yang kamu lakukan lihat dasi itu kebesaran sayang, nanti ya kalau sudah besar baru pakai dasi besar ok saat sudah jadi pemimpin perusahaan ok boy?''

__ADS_1


Luis bocah pintar itu hanya mengangguk entah dia mengerti atau tidak yang jelas dia mengangguk.


Setelah semua selesai dan rapi Raka bersiap berangkat seperti biasa dia selalu memberikan ciuman kasih untuk ketiga permatanyabitu dimulai dari sikecil Lusi dan sikakak Luis dan yang terakhir sang istri tercinta barulah dia berangkat kekantor.


''Dedy berangkat ya baik-baik sama Kaka pengasuh juga sama momi ok''


Setelahnya dia berangkat, mobil berjalan meninggalkan halaman mansion disertai lambayan tangan.


Tak...'tak...'tak....


''loh nak Raka sudah berangkat?''


''Sudah yah, emang kenapa yah?''


''Tidak tadi ayah mau bilang kalau nanti dia tidak lupa acara dihotel, supaya kita bisa berangkat bareng dari rumah, kau tau sendiri kan nak suamimu kalau sudah bekerja dia akan lupa waktu''


''Ia yah...yaudah ini Lian telpon dulu ya yah biar Lian suruh untuk diingatin ka David''


''Ia nak segera kabari dia, ya udah ayah kedalam dulu, oh ia apa Herman jadi datang pagi ini atau nanti?''


''Pagi ini ayah tadi ayah Herman udah ngabarin''


''Oh ok''


Trimakasih masih setia dengan kisah yang satu ini tetap dukung karya aku y teman teman 🙏🙏🙏 menunggu bab selanjutnya,. teman teman semua boleh mampir dulu kekarya aku yang lain:


Yaitu:


-Aku dan kamu berbeda tapi (cinta juga)


-Anak Batak


semoga suka, 😜😜😜😜😜 tetap dukung karya aku dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak dan komentarnya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2