
Dokter Rama dia melihat bagaimana satwa satu itu menjalankan tugasnya membuat dia semakin takut, dia hanya bisa menatap Sasa yang tergeletak tak berdaya dilantai.
''Dokter Rama apa kau tau bahwa aku baru saja menebus dokter yuli dari tempat terkutuk dimana kau menjualnya, dan aku juga tidak menyangka kau akan menjual nama sahabatku untuk menghilangkan jejakmu, itu sungguh benar-benar perlakuan penjahat kelas kakap menurutku, tapi kau melupakan satu hal bahwa seseorang yang mencarinya memiliki fotonya sehingga sangat mudah bagi kami menemukannya, sekarang apa kau punya pembelaan atas perbuatan kejinya ini?''
Rama hanya diam karna dia sudah tidak punya kesempatan untuk lolos, tapi sebelum ia tiada dia akan mengeluarkan semua dendam dan sakit hatinya karna menurutnya dia tidak akan pernah bisa lepas dari cengkraman sang pembantai itu.
''Heh....aku justru merasa puas karna mereka semua hancur satu persatu ditangan ku, asal kau tau saja pria yang berstatus mertua lelakimu itu bukanlah orang yang baik seperti pemikkranmu kau salah besar berlian, kelak kau juga akan tau rahasia besar mertuamu itu, dan saat kau mengetahuinya aku yakin kau tidak akan sanggup membayangkannya, begitu juga ayahmu itu mereka merupakan orang-orang munafik yang bersembunyi dibalik topeng kejahatan mereka kau pasti berpikir aku mengarang , kau boleh bertanya pada ayahmu, apa alasan Rudol membenci mereka kau harus tanya itu zaman jangan cuma mengadili yang kau lihat tapi kau tidak tau kalau sebenarnya penjahat sesungguhnya adalah orang-orang disekitar mu, kau hanya dibohongi oleh mereka hahahaha......''
Rama benar-benar bisa membayangkan seperti apa reaksinya jika mengetahui rahasia orang-orang yang sangat dia sanjung itu.
''Apa maksud perkataanmu dengan rahasia a papa dan ayah?''
Raka bertanya karna dia juga penasaran rahasia apa yang dimiliki kedua orang tua nya itu.
''Papa....apa kau yakin kalau dia adalah papamu?...atau lebih tepatnya pembunuh papamu yang sebenarnya.''
semua orang semakin dibuat bingung dengan teka teki Yang disampaikan Rama.
''Apa kau mencoba memecah belah keluarga kami?.... sayang sekali kau tidak berhasil karna kami tidak sebodoh yang kau kira kau mengerti.''
'' Kau memang bodoh berlian karna kau selama ini kau tidak bisa membedakan baik dan buruk, karna jikalau kamu bisa membedakannya kau tidak akan seperdua diri ini, kalau kalian tidak percaya kau telpon saja ayahmu dan tanyakan siapa Rangga baru kita dengar jawabannya, ayo telpon!''
''baik''.......
tut.....tut....tut......tut....
''halo nak,..kenapa ?''
''Ayah aku boleh bertanya sesuatu pada ayah?''
''tentu saja sayang....memang kau mau tanya apa hum?''
''Ayah aku mau tanya siapa itu Rangga?''
??????????
__ADS_1
''ayah....apa ayah masih disana? kenapa ayah tiba-tiba diam?''
''Nak ayah masih mengajar aku tutup telponnya dulu ya tut...tut.''
''Bagaimana berlian apa kau belum percaya juga''
Raka juga melakukan hal yang sama dia menelpon sang papa karna penasaran.
tut.....tut....tut....tut.....
''ia kau kenapa?''
''papa dimana sekarang ?''
''oh papa lagi di kantor....kenapa ada masalah kau dimana David juga dari kemaren kalian tidak muncul kemana kalian?''
''Nanti kita bicarakan itu ia soalnya ada yang mau Raka tanya sama papa?''
''ia mau tanya apa?''
''Pa siapa Rangga?''
''pa jawab saja siapa Rangga?''
Raka papa ada perlu sebentar jadi nanti kita bicara lagi''tut....
''Rama hanya tersenyum melihat perubahan muka dua orang yang berstatus suami istri itu, dia tau akan sehancur apa nantinya kedua orang ini saat mengetahui kebenaran tentang rahasia orang yang mereka anggap adalah sebagai panutannya selama ini.
karna perasaan yang tidak baik, berlian menyuruh anak buahnya untuk memasukkan mereka ke penjara bawah tanah untuk saat ini, karna mereka membutuhkan dokter Rama untuk mendapatkan informasi mengenai masa lalu kedua orang tua mereka.
Dia dan yang lainnya pergi meninggalkan tempat itu, dengan pikiran masing-masing yang berkelana kemana -mana, hanya anak buah berlian yang fokus karna jadi supir dadakan bagi para tamu agung mereka.
setibanya di rumah mereka dengan Raka yang ikut turun di rumah berlian.
Dia dan raka masuk kekamar berlian dan membersihkan diri masing-masing.
__ADS_1
berlian hanya bersandar di sandaran tempat tidur, dia menatap ke depan dengan tatapan yang sulit di artikan, Raka naik ketempat tidur dan menarik tubuh sang istri kedalam dekapannya, dia juga sama selain lelah mereka baru mengetahui pantai kalau kedua orang tuanya mereka memiliki masa lalu yang sepertinya rumit karna mereka belum mendapatkan informasi tentang masa lalu dari mereka semua.
''Sayang jangan terlalu dipikirkan, yang terpenting mari kita berjanji apapun nanti yang akan terjadi kita akan tetap bersama sampai maut memisahkan hum?...berjanjilah padaku sayang''....
''Ia mas aku berjanji apapun nanti yang akan terjadi setelah kita mengetahui masa lalu mereka itu tidak akan pernah bisa memisahkan kita''
berlian memeluk erat tubuh sang suami.
''Sayang kita kan dah nikah nih, tapi kan karna drama mencari penghianat itu kita jadi menundanya, ummm
bagai mana kalo sekarang kita ***.... ***....'ena...?''
''Apa kah suamiku ini sudah tidak tahan lagi hum?
baiklah aku siap lahir batin, mas berhak atas semua ini''
mendengar jawaban sang istri Raka begitu bahagia dan senang karna akhirnya ia akan bisa melakukan ***...*** ....dengan istrinya kapanpun dia mau, Dia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri dia menatap bibir seksi istrinya itu nb dan langsung meraup habis seperti seseorang yang sedang kelaparan dia melahapnya Tampa ampun, dan sekarang dikamar itu hanya terdengar suara -suara kecapan, Raka membaringkan istrinya dan menindihnya........skip...bayangkan sajalah apa yang ingin dibayangkan yππππππ
..........
keesokkan harinya semua orang sudah ada dimeja bahkan berlian pun sudah duduk dimeja dia menahan sesuatu yang sangat nsakit supaya tidak diketahui oleh
semua orang selain sang suami, yang menatap istrinya dari tadi, dia masih mengingat apa yang mereka lakukan sekarang dan itu membuatnya ingin lagi dan lagi, tapi dia tidak mungkin terus menghajar sang istri sementara mereka masih punya banyak waktu untuk itu karna sekarang mereka mau bertanya pada sang ayah,
''Ayah sudah mau berangkat?....bukannya jadwal mengajar ayah nant jam 11 san?. atau ayah masih ingin menghindar dari pertanyaan Lian kemaren?''
mendengar pertanyaan sang putri, ibu akhirnya buka suara.
''Emang ada apa? apa kamu ada masalah dengan ayah?''
''Bukan masalah ibu hanya Lian ingin dengar jawaban ayah tentang siapa Rangga sebenarnya itu saja?''
ibu yang tidak mengetahui itu dirahasiakan langsung menjawab dimana jawaban itu membuat Raka syok.
'' Oh ..'Rangga ayah kandung Rama ya? dia kan sudah tiada kenapa ditanya lagi?''
__ADS_1
kentlang.....suara sendok yang jatuh kelantai karna Raka tiba-tiba merasa nafasnya sesak sampai tidak kuat hanya untuk memegang sendok makannya, dia tidak menyangka bahwa papa Max bukanlah ayah kandungnya, yang dia pikir selama ini Max adalah ayah kandungnya tapi apa ternyata tidak, dia bahkan berpikir kalo max bukan ayahnya berarti suci juga bukan ibunya, lalu dimana ibunya? apakah juga sudah tiada ato masih hidup.
sabar menanti kisah tentang Raka dan Berlian ya kita akan liat di bab selanjutnya πππππππππππtatap beri dukungan buat karya aku πππππ