
Berlian benar-benar marah kali ini karna dia kehilangan satu saudara dari kelompoknya,juga karna sudah ditipu selama bertahun-tahun ini,dan dia berjanji tidak akan membiarkan orang seperti max hidup dengan tenang dibumi ini.
Dia mendekati pintu tersebut ternyata pintu itu ditutup dari dalam dengan tembok, melihat itu, Berlian mencari jalan lain tapi sepertinya memang tidak ada, dia melihat yang lain sudah siap jika bila ada Serangan tiba-tiba, mereka melihat sekeliling dan Berlian mencoba lewat atap,dan disana dia melihat semua orang musuh mereka sedang mendengarkan perintah dari max.
Saat ini max sudah melepaskan topeng kulit yang selama ini dia pakai, dan itu membuat berlian sedih sekaligus marah, sedih karna dulu max begitu sayang padanya,marah karna max sendiri juga yang menghancurkan rumah tangganya, apalagi saat dia melihat seorang pria yang terikat dengan kondisi mengenaskan dan juga sangat seram, Berlian melongo tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia melihat Rangga yang kurus tak terurus dan juga kulit yang terlihat hitam dan dekil,juga baju yang compang camping.
Berlian meneteskan air matanya melihat kondisi Rangga saat ini, Berlian melihat kearah semua teman-temannya dan meminta mendobrak pintu karna saat ini max sedang fokus pada ide idenya, Tampa tau bahwa dia sudah berada didekat mulut sang raja hutan, Berlian yang berada di atap tidak memperhatikan kalau dia menginjak ranting yang jatuh dari pohon dekat rumah tersebut,membuat semua orang yang ada didalam rumah langsung bergerak dan waspada.
Mereka semua langsung melihat kearah pintu dan Tampa permisi atau Tampa menyia nyiakan waktu mereka langsung menyerang kelompok Berlian,dan pertarungan terjadi, max yang tau bahwa yang datang adalah berlian, dia pun mencari kesempatan untuk membawa Rangga pergi bersamanya,dia terus berlari dan berlari sampai akhirnya dia berhenti karna melihat ular raksasa yang menghadang didepan.
Max yang tidak mengenal Sawa begitu ketakutan, sementara Rangga yang sudah dekat dengan Sawa hanya tersenyum, Sawa juga mengenal Rangga walau sudah lama tidak bertemu tapi penciuman binatang memang sangat kuat, walau rangga dalam tampilan seperti sekarang ini,Sawa tetap mengenalinya.
Max yang melihat Rangga tersenyum berpikir kalau dia akan berakhir hari ini bersama max, tapi max salah dia lah yang akan menemui ajalnya karna Sawa sama sekali tidak mengenalnya,apa lagi posisi Rangga yang terikat dan max yang memegang senjata membuat Sawa mengetahui, bahwa Rangga sudah menjadi tahanan max.
Sawa mendekat dengan tatapan laparnya, sementara max dia membuat Rangga sebagai tamengnya, Sawa marah melihat kondisi Rangga yang tidak berdaya dan mengenaskan tersebut, membuat Sawa menerkam max.
Sementara itu dirumah penyekapan Raka dan Berlian mencari keberadaan max dan Rangga tapi mereka tidak menemukannya, Berlian pun berteriak memanggil Sawa.
"Sawaaaaaaaa............"
Sawa yang mendengar suara berlian pun berdesis dengan kuat, berharap Berlian mendengar suaranya.
"Sssssssssssss............"
Dan benar saja Berlian dan Raka mendengar suara desisan Sawa,membuat Berlian yakin bahwa Sawa sudah menemukan kedua orang itu.
__ADS_1
Berlian pun membabat habis semua musuh-musuhnya dan membalas apa y terjadi pada saudaranya yang tewas mengenaskan entah ditangan siapa, tapi yang jelas dia tewas saat mengikuti max.
Setelah dirasa musuh tinggal beberapa orang lagi Berlian dan Raka pergi mengikuti Max yang saat ini tidak bisa melakukan apapun,Sawa juga belum menyantapnya,dia menunggu Berlian dan Raka datang,dari jarak yang tidak terlalu jauh, Berlian bisa melihat max yang dihadang oleh sawa.
"Bagaimana kabarmu pa?"
Berlian bertanya dengan santainya, saat dia melihat max sudah tidak memiliki jalan untuk melarikan diri lagi,dan max yang mendengar suara Berlian pun berbalik dan melihat ke arah wanita yang dulu begitu dia Anggap seperti putrinya, tapi kini dia menatapnya dengan kebencian.
"Apa kau begitu senang setelah mengetahui kebenaran yang terjadi? tapi sayang semua itu tidak akan pernah kau rasakan,karna sebentar lagi kita juga akan tiada bersama"
"Apa maksudmu berkata begitu pa"
"Tentu, kau lihat itu, Bintang itu sudah menunggu kita sejak tadi"
Tapi raka, Berlian dan Rangga sama sekali tidak takut justru tersenyum,karna merasa ini cukup lucu bagi mereka, Berlian yang melihat Sawa memintanya mendekat dan Sawa dengan patuh datang, dan hal itu membuat max bergidik ngeri mengetahui,bahwa berlian yang tidak hanya bergelar sang pembantai tapi juga memiliki hobi yang tidak sepantasnya.
Dia semakin ketakutan saat Berlian meminta Sawa merebut Rangga dari tangan max, Sawa pun mendekati max sambil berdesis, kemudian dia melilit tubuh Rangga yang lemah dan membuat tubuhnya seakan pelindung bagi Rangga.
Rangga pun menangis, dia memang sudah sangat dekat dengan Sawa bahkan sering mengajak Sawa untuk ikut dia memancing kesungai atau kolam yang disediakan Berlian, dan Sawa yang melihat air mata Rangga pun menatap Rangga dan benar saja Sawa juga menangis,karna ada tetesan air keluar dari mata ular itu.
Sawa menatap max dengan buasnya,dia seakan tak mau lagi memberi ampun pada pria itu,dia menatap nb Berlian minta persetujuan, tapi Berlian justru menatap Raka,Raka tidak langsung mengangguk tapi dia mengangkat tangannya tanda jangan dulu.
Raka mendekati max dan bertanya dimana ibunya yaitu Sinta.
__ADS_1
"Dimana mama sekarang pa? Kenapa mama setuju kau mau menikah lagi?"
" Mamamu,? dia sudah pergi ke atas terlebih dahulu"
Sambil menunjuk keatas/kelangit.
"Apa maksudmu pa? karna saat aku mengunjungi kalian di penjara mama baik-baik saja,lalu kenapa tiba-tiba dia sudah meninggal?"
"Raka..dia..dia membunuh mamamu karna menghalangi dia untuk menggangu rumah tangga kalian"
Raka dan Berlian kaget mendengar perkataan Rangga, mereka menatap max,dan max hanya tersenyum seakan dia tidak merasa bersalah.
"Dia...dia membunuh mamamu di.. didepan ayah,dia me....ng....mo......ng tubuh mamamu didepanku hiks.... hiks....."
Raka dan Berlian lagi-lagi kaget dan tak percaya max bisa segila itu, terhadap mama suci.
"Ayah....kau...kau bohongkan...mama...mama"
"Itu benar nak,maf ayah tak bisa menolong mamamu"
Raka menatap max penuh kemarahan,dia bahkan sampai menggigil karna menahan emosi yang sudah sampai ke ubun-ubunnya.
Raka menatap Sawa dengan mata yang memerah karna marah dan sedih menjadi satu mendengar kenyataan pahit dan menyedihkan tentang sang mama,Sawa yang melihat tatapan itupun mengerti,dia mendekati max dan langsung melilit tubuhnya dengan kuat setelah dia melepaskan tubuh Rangga dihadapan Rendy,david dan Samuel yang juga sudah ada disana.
trimakasih atas kesetiaan kalian di cerita iniππππππ€©π€©π€©ππππππππ tetap dukung karya aku dengan memberi lake dan komen juga hadiah serta votenya y πππππ€©π€©π€©π€©ππππ
__ADS_1