Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA

Tak Terduga Jatuh Cinta: MAFIA
Bab.32#####


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya keadaan anggun sudah mulai membaik dan dia juga suda sadar, disana David dengan setia menemani sang istri dia bahkan tidak pernah beranjak selain mandi selebihnya dia terus berada didekat istrinya bahkan tidurpun dia di ranjang yang ditempati anggun karna memang ranjang itu tidak sama dengan rangjang rumah sakit jadi bisa memuat bahkan 3orang.


Sementara di mansion berlian Herman dan Rangga sama sekali tidak bertegur sapa karna sebenarnya mereka tidak terlalu dekat bahkan sejak mereka masih muda dulu, bagi Rangga Herman adalah orang yang sangat tidak bisa membuat keputusan dalam berteman.


Karna Herman akan diam saja bila sahabatnya berlaku tidak baik, tapi bagi Herman Rangga adalah orang yang sangat baik jadi dia merasa tidak pantas berteman dengannya, Sebenarnya Herman memiliki alasan yang kuat kenapa Herman mendukung perpisahan Rangga dengan suci ibu kandung dari Raka dan anggun.


Bahkan hermanlah yang merekayasa kematian Rangga, Max dan suci tidak mengetahui kalau sebenarnya Rangga masih hidup.


Karna malam dimana Max dan suci melakukan pembunuhan itu orang yang terbunuh bukanlah Rangga melainkan orang kepercayaan Max sendiri,sehingga saat kejadian itu Herman seakan ikut terlibat dalam pembunuhan padahal sebenarnya dia mau memastikan jangan sampai Max dan suci mengetahui kalau Herman telah mengganti posisi Rangga dengan orang kepercayaan Max saat itu.


Sebelum malam pembunuhan Herman meminta Rangga pergi kesuatu tempat yang jauh untuk melakukan sesuatu, supaya dia bisa menyelamatkan Rangga dari perbuatan Max dan suci. Karna sebelumnya Rangga dan suci sudah bercerai dan Rangga mewariskan seluruh hartanya pada sang putra.


Karna kecewa dan marah kepada Rangga yang tidak memberikannya warisan, suci pun meminta bantuan Max yang adalah mantan pacarnya membunuh Rangga Supaya dia bisa mengambil alih harta yang sudah diwariskan kepada Raka.


Dan berencana membesarkan Rangga dan Sasa yang saat bayi ditukar Oleh Max dirumah sakit, sampai mereka berhasil membunuh seseorang dirumah Rangga juga dikamar Rangga mereka langsung pergi begitu saja meninggalkan seseorang yang sudah tiada dibawah selimut sampai keesokan harinya mereka mendengar kabar kematian Rangga yang terbunuh dirumahnya.


Rangga yang berada diluar kota sangat kaget melihat berita dimana disana dikatakan kalau dirinya tewas terbunuh dirumahnya tadi malam dan dia merasa kalau ada seseorang yang menginginkan kematiannya, sehingga dia pun menetap disana dan membuat status baru dengan nama baru sampai dia bertekad untuk menjadi orang yang lebih kuat, supaya kedepannya dia bisa menjaga dirinya dan kelak dia akan menemui kedua anaknya saat waktunya tiba.


Herman hanya bisa melihat Rangga dengan tatapan yang begitu sulit diartikan, sampai ibu datang dan mencoba menghibur sang suami yang merasa tidak sanggup untuk jujur tentang kebenaran yang sesungguhnya.


''Yah....ibu rasa jika ayah jujur pada ka Rangga aku yakin dia akan mendengar dan tidak menyalahkamu''


''Bagaimana caranya bu?.. yang dia tau kalau ayah terlibat dalam rencana pembunuhan itu bu''


''Ia itu yang dia Taukan yah, coba ayah jelaskan alasan kenapa dulu ayah menyuruh dia untuk pergi keluar kota itu adalah supaya ayah bisa menukar posisinya dengan orang kepercayaan dari max, yang akhirnya dibunuh oleh mereka sendiri''


''Kalau ayah tidak membuat alasan itu bukankah malam itu yang terbunuh adalah dia?''


''Jadi menurut ibu ayah harus jujur pada Ka Rangga yah''


''Jujur waktu itu ayah tidak tau cara menyelamatkan dia, kalau ada ayah tidak mungkin menyuruh dia keluar kota''

__ADS_1


''Tapi kalau ka Rangga tidak pergi bukankah dia akan tiada malam itu? ayah kau harus sadar sebenarnya hanya itu jalan terbaik buat nyelamatin ka Rangga ''


Tanpa mereka sadari ternyata Rangga dan Raka mendengar semua pembicaraan mereka dan Rangga sadar bahwa sebenarnya saat itu Herman sedang berusaha menyelamatkan dia dari kematian mengerikan itu.


Raka menatap ayahnya yang sepertinya sedang merasa bersalah karna menganggap Herman selama ini adalah salah satu musuhnya.


''Ayah...''


''Ayah malu raka,.. selama ini ayah berpikir Herman sudah menghianati pertemanan kami ternyata tidak justru Max yang aku anggap baik adalah penjahat sebenarnya,''


''Ayah lebih baik ayah ketuk pintunya dan bicara langsung pada ayah Herman ya''


Rangga pun mengangguk dan mengetuk pintunya.


Tok..... tok...tok....


Mendengar ada yang mengetok pintu Herman menghapus air matanya dan berusaha tersenyum karna dia pikir itu adalah putrinya.


''Ya masuk...''


''Ada apa tuan Rangga?''


ayah Herman bertanya dengan formal.


''Herman maaf....''


Ayah Herman semakin bingung mendengar kata yang keluar dari mulut sang besan.


''Tuan Rangga anda minta maaf untuk apa? apa anda merusak sesuatu dirumah ini? kalau ia anda minta maaf pada Berlian bukan pada saya''


''Her..aku sudah tau semuanya kalau kau menyuruhku keluar kota hanya untuk menyelamatkan aku dari keserakahan dan juga kejahatan mantan istriku''

__ADS_1


Herman yang mendengar itu langsung berdiri menghampiri sahabat sekaligus besannya itu, dan mereka berpelukan karna sudah merasa lega setelah mengetahui alasan masing -masing.


..............


Ditempat lain tepatnya disebuah rumah megah walau tak semegah rumah berlian seseorang sedang marah terhadap bawahannya karna menyampaikan kabar kekalahan orang-orang nya di tangan berlian.


Ditengah kemarahannya seseorang menyadarkan dia kalau mereka punya orang yang bisa menandingi kekuatan berlian jadi kenapa mereka harus cemas, justru seharusnya mereka bisa mengetahui kekuatan lawan mereka jadi tinggal menunggu pembalasan.


Mendengar itu Dia langsung tersenyum lebar karna berpikir apa yang dikatakan temannya benar.


''Herman tunggu pembalasanku, kau dan keluargamu akan hancur dan musnah ditangan ku '' hahaha....... hahaha......


pria itu duduk dan menikmati minuman yang tersedia didepannya dia sedang membayangkan kemenangannya nanti.


5 bulan kemudian dimana hari ini adalah waktunya berlian untuk melahirkan bayi kembarnya, sejak pagi tadi berlian sudah merasa mulas dan merasa sakit tapi dia berusaha untuk membawa berjalan jalan seperti saran Dokter, dan Raka sang suami tercinta selalu menemani istrinya dengan tingkah yang membuat semua orang juga kadang ikut berteriak.


Bagaimana tidak setia berlian merasa kesakitan itu akan membuat dia tidak kuat dan ikut kesakitan sehingga dia berteriak seperti sekarang ini.


''Duh mas...sakit bangat ini''


''Yaaaaaaa........dia kesakitan lagi''


Teriakan Raka memenuhi mansion dan mengundang teriakan yang lain siapa lagi pelakunya kalau bukan Rendi, david, Samuel dan hans.


''Yaaaaa .....dia kesakitan lagi....''


begitu seterusnya sampai membuat Herman dan rannga hampir serangan jantung mereka berdua berpikir yang kesakitan siapa? lalu yang teriak siapa? sungguh tidak masuk akal.


Bahkan saat berlian dibawa masuk kekamar yang disediakan untuk bersalin dan juga operasi kalau tiba-tiba ada masalah menjadi rebutan yang lagi lagi membuat Herman,Rangga , Sinta dan anggun jadi dongkol.


Raka masuk untuk menemani sang istri untuk melahirkan bayi mereka, tapi 4 pria dewasa itu juga tidak mau ketinggalan.

__ADS_1


tetap setia ya di cerita berlian dan Raka 🙏🙏🙏🙏👌👌👌👌😜😜😜😜💓💓💓🌹🌹🌹


tetap beri dukungan buat author teman teman semua.


__ADS_2