Takdir Cinta Aleesha

Takdir Cinta Aleesha
Bab. 14. Perhatian di Balik Layar


__ADS_3

Masih saja canggung, itu yang Aleesha dan Asbram rasakan, saat mereka berada di dalam satu ruang lift yang sama.


Dia bersandar pada pembatas dinding lift, memperhatikan dengan seksama sosok perempuan yang berdiri mematung membelakangi dirinya, berdiri tepat di depan pintu lift.


'Andai saja kamu gadis itu.' Gumam Asbram dalam hati.


'Kenapa kamu juga hanya diam, tanpa bicara sepatah katapun.'


Aleesha yang berlagak cuek, sebenarnya ingin sekali menyapa dan bersikap lebih akrab, layaknya mereka saling kenal.


"Huufff." Keluhnya.


Sesak rasanya di dalam ruang lift yang sebenarnya sejuk namun terasa gerah bagi Aleesha.


"Kenapa ? Apa kamu masih sakit ? Kalau iya, lebih baik kembali ke kamar, atau mau saya panggilkan Dokter ?"


Aleesha hanya menggelengkan kepala, sebagai pengganti jawaban atas banyaknya pertanyaan yang di tujukan kepadanya.


"Oh, baiklah." Komentar singkat Bram.


Sikapnya kembali seperti semula. Cuek dan diam seolah dua orang yang tidak saling mengenal.


Ting ...


'Akhirnya.' Lega hati Aleesha.


Pintu lift terbuka di lantai yang mereka tuju.


"Mbak Icha !" Panggil Widya geregetan.


Sama halnya dengan Aleesha yang merasa bisa bernafas lega, saat keluar dari dalam lift, begitupun dengan Widya yang berteriak lega melihat ownernya telah tiba di saat yang tepat.


"Kenapa Wid ?"


"Masih juga tanya kenapa, panik tau, Mbak Aleesha gak datang-datang." Jawabnya terdengar bete.


"Biasa saja kali, jangan manyun gitu." Goda Aleesha.


"Tapi, ngomong-ngomong, Mbak Aleesha sendirian ?"


Ditengoknya tidak ada siapa-siapa di sekeliling atasannya.


'Iya juga ya, kemana perginya tu orang, cepat sekali ngilangnya.' Pikir Aleesha yang sempat memastikan kalau memang tidak ada siapa-siapa di belakangnya.


"Memang seharusnya saya sama siapa ?" Tanya Aleesha memancing.


"Eehmm...Pak Bram ?"

__ADS_1


'Dari mana dia tahu soal Bram ?' Pikir Aleesha penuh selidik.


"Ngaco kamu, mana ada Bram disini." Jawab Aleesha asal.


"Cie cie, sudah biasa panggil nama ya." Goda Widya.


"Apaan sih, saya kan cuma menirukan omonganmu saja." Sanggahnya.


"Hhhhmm... tapi, beneran dech, tadi Pak Bram sendiri yang bilang, mau jemput Mbak Icha ke kamar, sekalian memastikan kalau Mbak Icha baik-baik saja.


"Mana coba ? Udah ach, buruan make up." Cegah nya lagi.


'Pasti ada yang mereka sembunyikan dari ku.' Kecurigaan Widya.


***


🎤 "Inilah yang kita tunggu-tunggu, bukan hanya ilmunya yang kita butuhkan, tapi juga senyum manisnya juga kita rindukan, siapa lagi kalau bukan leader cantik kita, Aleesha Zavira !"


Lantang suara MC memanggil namanya untuk naik ke panggung.


🎤 "Bukan hanya cantik ya Bang, tapi juga menarik, energik, smart, apalagi kira-kira predikat yang pas kita sisipkan untuk leader cantik kita kali ini ?" Sahut seorang MC yang lain.


🎤 "Iyes betul, Kak Mel, pokoknya semua yang baik-baik ada pada Kakak Cantik kita Aleesha !"


Aleesha melenggang ditengah-tengah ocehan para pembawa acara dari kursi undangan VVIP menuju panggung,


Senyumnya tetap manis mengembang, meskipun sebenarnya badannya masih lemah lunglai, tapi demi berjalannya acara dia rela.


"Mas Bro, coba perhatikan, Aleesha kelihatan pucat, apa dia sakit ya ?" Gumam Dokter Arya setengah bertanya kepada Asbram di sampingnya.


Namun yang diajak bicara diam membisu.


"Hah, mana tau dia, hatinya saja gak peka." Celoteh Dokter Arya sendiri.


"Dokter, kelihatannya Aleesha sakit deh." Kata Keysha.


"Iya, suaranya juga gak selantang biasanya."


Bukan hanya Widya yang khawatir dengan kondisi fisiknya, tapi ternyata sahabat-sahabat Aleesha juga merasakan hal serupa.


Namun apapun yang terjadi, Aleesha tetap berusaha tampil maksimal, hingga waktu yang diberikan untuk dia berakhir.


🎤 "Terimakasih Kakak Aleesha, mohon untuk tetap di panggung, ada satu lagi penghargaan dari 'Star Group', karena acara yang Kakak bawakan mendapatkan rating tertinggi pada kategori Bisnis dan Kegemaran Pemirsa." Informasi dari pembawa acara.


🎤 "Betul sekali, kali ini Direktur Utama 'Star Group' yang akan menyampaikan sebuah penghargaan dan reward khusus untuk Aleesha Zavira. Kepada Bapak Direktur kita, Bapak Asbram Purnama, kami persilahkan."


Tepuk tangan ramai terdengar memenuhi aula besar hotel ini. Pembawaannya yang berwibawa membuat semua mata dan bibir berdecak kagum dibuatnya.

__ADS_1


Asbram Purnama, pesonanya memang tiada duanya.


'Ya Allah, bukankah Engkau telah mempertemukan aku dengan jodohku, tapi kenapa kami begitu kelihatan jauh ? Bahkan aku tidak tahu, kalau dia yang akan memberikan penghargaan sebagai wakil dari Star Group, apakah dia benar-benar Engkau pertemukan untukku, ataukah hanya sebagai rest area yang harus aku lewati sebelum benar-benar bertemu jodohku ?' Tangis hati Aleesha.


Semakin Asbram melangkah, semakin dekat jarak diantara mereka, semakin kencang pula debaran jantung Aleesha.


🎤 "Sebuah penghargaan besar dari Star Group, atas apa yang diberikan Aleesha untuk pemirsa StarTeVe. Sekali lagi selamat untuk Aleesha Zavira !"


Tepuk tangan para undangan kembali riuh, ikut merasakan kebahagiaan yang Aleesha rasakan saat ini.


"Segera turun dan istirahatlah." Kata Asbram setengah berbisik, disela-sela pemberian penghargaan.


Deg ...


'Kenapa kamu selalu memberikan perhatian dibalik layar.' Sesak hati Aleesha.


🎤 "Aleesha Zavira, mungkin ada yang ingin disampaikan ?" Tanya salah satu dari pembawa acara.


Aleesha meraih mix kembali, meskipun dia rasakan sentuhan jari Asbram yang seolah memberikan kode untuk tidak bicara terlalu banyak.


"Tidak banyak yang akan saya sampaikan, pada intinya saya atas nama pribadi mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan memberikan support, sehingga acara ini berjalan dengan lancar. Terutama kepada StarTeVe yang selalu memberikan ruang untuk kita tetap berkarya, terimakasih, jaya selalu StarTeVe Group."


Begitu sekelumit kalimat yang dia sampaikan, sebelum berjabat tangan dan akhirnya turun dari panggung.


🎤 "Terimakasih kepada Bapak Asbram dan Aleesha, kami persilahkan untuk kembali ke tempat undangan." Kata seorang pria pembawa acara.


Asbram masih sempat menawarkan jemari tangannya untuk menggandeng tangan Aleesha bersamaan turun dari panggung.


'Lagi-lagi kamu membuat hatiku meleleh, Bram.' Komentar sisi hati Aleesha.


🎤 "Bang, Bang, kalau dilihat-lihat, Bapak Direktur kita ini cocok lo sama bintang tamu kita Aleesha." Canda seorang pembawa acara wanita.


🎤 "Betul juga, dua-duanya masih sama-sama single, betul tidak ?" Balas candanya. Namun pertanyaan pembawa acara kali ini tertuju kepada audiens.


"Betul !" Jawab mereka serentak.


Terlihat senyum simpul pada ujung bibir Asbram. Sontak hal itu membuat pipi Aleesha merah merona.


🎤 "Dilihat dari segi manapun, mereka mempunyai banyak kemiripan ya Bang ?" Komentar salah satu pembawa acara, meminta pendapat.


🎤 "Benar sekali, jangan-jangan mereka berjodoh."


🎤 "Kita do'akan saja Bang, biar tidak berlama-lama Direktur ganteng kita menjomblo."


Bak gayung bersambut, apa yang dilontarkan pembawa acara mendapat dukungan dari para undangan dan peserta seminar yang hadir.


Sorak sorai dan tepuk tangan, bahkan terdengar juga bunyi siulan terdengar mendukung keduanya. Seolah tema acara malam ini 'Asbram dan Aleesha'.

__ADS_1


Namun, semakin ramai mereka berteriak, semakin membuat kepala Aleesha pusing, pandangan matanya berkunang-kunang dan entah apa yang terjadi setelahnya, dia sendiri tidak tahu.


Next On ---------------->


__ADS_2