
...happy literasi beloved readers...
Oma Kailani kemudian di dorong ke ruang rawat inap pavilium setelah melakukan serangkaian pemeriksaan medis. Walaupun Alana merasa kurang nyaman namun ia berusaha bersikap baik di depan sang mertuanya.
"Gimana keadaan mama ,,," ucap Alana basa basi
"Seperti yang kamu lihat. " balas oma Kailani ketus karena tahu bagaimana sifat menantunya itu.
Sejak awal hubungan antara mertua dan menantu memang kurang baik. Oma Kailani tak menyukai sifat sang menantu yang sombong akan tetapi karena anak bungsunya itu sangat mencintainya maka demi kebahagiaan putranya, oma Kailani terpaksa merestuinya dengan harapan suatu saat menantunya itu bisa berubah.
"Mas kita pulang aja, mama kan sudah membaik dan cucu kesayangannya pun sudah datang jadi kita gak perlu lagi berada di sini. " ucap Alana menatap sinis pada Ratu
"Maaf tante, kalau mau pulang silahkan aja, gak usah menjadikan istri saya sebagai alasan. " Rafka tak dapat lagi menahan diri untuk tidak bersuara, sejak mereka tiba Alana selalu menatap sinis pada Ratu entah apa penyebabnya.
"Zeno, benar kata istrimu jangan diam saja, cepat bawa dia pulang, mungkin ada acara dengan teman-teman sosialitanya." sindir oma Kailani
"Benar kata mama, kami ada disini." timpal Sita jengah.
"Baiklah ma, kak ,,, kami pamit."ucap Zeno berpamitan pada oma Kailani dan papa Ratu.
"Kami pulang dulu, nak ,," lanjutnya berpamitan pada Rafka.
Tak lama kemudian papa dan mama Ratu pun menyusul Zeno karena melihat mamanya kondisinya mulai membaik. Zayyan memberi kode pada Rafka agar mengikutinya keluar kamar.
"Ada apa, pa ,,,," tanya Rafka setelah mereka tiba diluar.
"Nak Rafka sudah lihat berita keluarga kita ??"
__ADS_1
"Sudah pa, tapi gak usah di pikirkan. Aku sudah menyuruh pengacara mengatasinya. "
"Terima kasih nak, papa khawatir akan berdampak pada perusahaan. "
Rafka hanya mengangguk dan tersenyum kecut tak menyangka jika mertuanya lebih memikirkan perusahaannya daripada perasaan anak dan keluarga besarnya.
"Baiklah, papa pulang dulu ,,, kalau ada apa-apa kabari papa. "
"Pasti pa, hati-hati di jalan." kemudian Rafka secepatnya kembali kedalam ruang rawat oma.
Rafka tak habis pikir dengan keluarga wanita yang menyandang status istrinya yang lebih akrab dengan tante dan omanya daripada kedua orang tuanya. Hatinya seketika terasa sakit melihat kenyataan yang ada.
'Aku akan memberimu kebahagiaan sebuah keluarga yang utuh padamu.' batin Rafka
Oma Kailani menyuruh Rafka mendekat saat melihatnya menutup pintu perlahan. Walaupun sedang kurang fit akan tetapi oma Kailani tetap berusaha agar cucu kesayangannya tidak mengambil langkah yang salah dengan menyia-nyiakan pria sebaik Rafka.
"Benar kata Ratu, mama istirahat agar cepat pulih. Kami disini bersama mama. " Sita ikut menimpali.
"Kalau oma memikirkan berita-berita itu, maka oma jangan khawatir karena pengacaraku sudah menanganinya." Rafka kembali menegaskan, ia tak ingin wanita yang sangat di sayangi oleh istrinya merasa khawatir.
Rafka bingung dengan dirinya yang selalu ingin melihat Ratu tersenyum, selama ini Ratu memang selalu tersenyum jika bersama dengan teman-temannya namun ia merasa ada yang janggal dalam senyumannnya.
"Terima kasih nak ,,, oma sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan keluarga kami dari rasa malu. " ucap oma Kailani pelan dengan matanya berkaca-kaca.
"Bukan menyelamatkan oma, tapi memang aku melakukannya dengan ikhlas. Aku ingin mewujudkan harapan kakek dan membina rumah tangga dengan penuh kasih sayang dan cinta sehingga anak-anak kami kelak tumbuh dengan limpahan kasih sayang. Kami akan memulai dari awal, walaupun kita sama-sama tahu bahwa Ratu sama sekali belum mencintaiku dan akupun masih bingung dengan perasaanku sendiri akan tetapi aku berjanji pada oma dan tante Sita jika suatu saat kami akan seperti pasangan suami istri pada umumnya. "
"Aamiin Yaa Rabbal Alaamiin ,,," oma dan tante Sita mengaminkan ucapan Rafka dengan khusyu '.
__ADS_1
Ratu tercekat dan menatap pria dingin yang berdiri berseberangan dengannya tak menyangka jika Rafka akan mengeluarkan kata-kata yang panjang seperti itu. Sama halnya dengan Ratu, sang asisten pun ikut melongo untuk kesekian kalinya tak percaya dengan pendengarannya sendiri.
"Kak ,,, itu beneran kak Rafka kan ??" Alika pun bertanya tak percaya seraya memukul lengan Randy.
"Iyalah, emangnya hantu ??" kesal Randy karena dikejutkan oleh Alika
Oma Kailani meraih tangan Ratu dan Rafka kemudian menyatukannya diatas perutnya.
"Oma harap kalian akan tetap bersama dan saling menggenggam seperti ini apapun ujian dalam pernikahan kalian ke depannya. "
"Tentu oma, kami tidak akan mengecewakan oma. " ucap Rafka secepatnya sebelum Ratu bersuara.
"Sayang, kamu mau berjanji kan ??? demi oma ,,," dengan tatapan penuh harap oma Kailani menyadarkan Ratu dari lamunannya.
"Entahlah oma, biarlah waktu yang menentukan. "
Oma Kailani menarik napas panjang mendengar ucapan cucu kesayangannya. Ratu memang wanita yang tegar namun sebagai seorang gadis, ia juga memiliki hati yang bagaikan kristal, di saat seseorang telah melukainya maka akan sulit untuk memperbaikinya. Oma Kailani hanya bisa berdoa semoga Rafka mampu menata kembali hati cucunya.
Ratu bukannya bermaksud ingin mengecewakan sang oma, hanya saja saat ini ia tak bisa menjanjikan dan memberikan harapan pada oma Kailani karena ia sendiri pun tak yakin dengan pernikahannya.
💞💞💞💞
Maafkan Othor kemarin gak up karena sibuk urusan anak.
Semoga hari kalian menyenangkan
Dan terima kasih dukungannya
__ADS_1