
...happy literasi beloved readers...
Suasana tenang pada ruangan Ratu berbanding terbalik dengan ruangan Rafka. Karena pintu ruangan pnya sedikit terbuka maka terlihatlah adegan drama sepasang kekasih. Ruang kerja Ratu yang kedap suara menjadikan tontonan tersebut bagaikan sebuah adegan bisu.
"Waahhh ,,, adegan drama live sedang terjadi pada ruangan seberang. " seru Andhini menghentikan pekerjaannya.
"Jangan turut campur." ucap Ratu tetap fokus pada gambarnya
"Sorry tapi ini sangat menarik, aku buka sedikit pintunya. " jiwa kepo Andhini meronta-ronta.
Melihat sahabatnya membuka pintu ruangannya, ia segera mengambil headset dan memasang di telinga mendengar lagu sambil menggambar bagi Ratu tak ada gunanya mendengar sesuatu yang bukan urusannya.
"Apa sih kelebihan wanita itu hingga kamu rela menjadi pengantin penggantinya. " Mariska setengah berteriak tak terima dengan pernikahan Rafka.
"Kelebihan apa yang kamu miliki hingga mempertanyakan kelebihan istriku. Aku menikahinya tentu saja karena dia adalah jodohku." balas Rafka emosi.
"Randyyyyyy ,,,, panggil keamanan seret wanita ini keluar. " Teriakan Rafka menggelegar membuat Andhini terlonjak kaget dan menyudahi aksi keponya.
"Kamu kenapa ,,," Ratu mengerutkan alisnya bingung
"Singa jantan lagi ngamuk. "
Ratu kembali melanjutkan gambar desain sebuah kalung, ia tak mendengar ucapan Andhini karena headset di telinganya masih bertengger dengan manis.
Hingga waktu jam istirahat siang tiba, Ratu belum beranjak dari meja panjang yang terletak di tengah ruangan.
"Dhin, pesan makanan aja ya tanggung nih gambarku."
"Seperti biasa kan ????"
Lagi-lagi Ratu tak menjawab karena headset masih melekat sempurna di telinganya. Dengan kesal Andhini menarik headset tersebut dan meletakkan dengan kasar.
"Ada apa ,,," tanya Ratu datar
__ADS_1
"Dari tadi hanya kamu yang ngomong giliran aku yang ngomong kamu gak dengar gara-gara benda sialan ini. " Andhini mengomeli Ratu
"Memangnya kamu ngomong apa ,,," Ratu menatap Andhini dengan polosnya
"Gak jadi !! sudah basi !!"
"Aku atasanmu kalau-kalau kamu lupa. "
"Iya aku tau gak usah diingatkan lagi. "
Ratu dan Andhini kembali menyelesaikan pekerjaan masing-masing sambil menunggu pesanan mereka.
tok tok tok
"Masuk ,,," Andhini mempersilahkannya masuk.
"Maaf nona, bos akan memesan makan siang dan menanyakan nona mau makan apa sekalian kami pesan"
"Terima kasih kak, tapi kami sudah pesan jadi gak usah repot-repot. " ucap Ratu lembut.
Randy kemudian meninggalkan ruangan Ratu dan kembali ke ruangan bosnya. Rafka berharap bisa makan siang bersama agar bisa menjelaskan tentang kedatangan Mariska karena ia yakin Ratu melihatnya. Ia tak ingin kesalahpahaman diantara mereka semakin dalam.
"Maaf bos, nona Ratu sudah memesan makanan. " ucap Randy sebelum ditanya.
"Ya sudah, pesan makanan buat kita saja. "
Mendengar perintah bosnya dan karena perutnya juga sudah meminta haknya, Randy langsung memainkan jarinya dengan lincah memesan makanan lewat aplikasi.
"Kemajuan hubungan bos dan nona sudah sampai dimana ,,,"
"Gak sampai mana-mana. " jawab Rafka tak bersemangat
"Maksudnya bos ???" Randy tak paham maksud ucapan Rafka
__ADS_1
"Jalan di tempat. Gak ada kemajuan. "
"Kalau boleh aku saran, lebih baik bos tinggal di rumah sendiri agar bebas berbuat apa saja untuk meluluhkan hati nona Ratu. "
"Aku memang merencanakan itu akan tetapi oma baru saja keluar dari rumah sakit. Ratu pasti menjadikan hal itu sebagai alasan. "
"Bos harus berbicara dari hati ke hati sama oma Kailani. Aku yakin beliau bisa mengerti. Bukankah beliau mendukung pernikahan kalian ???"
"Tumben otakm bekerja dengan baik." ucap Rafka seenaknya.
'Di penjara gak ya kalau bunuh orang. ' gumam Randy pelan namun masih terdengar oleh Rafka.
"Bukan hanya di penjara tapi juga berdosa. Apalagi kalau aku yang kamu bunuh. " balas Rafka kesal.
Perdebatan mereka terhenti saat di muka pintu berdiri seorang pria yang mengantarkan pesanan mereka. Randy langsung mengambil kresekan yang berisi makanan mereka.
"Terima kasih pak. " ucap Randy setelah menerima makanannya.
"Permis pak. " pamit pri tersebut.
Randy segera membuka dan menata makanan tersebut diatas meja. Mereka tak memerlukan piring dan langsung menyantapnya.
Sedangkan di ruangan Ratu Baik tampak Andhini dan Ratu bersuka cita menikmati makanan favorit mereka. Baik Rafka maupun Randy penasaran dengan keributan yang terjadi di seberang sana. Mereka hanya berdua namun ramadhan luar biasa.
Rafka menghentikan makannya, ia menatap Ratu yang tertawa lepas bersama sekretarisnya sangat berbeda ketika sedang bersamanya, tak ada senyum apalagi tawa.
"Sabar bos, semua akan indah pada waktunya. " ucap Randy prihatin
"Semoga. " balas Rafka pendek.
💞💞💞💞
Selamat Malam
__ADS_1
Bersambung