TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 56


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


"Mas , bangun ,,," Ratu berusaha melepaskan, diri dari pelukan erat suaminya.


Karena kesal Rafka tak bergeming maka Ratu menggigit dada bidang pria yang terlihat damai dalam tidurnya.


"Awww ,,, " Rafka berteriak karena merasakan sakit berusaha mengumpulkan nyawanya.


"Astaga sayang, apa yang kamu lakukan, kenapa menggigitku ?? Masih ingin melanjutkan lagi ??? ayo mumpung tiangnya masih tertancap sempurna walaupun masih tidur. " lanjut Rafka antusias


"Mesum ,,, itu saja di otakmu, mas. Aku pingin buang air kecil mas tapi gak bisa gerak."


"Ya, padahal DIA masih betah berada di sana. " keluh Rafka kecewa.


Rafka kemudian melepaskan pelukannya memberi ruang agar Ratu bisa bergerak, walaupun terpaksa dan sedikit kecewa namun tak mungkin dirinya berlaku egois lagian hanya berkunjung ke kamar mandi.


"Ssssshhh ,,,, aduh awwww ,,," Ratu meringis kesakitan di bagian intinya.


"Sayang, kamu kenapa ??? itu udah sakit ??? maafkan ya, mas rapel makanya menikmatinya lama dan panjang. " ucap Rafka dengan wajah bersalah.


"Mas, gak usah ngomong, tanggung jawab ,,, gendong aku ke kamar mandi." perintah Ratu dengan wajah menahan malu. Sungguh ia sangat malu mengingat bagaimana dirinya ikut menikmati pergulatan panas mereka sehingga mengabaikan rasa sakit di bagian tubuhnya.


Rafka segera menggendong Ratu ala bridal style masuk ke kamar mandi dan kemudian mendudukkannya pelan diatas kloset dan berdiri di depan Ratu, menunggu wanitanya itu menyelesaikan aktivitasnya.


"Pakai air hangat cucinya, honey agar sakitnya berkurang. "


"Mas ngapain berdiri di situ ,,, ke,ujar sana. "


"Gak apa-apa honey, daripada mas bolak balik kan lebih baik berdiri di sini aja. "


"Mas keluar dong ,,," rengek Ratu, ia malu karena dirinya maupun Rafka masih kondisi naked dan suaminya itu berdiri dihadapannya otomatis mereka saling menatap tubuh masing-masing.


"Mas membelakang aja, lagian kenapa mesti malu sih, semua kan sudah mas liat, raba dan nikmati. Yang seperti ini harus dibiasakan, honey. "


"Mas, sudah ,,," panggil Ratu sambil berusaha meraih handuk yang tergantung tak jauh dari tempatnya duduk.


"Kenapa harus ditutup, honey. " ucap Rafka segera mengangkat tubuh Ratu sehingga wanita itu tak jadi mengambil handuk tersebut.


Melihat senyum Rafka, perasaan Ratu kembali kacau, ia tidak mungkin membiarkan suaminya itu kembali menggempurnya karena inti tubuhnya benar-benar masih terasa perih.


"Mas, aku pengen istirahat. "

__ADS_1


"Tentu honey, sini mas obati dulu. " Rafka segera membuka paha Ratu lebar-lebar dan matanya membola dengan sempurna melihat hasil perbuatannya. Inti tubuhnya istrinya bengkak. Dengan rasa bersalah ia segera mendekatkan wajahnya dan menciumnya sekilas sebelum ia meniupnya untuk mengurangi rasa sakitnya.


"Mas, hentikan !!" Ratu berteriak karena geli bercampur malu dengan kelakuan Rafka.


"Tidur yang cukup, honey ,,, mas mandi dulu. " Rafka lalu bergegas masuk kamar mandi.


Ratu berusaha memejamkan matanya setelah memakai baju ala kadarnya. rasa lelah dan ngilu di sekujur tubuhnya membuatnya tak memperdulikan keadaannya yang mau dari kata baik-baik saja.


Sang penyerang kemudian menyelesaikan mandinya hanya dalam beberapa menit, setelah itu ia menuliskan pesan lalu meletakkan di dekat ponsel wanitanya agar ketika bangun tak kebingungan mencarinya. Sekilas Rafka ******* lembut bibir istrinya dan segera menyudahinya.


"Obat surgaku lebih penting ,,," gumamnya tersenyum geli.


Mama Lilian melihat Rafka berjalan tergesa-gesa menuju lift dan segera memburunya, jiwa kepo mama Lilian meronta-ronta meminta kejelasan.


"Raf !!!!" suara mama Lilian menghentikan langkah Rafka


"Ada apa mama pagi-pagi sudah diluar kamar ,,,"


"Justru mama yang harus bertanya seperti itu, ngapain kamu pagi-pagi sudah lari-larian kayak gitu, mana mantu mama. "


"Anu ma ,,, e ,,, itu ,,, anu ,,,,"


"Aku harus ke apotek ma, soalnya Ratu sakit. "


"Apa ??? mantu mama sakit ???"


" Iya ma, tapi bukan sakit biasa ,,," Rafka menggaruk kepalanya bingung bagaimana menjelaskan pada wanita yang sangat berusaha dalam hidupnya ini.


"Maksudnya ??? Jangan-jangan kamu sudah menjebol gawang istrimu dengan sangat ganas dan tak berperasaan. " tuduh mama Lilian dengan mata tajam. Gelagat putranya itu sangat mencurigakan.


"Hehehe ,,, gak gitu juga sih, ma ,,, hanya saja punya Ratu memang kecil dan sempit jadinya ya seperti itu deh." Rafka cengengesan salah tingkah.


"Gak usah ke apotek, mana ada apotek buka jam segini lagian orang-orang pada liburan tahun baru. Mama bawa kok obat untuk itu, buat jaga-jaga manatau kalian membutuhkannya. " seketika senyum lebar bertengger manis dibibir Rafka. Mamanya memang is the best, selalu siaga.


"Makasih ma ,,," Rafka memeluk mamanya beruntung tak ada tamu hotel yang melihatnya.


Rafka kemudian mengikuti langkah kaki mamanya menuju kamar Yang bersebelahan dengan kamar oma Kailani dan berdiri di luar kamar menunggu sang mama, walaupun kamar tersebut adalah kamar kedua orang tuanya namun Rafka tak ingin menerobos masuk mengingat di dalam kamar ada papanya. Rafka bisa membayangkan kondisi papanya saat ini karena mereka berdua setiap saat layaknya pengantin baru.


"Ini, cepat oleskan pada istrimu dan ingat segera produksi anak yang banyak buat mama ." Mama Lilian memberikan salep pada putranya.


"Papa masih tidur ya, ma ,,,"

__ADS_1


"Masih, kelelahan dia ,,," balas mama Lilian tersenyum malu-malu


"Alaah mama gak usah malu-malu gitu, sudah sering juga. "


"Dasar anak gak ada akhlak, sana kembali ke kamarmu dan ingat pesan mama. "


Sebelum tangan mama Lilian ikut berbicara, Rafka segera berlari ke kamarnya. Ia ingin segera mengobati surganya agar dirinya kembali bisa berlabuh selama yang ia inginkan. Ternyata senikmat itu surga dunia, pantas saja orang-orang merasa ketagihan jika sudah pernah melakukannya.


Setibanya dikamar, Rafka segera membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya, kemudian perlahan ia mengoleskan salep. Ia meringis melihat surganya bengkak dan memerah.


"Ternyata aku sangat ganas semalam. Maafkan aku honey, cepat sembuh dan aku akan melakukannya perlahan. " gumam Rafka sambil mengoleskan salep pemberian mamanya.


"Kita gak akan melakukannya selama satu minggu, mas. Alu gak mau sakit lagi. "ucap Ratu yang ternyata sudah bangun dan melihat kearah Rafka yang sedang mengobatinya.


"Honey, jangan jadi istri durhaka dengan membuatku berpuasa lagi, masa hanya sekali, itu sama saja dengan icip-icip doang."


Melihat wajah menyedihkan suaminya menjadikan Ratu tertawa geli, pria minim ekspresi dan sangat di segani dalam dunia bisnis ternyata bisa juga terlihat sangat menyedihkan.


"Mas, aku lapar ,,,"


"Kita makan dikamar aja. Hari ini kegiatan kita hanya di kamar, kasihan kamu belum bisa berjalan normal. " Rafka tersenyum menggoda.


Ratu hanya bisa mengangguk dan menuruti semua perkataan Rafka, ngotot ingin keluar juga tak mungkin melihat sekujur tubuhnya penuh tanda kepemilikan pria yang terlambat mereguk nikmatnya surga dunia.


Rafka segera memesan sarapan untuk mereka berdua setelah itu mengirimkan pesan pada mamanya agar tak seorang pun mengganggunya.


"Mas, lain kali jangan meninggalkan bekas di leher, mana banyak pula. " Ratu mengomel melihat pantulan dirinya di cermin. Walaupun ia masih ditempat tidur namun sebuah cermin di depan ranjang memudahkannya untuk melihat dirinya.


"Pasti honey, mas janji, lain kali mas akan melukis yang banyak di tempat yang tertutup." mata Rafka mengerling genit.


"Kamu mandi dulu, honey sebelum room service mengantar sarapan kita. " Rafka langsung mengangkat tubuh istrinya. Ia tak ingin orang lain melihat istrinya dengan baju ala kadarnya begitu. Cukup dirinya saja yang melihatnya.


💞💞💞💞


Selamat pagi menjelang siang


Jangan lupa dukungannya ya,,,


Selamat Tahun baru dan selamat mengisi lembaran baru ditahun 20222


^^^Makassar, penghujung tahun 2021^^^

__ADS_1


__ADS_2