TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 73


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Tiba di rumah oma Kailani, pasangan mama Lilian dan papa Bram segera turun dari mobil dan menghampiri empunya rumah di taman belakang, tempat favorit wanita bersahabat itu. Keduanya langsung masuk begitu sama karena para ART sudah mengenal mereka dengan baik.


"Tante, maafkan kami yang tidak becus mendidik anak tak tahu diri itu. " Mama Lilian menghambur ke pelukan oma Kailani sambil terisak.


"Sudah ,,,, sudah ,,, semua sudah terjadi tak ada yang perlu di tangisi. " oma Kailani mengurai pelukan mama Lilian.


"Menantu kami saat ini dimana, tante ,,," papa Bram sangat mengkhawatirkan kondisi Ratu yang saat ini te gak hamil muda.


"Entahlah, kota tunggu saja dia mengabari kita. " balas oma Kailani pasrah.


"Semoga saja menantu dan cucu kita segera pulang. " timpal mama Lilian masih dengan airmatanya yang tak terbendung.


"Jangan khawatir, cucuku itu sudah terbiasa merasakan sakit hanya saja jika dia sampai menjauh berarti harga dirinya pasti terluka. Doakan saja agar dia tak menemukan cintanya ditempat lain. Seperti halnya dengan putra kalian yang masih begitu peduli dengan masa lalunya. Biarlah untuk saat ini mereka menyelami hati masing-masing agar di kemudian hari tak terjadi lagi hal yang seperti ini jika mereka masih di beri kesempatan untuk bersama. " sesungguhnya oma Kailani pesimis dengan kepergian Ratu kali ini."


Mendengar penuturan oma Kailani, baik mama Lilian maupun papa Bram terdiam kaku. Jika tante Kailani saja terdengar sangat pesimis bagaimana dengan kami ? mama Lilian berpikir keras bagaimana supaya menemukan Ratu secepatnya dan membujuknya agar kembali berkumpul dengan suaminya.

__ADS_1


Matahari perlahan tenggelam menyembunyikan sinarnya dan mama Lilian serta papa Bram masih berada di rumah oma Kailani, seolah mereka tak ingin pergi karena menunggu kabar menantunya. Akhirnya mereka makan malam bersama dalam kesunyian, tak ada yang bersuara hingga menuntaskan makanannya.


Sementara di salah satu sudut kamar mewah hotel KAIL_NA , Rafka duduk dengan menelungkupkan kepala diantara lututnya. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya, otaknya tak mampu lagi berpikir, hanya bisa merenung dan merenung tak ada habisnya. Sesekali ia meraung frustasi.


Lain halnya dengan Nadia yang diseret paksa oleh orang suruh papa Bram, dengan tanpa perasaan mereka terus menarik paksa wanita yang berteriak tak ingin meninggalkan rumah Rafka.


"Kalian tidak ada hak menyuruhku keluar dari sini !!! lepaskan aku !!!"


"Kami akan melepaskan kamu setelah sampai di hutan dan menjadi santapan binatang buas. " ucap salah satu pria bertubuh besar itu.


"Rafka yang membawaku kemari maka dia pula yang harus menyuruhku keluar, walaupun itu tak mungkin karena dia masih mencintaiku. "


Bukkkk


Pria yang memegang Nadia kemudian memukul tengkuknya dan membuat wanita itu bungkam seketika. Security yang bertugas dan ART yang menyaksikan peristiwa itu hanya diam karena sesungguhnya mereka pun tak menyukai kehadiran Nadia yang seperti layaknya nyonya besar padahal nyonya mereka saja tak sombong seperti itu.


Mobil yang membawa Nadia kemudian meninggalkan halaman rumah Rafka dan Ratu diiringi dengan senyuman puas para ART.

__ADS_1


●●●●●


Di dalam kendaraan bersayap yang sedang berada diatas awan pekat seorang wanita cantik menatap keluar jendela seolah mencari sebuah cahaya dibalik gelapnya awan, matanya menatap lurus sambil sesekali mengusap lembut perutnya.


Berbagai rencana telah ia susun rapi didalam benaknya. Walaupun menurut keluarganya dirinya lemah dalam pelajaran namun ia memiliki kelebihan yang tak ada satupun dalam keluarganya miliki. Mungkin karena terbiasa hidup mandiri dan berjuang sendiri sehingga ia tak mengenal kata putus asa. Baginya hidup adalah perjuangan.


Larut dalam pikirannya hingga Ratu tak menyadari jika perjalanannya telah tiba pada tujuannya.


"I'm coming New Delhi " gumam Ratu tersenyum manis menghirup udara negara yang akan menjadi tempatnya memulai hidup barunya bersama janin didalam kandungannya.


Ratu sengaja memilih negara yang terkenal dengan gadis-gadis cantik dan filmnya yang mengundang decak kagum. Ia tertarik dengan berbagai perhiasan yang melekat indah dan sempurna pada wanita India.


Masih dengan senyumnya Ratu melangkah keluar dari bandara mencari taksi yang akan membawanya ke hotel ya g telah ia booking beberapa hari yang lalu.


💞💞💞💞


Selamat menikmati readers

__ADS_1


terima kasih atas dukungannya


love you more


__ADS_2