
...happy literasi beloved readers...
Malam hari setelah selasai makan malam, Oma Kailani, Rafka dan Ratu berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar berbincang-bincang ringan sebelum tidur. Kesempatan tersebut di manfaatkan oleh Rafka untuk mengutarakan keinginannya.
"Gimana kesehatan oma setelah beberapa hari di rawat ,,,"
"Alhamdulillah nak, oma semakin hari semakin membaik. Hanya memang tak selincah dulu itu karena usia yang sudah tak muda lagi. "
"Kalau semisal aku dan Ratu pindah ke rumah baru, oma gak keberatan kan ??"
"Aku gak akan pernah meninggalkan oma bersama para ART !!" sarkas Ratu melotot
"Sayang, dengar dulu ,,, kita gak akan jauh dari rumah oma. Dua rumah dari sini adalah rumah kita. " Rafka berusaha sabar menjelaskan pada Ratu.
"Pokoknya aku gak mau. Dua rumah dari sini tergolong jauh. Liat gak semua rumah disekitaran sini besar semua. "
"Sayang, suamimu benar. Apa kata Alana nantinya jika kalian masih tinggal bersama oma. Kamu tahu kan bagaimana sifatnya. " oma Kailani mencoba membujuk Ratu. Satu hari yang lalu Rafka sudah membicarakan hal tersebut dengan sang oma dan beliau sangat mengerti semua demi kebaikan dan kebahagiaan cucunya.
"Oma sengaja ngusir aku ??? apa oma sudah gak sayang lagi sama aku ??" Mata Ratu berkaca-kaca membuat hati Rafka ikut tercubit.
__ADS_1
Hampir saja Rafka mengalah dan membatalkan rencananya karena tak tega melihat kesedihan istrinya namun sang oma melotot kecil padanya sehingga dengan sangat berat Rafka tetap pada pendiriannya.
Bukan tanpa alasan oma Kailani mendukung keinginan Rafka, ia sangat mengharapkan kehidupan pernikahan cucu kesayangannya berakhir dengan bahagia. Dan mungkin inilah satu-satunya cara agar perasaan cinta diantara mereka tumbuh dan berkembang.
"Oma sangat menyayangimu, sayang ,,, makanya kalian harus hidup berdua layaknya sepasang suami istri. "
Ratu hanya diam dan melotot tajam pada Rafka yang tak pernah lepas dari senyuman yang selalu membingkai wajahnya.
"Kalian istirahatlah besok pulang dari kantor kalian langsung pulang ke rumah kalian. " oma Kailani kembali menegaskan keinginannya.
Ratu tak lagi membantah, ia hanya bisa pasrah mengikuti semua keinginan oma Kailani. Ratu sangat mengenal sang oma jika sudah mengeluarkan suara dengan nada tegas dan dan datar berarti beliau tak menerima bantahan sekecil apapun.
Ratu segera masuk kedalam kamar mandi sikat gigi dan mencuci wajahnya sebelum kemudian ia mengoleskan krim pada wajah cantiknya. Diam-diam Rafka memperhatikan Ratu yang sedang memoles dirinya dengan berbagai macam krim kecantikan.
'Kapan aku bisa memiliki hatimu.' batin Rafka mencoba menutup matanya.
Melihat Rafka yang sudah tertidur pulas, perlahan Ratu naik ke tempat tidurnya. Ia tak ingin mengusik tidur pria yang telah resmi menjadi suaminya namun hatinya masih tak bisa menerimanya.
'Bagaimana caranya agar aku bisa terbebas dari pernikahan ini. ' batin Ratu mengikuti jejak Rafka.
__ADS_1
Ratu berbaring membelakangi Rafka dengan jantung berpacu dengan kencang sedangkan Rafka terlentang. Rafka kemudian membalikkan badannya menghadap Ratu yang membelakanginya dan dengan tersenyum miring tangannya memeluk Ratu.
'Ini hukumanmu karena berani membelakangiku.' batin Rafka pura-pura tidur.
Ratu tersentak merasakan tangan Rafka melingkar di perutnya padahal baru saja ia akan menyeberangi dunia mimpi. Ratu segera menyingkirkan tangan besar milik pria yang selalu membuatnya emosi.
"Jangan modus !!!" sentak Ratu kasar dan segera bangun dari tempat tidurnya. Matanya menatap nyalang pada Rafka yang masih menutup mata.
"Astaga kenapa akuharus kesal pada orang yang sedang tidur ??? mungkin dia tak sengaja." ucap Ratu pelan menyadari kekeliruannya.
Ratu kembali berbaring dengan posisi yang semula setelah Rafka kembali terlentang. Sebuah garis tipis terbit di sudut bibir Rafka memdengar ucapan Ratu. Malam ini ia sudah berhasil memulai misinya walaupun hanya sekilas namun mampu membuatnya tersenyum dalam tidur.
💞💞💞💞
Selamat sore dan selamat membaca readers
Terima kasih atas dukungannya
Love you more
__ADS_1