
...happy literasi beloved readers...
Rafka keluar kamar mencari mama Lilian, rasa ingin tahu dan ketidak sabarannya mencari kebenaran ucapan Ratu menjadikannya seperti itu. Ratu pun segera meletakkan baby Rafasha untuk menyusul sang papa muda, ia ingin mencegah suaminya itu bertindak konyol, akan sangat memalukan baginya.
"Raf ?? kenapa kamu teriak-teriak memanggil mama ??"
"Untung mama ada disini, tadi aku cari di dapur dan di kamar tapi gak ada."
"Mama sama oma menikmati waktu berdua dengan ditemani bunga-bunga yang indah, sedangkan papa di ruang kerja." balas mama Lilian menjelaskan.
"Aku ingin bertanya sesuatu sama mama dan oma."
"Tanyakan saja nak, kalau kami tahu pasti kami jawab. " kali ini oma Kailani yang bersuara.
"Rafka hanya ingin tahu berapa lama sih seorang bayi menyusui ?" pertanyaan Rafka membuat oma Kailani dan mama Lilian saling berpandangan.
"Mas !! jangan ngaco !!" Ratu setengah berteriak menghentikan Rafka namun terlambat.
"Memangnya kenapa ?? kalau dulu oma sampai dua tahun. "
"Gak apa-apa kan kalau di ganti susu formula ??" dengan wajah polosnya Rafka bertanya sesuai apa yang sering ia lihat disediakan elektronik.
"Jangan katakan ..." mama Lilian tak meneruskan ucapannya dan menatap tajam putranya sambil berdiri dan mendekati Rafka.
Plaaakkk
__ADS_1
Ratu yang tak menyangka jika mama mertuanya itu akan memukul kepala Rafka terlonjak kaget dan selanjutnya wajahnya merah karena malu .
"Ini kepala isinya jangan hanya **** melulu." ucap mama Lilian gemas.
"Lian ?? kenapa kamu memukul putramu sendiri ??"
"Otaknya harus di kembalikan ketempat semula, tante ,,, kayaknya ada pergeseran sedikit. " jawab mama Lilian asal.
"Kan aku gak tahu ma, lagian mama juga meminta cucu kedua. " Rafka membela diri seraya mengusap kepalanya untuk menghilangkan rasa sakitnya akibat pukulan sang mama.
"Mas !! cukup !!" Ratu benar-benar malu dan kesal mendengar kata-kata Rafka yang tak senonoh menyurutnya. Lagian kenapa juga Rafka harus membahas urusan ranjang dengan para orang tua.
"Astaga cukup ,,, cukup ,,, oma gak tahan mendengar kalian berdebat hanya masalah kecil seperti itu. " oma Kailani menengahi ketiganya. Kepalanya benar-benar pusing melihat anak dan mama yang kalau ngomong gak pakai filter.
"Sekarang gini, jika Ratu sudah selesai masa nifasnya maka segeralah berikan hak suamimu daripada dia tersiksa kan kasihan akan tetapi jika seandainya Ratu belum juga memberimu nafkah batin maka oma mendukungmu untuk jajan di luar. " lanjut oma mencoba memancing emosi cucu kesayangannya.
"Hanya itu kan jalan satu-satunya daripada Rafka sakit karena hasratny terpasung, semua tergantung istrinya kan, karena kuncinya dipegang oleh Ratu. " tukas oma Kailani.
Semua mata menatap Ratu yang tampak biasa-biasa saja. Tak ada protes ataupun penolakan atas usulan oma Kailani.
"Gimana sayang ?? kamu ikhlas jika Rafka mencari kepuasan di luar ??" desak oma Kailani penasaran.
"Kalau memang mas Rafka ingin mencicipi dan menebar benihnya di luar sana, ya gak masalah buatku tapi setelahnya kita duduk di pengadilan untuk menyelesaikan perceraian." jawab Ratu santai dan enteng.
"No sayang, itu tidak akan terjadi, kamu kan tahu jika ularku hanya bisa bereaksi saat bersamamu. Mas akan menunggu hingga masa nifasmu selesai dan kamu siap melakukannya, mas akan menunggu tanpa bertanya lagi. " seru Rafka kemudian menarik tubuh Ratu masuk kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Sudah jelas kan ?? walaupun menantuku masih belum memaafkanmu namun dia masih cinta dan sayang padamu, sekarang tergantung bagaimana usahamu agar bisa kembali mengunjungi pelabuhanmu dan memberikan cucu kedua pada kami. "
"Mama ??? belum hilang rasa sakit melahirkan baby Rafasha masa minta lagi yang kedua ??" sungut Ratu melihat mama mertuanya yang tak jauh berbeda dengan suaminya hanya memikirkan cucu dan ****.
"Iya nih mama suka asal. Biarkan dulu kami menikmati surga duniawi sepuasnya. Kan sudah baby Rafasha yang bisa menemani mama dan oma. " timpal Rafka lebih gesrek lagi.
"Astaga mas, daripada mulai besok mas Rafka kerja kasihan juga si Randy kelamaan mengurus perusahaan. Daripada di rumah pikirannya hanya itu-itu saja. " Ratu mengomeli Rafka di depan mama Lilian dan oma Kailani yang diam-diam tersenyum bahagia melihat keduanya.
'Semoga hubungan kalian segera membaik dan hidup bahagia.' batin oma Kailani dan mama Lilian penuh harap.
Sepertinya Rafka harus sering-sering membuat istri cantiknya kesal agar kembali seperti dulu. Suka mengomeli suaminya jika melakukan hal-hal yang tidak seharusnya.
💞💞💞
Selamat pagi,,,,maaf baru sempat up.
Othor sedang mengikuti lomba menulis ðŸ¤ðŸ¤
mampir juga dong di cerita terbaru othor
⊙ MENGUBAH TAKDIR : GEEKY'S WEDDING
⊙ RUSUK SANG BILLIONAIRE
ditunggu ya ,,,
__ADS_1
Love you all 🤗🤗🤗