
...happy literasi beloved readers...
"Gimana masalah kalian ?" melihat keduanya saling diam, papa Bram memulai percakapan.
"Dina sudah mendapatkan apartemen yang lebih besar untuk kita tinggal sementara, sambil menunggu baby boy bisa kita bawa pulang. " Rafka justru membicarakan tempat tinggal mereka.
Ratu mendengus kesal mendengar penuturan Rafka, lagi-lagi pria itu memutuskan sesuatu tanpa meminta persetujuan darinya. Benar-benar pria otoriter.
"Baguslah. Jadi hari ini nak Ratu sudah bisa keluar ?"
"Iya pa. " Ratu berusaha tersenyum manis di depan ketiga orang tua ya g sangat menyayanginya.
"Raf, segera selesaikan administrasinya. " titah mama Lilian.
"Gak perlu ma, sudah aku selesaikan kok. " ucap Ratu apa adanya.
Rahang Rafka mengeras mendengar kata-kata Ratu, harga dirinya sebagai seorang suami terluka. Istrinya benar-benar tak mengharapkan kehadirannya. Meninggalkan rumah tanpa membawa apapun bahkan sekian banyak kartu yang ia berikan ditinggalkan begitu saja diatas nakas dalam kamar mereka. Rafka hanya bisa mengusap kasar wajahnya.
"Halo semua apa kabar ,,," dokter Dina tiba-tiba masuk dengan ceria menyapa semua orang.
"Baik nak ,,," kompak oma, mama Lilian dan papa Bram
"Ck, kamu mengagetkan saja. Datang tiba-tiba dan masuk begitu aja. Ck ,,, benar-benar gak sopan. " Rafka menumpahkan kekesalannya pada Dina yang tak memperdulikan kata-katanya.
__ADS_1
"Hai boy ,,, sudah siap kan pulang hari ini ??? tante udah dapatkan tempat tinggal lho dekat dengan kami. "
"Lokasinya dijamin aman kan, nak ? kami orang asing disini dan tak terjadi apa-apa hingga harus berurusan dengan pihak yang berwajib. " oma Kailani nampak khawatir.
"Aman oma, flatnya berdampingan denganku. Mudah-mudahan baby boy dan ibunya senang tinggal disana. " balas Dina tersenyum tulus.
Mama Lilian bersama oma Kailani kemudian membereskan barang-barang Ratu dan baby boy. Tak banyak barang yang mereka harus rapikan sehingga dalam hitungan menit semua sudah siap. Ratu pun sudah rapi dengan sedikit polesan di wajahnya agar terlihat lebih fresh.
Dokter Dina mengantar mereka pulang walaupun bangunan apartemennya tak jauh dari kliniknya namun tetap saja mereka tidak tahu arah yang dituju. Jika apartemen Ratu terletak persisi di depan klinik maka apartemen yang ditinggali Dina berjarak beberapa blok dari Klinik.
Rafka menuntun Ratu berjalan perlahan saat mereka tiba sementara oma Kailani menggendong baby boy sedangkan papa Bram membawa koper kecil milik menantunya. Mereka berjalan beriringan memasuki lift setelah Dina mengambil kartu sebagai kunci apartemen untuk Rafka sekeluarga.
ting
"Silahkan masuk, semua kebutuhan dapur sudah aku siapkan. Silahkan istirahat, akuntansi kembali ke klinik. Kalau butuh sesuatu telpon aja. " Dina kemudian buru-buru keluar kembali ke kliniknya.
Oma Kailani kemudian masuk kedalam kamar utama meletakkan baby boy yang nampak anteng dalam gendongannya. Oma Kailani tersenyum hangat melihat wajah pria kecil itu.
'Semoga dengan kehadiranmu mampu menyatukan kembali papa dan mamamu, sayang. ' doa oma Kailani dalam diam.
"Sayang, istirahat dulu, ya. " ucap Rafka lembut seraya menuntun Ratu masuk kedalam kamar.
Tak ada kata yang keluar dari bibir Ratu, ia takut jika bersuara malah akan membuat mertuanya syok. Kemarahannya masih menggunung dalam dadanya. Diam adalah satu-satunya cara karena ia masih menghormati ketiga orang tua yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
Perlahan Rafka menutup pintu kamar setelah mereka masuk. Tanpa ragu ia langsung menarik lembut tubuh Ratu ke dalam pelukannya.
"Jangan mendiamkanku seperti ini sayang, aku benar-benar tersiksa. " ucap Rafka mencium pucuk kepala Ratu.
"Apa yang harus aku lakukan supaya mendapatkan maafmu, sayang ,,," keluh Rafka putus asa.
πππ
Rafka : thor, tolongin aku dong π₯Ίπ₯Ί
Othor : apa yang bisa aku lakukan, Raf ,,,πππ
Rafka : buat supaya Ratu memaafkan aku ,,, please,,,
Othor : itu kan terserah Ratu, aku gak ikut campur
Rafka : othoooooorrrrr !!! ini semua salahmu, tanganmu yang jelek itu asal ngetik aja hingga aku harus menderita seperti ini !!!!
Orhor : derita loe ( ketawa jahat)
πππππ
Selamat berakhir pekan. jangan lupa selalu bahagia
__ADS_1
jaga kesehatan dan nikmati harimu