TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 54


__ADS_3

happy literasi beloved readers


Baru saja Ratu tersadar dari mimpinya saat teleponnya menjerit dengan kencang, ia sengaja membesarkan volume ponselnya agar mendengar saat salah satu sahabatnya mengubunginya.


drrrrttttt drrrrttttt


"Halo my Queen ,,, kami sudah di hotel dan sedang siap-siap untuk petualangan. " seru Alika heboh


"Asataga, kalian baru tiba dan langsung mau jalan ??" besok aja, aku juga baru bangun. "


Cup


Sebuah ciuman di pipi Ratu mendarat sempurna dan bunyi kecupannya terdengar di telinga Alika. Ratu melotot tajam pada pria yang kini telah berani dan terang-terangan memberikannya ciuman dimana pun Rafka inginkan


"Kalian tidak sedang pemanasan kan ?? lanjutin aja daripada di gorok ntar sama kak Rafka."


"Gak ada yang seperti itu, pokoknya tunggu di lobby sepuluh menit aku sudah selesai." Ratu kemudian melesat ke kamar mandi tak menghiraukan Rafka


Ratu terlalu bersemangat, ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bebas dari pantauan pria dingin itu. Sehari pun tak masalah baginya yang penting tidak bersama dengan Rafka.


Cup


"Pergi dulu mas ,,," Ratu memberikan ciuman singkat di pipi suaminya sebelum berangkat.


"Hati-hati sayang, selesaikan urusanmu hari ini karena besok adalah milikku." Rafka tersenyum menggoda sambil mencium pucuk kepala Ratu. Sesaat ia memberikan pelukan hangat pada istrinya dan tentu saja memberikan sedikit remasan. Semua terlihat natural sehingga Ratu tak menyadarinya. ( dasar Rafka mesum ).


Setelah Ratu menghilang Rafka segera membersihkan diri, hari ini ia berencana mengajak sang oma jalan-jalan karena bisa dipastikan papa dan mamanya tak bisa diganggu mereka layaknya pengantin baru. Kemesraan kedua orang tuanya menjadikan sumber inspirasi bagi Rafka, ia ingin seperti mereka membina rumah tangga dengan rasa cinta dan kasih sayang yang tak pernah pudar.


tok tok tok


"Assalamualaikum oma ,,," Rafka memberikan senyum terbaiknya saat oma Kailani membuka pintu kamarnya .


"Waalaikumsalam nak, lho mau kemana sudah rapi ? Ratu kemana ?"


"Mau ngajak oma jalan-jalan. " ucap Rafka lembut


"Ratu kemana ,,," oma Kailani mengulang pertanyaannya

__ADS_1


"Biasa oma, kalau gadis-gadis jalan kemana lagi kalau bukan keluar masuk butik. " balas Rafka enteng


"Gadis-gadis ???" oma Kailani mengerutkan alisnya bingung


"Ceritanya Alika dan Andhini ternyata liburan kemari juga dan satu hotel sama kita, jadilah mereka janjian dan tak bisa diganggu. "


"Sabar ya nak ,,,"oma Kailani menatap cucu menantunya dengan sendu. Ia merasa kasihan melihat Rafka yang selalu mengalah pada cucunya.


"Gak apa-apa oma, ada saatnya nanti Ratu akan berubah. " senyum Rafka memikirkan apa yang akan terjadi esok atau mungkin malam nanti.


"Ya sudah, yuk berangkat. " oma Kailani segera menggandeng tangan Rafka keluar dari kamar.


Sementara itu ketiga sahabat itu berbelanja dengan gila-gilaan, dalam waktu sekejap tangan mereka sudah penuh dengan paper bag berbagai merk.


"Sekarang kita ke bagian kosmetik yuk. " ajak Alika berjalan lebih dulu


"Tapi aku mau beli baju." Andhini merajuk dan tak bergeming dari tempatnya berdiri. Andhini kesal karena sejak tadi selalu saja mengikuti kemauan Alika.


"Sudah, jangan ngambek, yuk kitab ke butik itu aku juga pengen beli baju. " Ratu menarik tangan Andhini memasuki sebuah butik dengan logo yang sudah mendunia.


Keduanya asyik memilih baju dan melupakan Alika yang sejak tadi mencari merek. Saat Alika menyadari jika kedua sahabatnya tak bersamanya, ia tidak jadi belanja kosmetik dan mencari keduanya. Beruntung matanya cukup besar untuk melihat keberadaan mereka di sebuah butik.


Alika berteriak heboh dan mengagetkan kedua gadis cantik yang sedang asyik memilih baju mana yang cocok untuk mereka pakai. Kehebohan Alika ternyata menarik sepasang mata dan tersenyum saat menyadari ketiganya bersama. Pria itu segera menghampiri ketiga gadis itu.


"Hai ,,, apa kabar kalian ,,," sapa Tristan memamerkan senyumnya


"Kamu masih berani menyapa kami setelah kelakuan burukmu ??!!" Alika tiba-tiba emosi melihat Tristan yang terlihat tanpa bersalah sedikitpun.


"Yuk, kita ke tempat lain saja. " Ratu mengajak kedua sahabatnya agar meninggalkan Tristan, ia jengah dengan pria dihadapannya itu.


"Jangan katakan jika kamu belum move on dariku, sayang. Jika kamu mau kita bisa memulainya lagi."


"Maksudmu apa mengatakan istriku belum move on darimu. " interupsi Rafka yang tiba-tiba berada di belakang Ratu bersama oma Kailani.


Baik Ratu maupun Andhini dan Alika terbelalak tak percaya melihat keberadaan Rafka bersama oma Kailani.


Ratu segera membalikkan badannya menghadap Rafka dengan wajah memucat, ia tak ingin Rafka salah paham dengan pertemuan mereka yang tak di sengaja.

__ADS_1


"Gak apa-apa honey, mas tahu kok kejadian yang sebenarnya. " Rafka tersenyum lembut seolah tahu jalan pikiran istrinya.


"Maaf Tris, aku sangat bersyukur tak jadi menikah denganmu dan Tuhan mengirimkan seorang pria yang sangat baik dan aku sangat mencintainya. " ucap Ratu kemudian memeluk mesra Rafka.


Andhini dan Alika ternganga mendengar pengakuan sahabatnya bukan karena tak setuju akan tetapi selama mereka berteman, Ratu tak pernah sekalipun terang-terangan mengakui perasaannya pada seorang pria.


Sedangkan Rafka jangan ditanya lagi bagaimana perasaannya. Ia sangat bahagia, dirinya bagaikan berada diatas awan, melayang bagaikan layang-layang. Bibirnya tersenyum bahagia menggambarkan suasana hatinya. Dan tanpa rasa malu ia mengecup bibir Ratu sekilas namun selembut sutra.


"Kamu lihat kan betapa bahagianya mereka ?? lebih baik nak Tristan tidak mengganggu kebahagiaan mereka demi kebaikan bersama. " ucap oma Kailani bijak.


Tanpa berbicara sedikitpun, Tristan berjalan meninggalkan mereka. Rasa malunya tak dapat ia sembunyikan. Tristan terlalu percaya diri jika Ratu hanya mencintainya dan bersedia menerima dirinya bagaimanapun keadaannya di masa lalu.


Alika, Andhini dan oma Kailani perlahan menjauhi keduanya. Mereka melanjutkan acara belanja-belanja bersama sang oma dan pastinya semua belanjaan mereka didanai oleh sang oma yang baik hati.


"Terima kasih sayang, walaupun pengakuanmu boleh dikata di tengah jalan dan tidak ada romantis-romantisnya namun itu sudah cukup bagiku. I love you more. " Rafka kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Ratu kemudian menariknya dengan lembut keluar dari butik tersebut.


Rafka berjanji setiap tahun baru akan ke negara ini untuk merayakan moment bersejarah dalam hidupnya, pengakuan cinta wanitanya akan selalu ia ingat dan akan ia jadikan sebagai akhir penantiannya.


"Mas, oma sama Alika dan Andhini pada kemana ,,," Ratu melepaskan tangan Rafka saat menyadari ketiga wanita yang bersamanya hilang entah kemana.


"Mereka pasti melanjutkan kegiatannya." balas Rafka santai.


"Mas, aku belum selesai belanja." ucap Ratu tak ingin melewatkan hari ini tanpa belanja.


Seketika Rafka tersenyum dan menarik tangan istrinya masuk kesebuah butik khusus pakaian dalam wanita. Dengan lincahnya ia memilihkan berbagai jenis lingeri untuk istrinya.


"Mas, aku gak mau beli yang kayak ginian. " Ratu menolak mentah-mentah dengan wajah merona karena malu.


"Untuk nanti malam honey ,,," bisik Rafka dengan sedikit menggigit cuping telinga Ratu.


Lagi-lagi wajah Ratu memerah namun kali ini bukan karena malu atau marah namun cara Rafka berbisik yang biasa membuat sesuatu didalam dirinya memanas.


💞💞💞💞


Selamat pagi dan selamat beraktivitas


Jangan lupa tinggalkan jejaknya

__ADS_1


^^^Makassar, 30 desember 2021 ^^^


__ADS_2