TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 60


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Ratu dan Andhini kembali menikmati makanannya dengan santai. Kedua wanita dewasa ini memang tak pernah ambil pusing dengan orang-orang di sekitarnya asal mereka tidak diusik. Rafka dan Randy menatap keduanya penasaran.


"Sejak kapan, sayang ??" Rafka tak dapat menahan diri untuk tidak bertanya


"Sejak dulu. Penjelasannya nanti aja, kami sedang menikmati masakan pak Frans. " ucap Ratu terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Dengan setengah hati kedua pria tampan itupun ikut menyantap makanannya. Sementara para pengunjung menatap Ratu yang berbaur dengan para tamu restoran yang lain. Hal itu disadari oleh Rafka dengan dada sesak menahan amarah di dalam dadanya. Ia segera menuntaskan santap siangnya. Ia tak suka jika ada yang menatap istrinya.


Selesai dengan urusan perut, keempatnya berjalan beriringan keluar hotel dan langsung masuk kedalam mobil yang telah standby di depan lobby, tak ada yang bersuara hingga mereka kembali tiba di perusahaan.


Rafka merasa tak perlu meminta penjelasan dan tak ingin mencampuri hal-hal mengenai asset istrinya, sedangkan Ratu pun merasa semua sudah jelas dan tak ada yang perlu ia jelaskan pada suaminya.


"Rasanya kok serem, ya ,,,," celetuk Andhini saat mereka berada di dalam lift.


"Urusan kita belum selesai." balas Randy gak nyambung.


"Bapak ngomong sama saya ??" Andhini menunjuk dirinya sendiri


"Iyalah, masa sama mereka. "


Andhini hanya mencebikkan bibirnya tak menanggapi ucapan Randy. Baginya ucapan pria itu hanya asal ngomong. Ia merasa tak pernah melakukan kesalahan pada mantan bosnya itu. Sementara Randy menatap tajam ke arah Andhini yang terkesan cuek.


'Hari ini di depan mereka, aku akan menagih surat perjanjian kita sayang. Bersiaplah' batin Randy tersenyum.


ting


Lift berhenti dan pintu kotak besi itupun terbuka, para wanita keluar lebih dulu diikuti oleh para pria.


"Sayang, pulangnya tepat waktu ya ,,," ucap Rafka saat mereka menuju ruangan masing-masing.


"Bos, sepuluh menit kita kumpul di ruangan bu bos. Ada sesuatu yang harus diperjelas dan kalian yang akan jadi saksinya. " sela Randy tersenyum misterius.


Randy kemudian berlalu ke ruangannya, begitu pula dengan Rafka. Andhini yang mendengar ucapan Randy tiba-tiba panik, jantungnya berdegup kencang entah mengapa sepertinya ia merasakan sesuatu yang tak biasa akan terjadi. Apakah ia memiliki kesalahan pada mantan bosnya itu ? tapi kesalahan apa ? ia merasa selama ini baik-baik saja lagian mereka sudah lumayan lama tak berinteraksi.


"Aku kok ngeri ya, dengar ucapan pak Randy ,,," ucap Andhini khawatir

__ADS_1


"Memangnya ada apa ? kamu pernah melakukan kesalahan selama bekerja dengannya ?" tanya Ratu menghentikan pergerakan tangannya di atas kertas gambarnya.


"Kayaknya sih enggak, aku juga sudah lupa. "


"Ya sudah, gak usah dipikirkan. Tunggu aja 5 menit lagi. " ucap Ratu melirik jam tangannya.


"Ck, gitu amat tanggapannya. Kasih dukungan kek atau apalah. " balas Andhini memutar bola matanya jengah.


Walaupun hati dan perasaannya tak tenang namun Andhini berusaha bersikap santai, lagipula kekhawatirannya gak jelas.


Tepat menit kesepuluh, Randy dan Rafka memasuki ruang kerja kedua wanita cantik yang sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"Tepat waktu bener, kak ,,," ujar Ratu menghentikan pekerjaannya


"Iya dong, demi masa depan yang cerah harus cepat dan tepat. "


"Jangan berbelit-belit, cepat katakan ,,, kerjaaanku masih banyak. " kesal Rafka karena digiring paksa oleh asisten tak berakhlaknya.


Randy meletakkan sebuah map di depan Andhini sambil tersenyum lembut, senyum yang tak pernah ia perlihatkan.


'Ternyata pria ini tampannya berlipat kalau lagi senyum. ' batin Andhini terpesona.


"Apaan sih, pak ,,. kayak perjanjian utang piutang aja. " sungut Andhini seraya membuka map berwarna biru muda tersebut.


Andhini kemudian membaca setiap poin surat perjanjian itu. Matanya membelalak sempurna ketika melihat tanda tangannya pada lembaran terakhir surat tersebut.


"Kok bisa sih pak, aku kan gak pernah merasa bertanda tangan apalagi surat perjanjian yang merugikan aku. Pasti bapak memalsukan tanda tanganku." sarkas Andhini menuduh Randy


"Coba aku liat ,,," Ratu merebut kertas yang masih berada ditangan sahabatnya.


"Aku bukan pria licik ya, ingat gak saat kamu meminta cuti dan sanggup memenuhi syaratku." Randy mengingatkan Ratu kejadian beberapa waktu lalu.


"Ya ,,, memang aku tanda tangan tapi ,,," Andhini tak menyelesaikan ucapannya karena langsung dipojokkan oleh Randy


"Salah sendiri kenapa kamu teledor dan tidak membacanya." ucap Randy tersenyum penuh kemenangan.


"Dhin, kamu harus menerimanya dengan lapang dada, lagian kak Randy juga tampan kok dan gak malu-maluin. Aku dukung kalian berdua hingga ke pelaminan dan jika perlu kalian boleh menikah di ballroom hotel KAIL_NA. GRATIS." ucap Ratu menekan kata GRATIS.

__ADS_1


Ternyata isi surat perjanjian yang dibuat Randy saat itu terdiri dari tiga poin.




Jika selama cuti pihak kedua (Andhini) tidak mengabari pihak pertama (Randy) setiap pagi maka pihak kedua (Andhini) bersedia menjadi kekasih pihak pertama.




Jika pihak kedua (Andhini ) tidak menghubungi pihak pertama (Randy) dalam sehari maka pihak kedua tidak boleh menolak keinginan pihak pertama.




Jika pihak kedua (Andhini) tidak menghubungi atau menelpon pihak pertama (Randy) maka pihak kedua (Andhini) harus bersedia dijadikan istri oleh pihak pertama (Randy).




"Mau gak mau, suka ataupun tidak, kita akan segera menikah karena aku tidak ingin menghabiskan waktu percuma." tandas Randy tegas.


"Aku setuju kak, cepatlah temui mama dan papa Andhini. " Ratu turut senang dan memberikan semangat pada Randy.


"Ya sudah, kami tunggu kabar baiknya. Dan untuk Dhini persiapkan dirimu, jangan menolak jodoh yang sudah ada di depanmu. " ucap Rafka kemudian keluar dari ruangan tersebut. Pekerjaannya lebih membutuhkan sentuhan tangannya.


Randy menggenggam lembut tangan Andhini sambil tersenyum sebelum mengikuti Rafka keluar dari ruangan tersebut. Wajah Andhini bersemu merah, detak jantungnya semakin cepat sehingga seluruh persendiannya terasa lemas.


Ratu hanya tersenyum melihat keduanya. Rasa bahagianya tak dapat ia ungkapkan. Tanpa perlu bersusah payah menjodohkan mereka. Ternyata jodoh yang telah diatur oleh Sang Maha Kuasa datang dengan tiba-tiba dan cara yang berbeda pula.


...Jodoh, maut dan rezeki telah diatur dengan baik oleh Sang Pemilik Kehidupan...


💞💞💞💞

__ADS_1


Selamat pagi jelang siang


Jangan lupa tinggalkan jejaknya


__ADS_2