
happy literasi beloved readers
Di saat para karyawan sibuk dengan pekerjaan masing-masing, para petinggi justru heboh dengan rencana pernikahan sang asisten andalan apalagi Alika pun berkunjung hanya untuk membahas pernikahan sahabatnya.
Randy bergerak cepat, semalam bersama dengan kedua orang tuanya ia berkunjung ke rumah Andhini sekaligus mengutarakan maksudnya. Bagaikan gayung bersambut, lamaran Randy diterima dengan baik oleh papa dan mama Andhini.
Karena kesal, Andhini menelepon Alika dengan maksud ingin curhat namun lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan karena sahabatnya itu malah mendukung maka mantan bosnya itu menikahinya. Dan disinilah Alika yang ribut dan selalu heboh.
"Aku gak akan menyumbang ya, takut kualat. " ucap Alika. Ia tahu siapa Randy Pramudya sebenarnya.
Pramudya Suseno adalah salah satu pebisnis yang cukup terkenal di tanah air dan karena Rafka membutuhkannya maka Randy dengan senang hati menjadi asistennya.
"Masa Gak ada tiket bulan madu gratis dari kalian ,,,"
"Bulan madu ke Bali boleh gratis tapi cuma dua hari. " ucap Rafka santai
"Astaga, tega banget ,,, mana ada bulan madu dua hari. Kita mah belum ngapa-ngapain. " balas Randy tak terima
"Wooooiiiii ,,, jangan bahas adegan 21++, disini masih ada anak dibawah umur !! suara teriakan Alika memenuhi ruang kerja Ratu.
__ADS_1
"Mana ada dibawah umur, yang ada gadis gak laku karena terlalu pemilih. " ejek Randy
"Ralat kak, bukan pemilih tapi belum ada yang cocok. " sanggah Alika apa adanya.
"Ck, kalian jangan bertengkar. Malu sama umur. " Ratu menengahi perdebatan Randy dan Alika. Keduanya sama-sama jago dalam berdebat.
"Para pria silahkan kembali bekerja, biarkan kami para gadis membahas pernak pernik pernikahan sahabat kami ini. "
"Sayang, kamu bukan lagi gadis tapi wanita dewasa. " protes Rafka tak terima jika Ratu masih merasa jika dirinya seorang gadis. Inilah salah satu alasan Rafka ingin segera memiliki anak dari Ratu. Karena istrinya itu semakin hari semakin menggoda dimatanya.
"Maaf mas, lupa,,," Ratu cengengesan menanggapi protes suaminya sedangkan Alika mencebikkan bibirnya.
"Aku mendengarnya, Al ,,," ucap Rafka seperti biasa. DATAR.
Setelah kedua pria itu menghilang dan tinggal, para wanita. Mereka dengan hebohnya membahas warna hingga model baju yang akan keduanya pakai sedangkan sang calon mempelai hanya menatap jengah kedua sahabatnya itu.
"Dhin, jangan diam aja. Ayo berikan kami masukan agar saat hari pernikahanmu kami gak malu-maluin. " seru Alika bersemangat.
"Bener Dhin, ini hari bahagiamu. Kak Randy pria baik dan tajir dan mencintaimu. Aku yakin hidupmu akan bahagia. " timpal Ratu apa adanya.
__ADS_1
"Kalian yakin ??" Andhini sebenarnya belum yakin karena tidak terlalu mengenal Randy. Ia trauma dengan peristiwa Tristan, padahal mereka mengenal Tristan dengan baik tapi kenyataannya malah mengecewakan apalagi Randy.
"Yakinlah. Randy bukan Tristan asal kamu tahu. " ucap Ratu seolah tahu apa yang menjadi kekhawatiran sahabatnya itu.
"Bener, aku yang bertanggung jawab jika kak Randy jabatan kamu. " Alika ikut berpihak pada Randy.
"Buka hatimu dan lihat ketulusan kak Randy. Jangan sampai kamu menyesal, ingatlah jika kesempatan tidak akan datang dua kali jadi jangan sia-siakan dan akan merugikan dirimu sendiri. " Ratu menasehati Andhini dengan mengambil pengalamannya sendiri. Dimana dulu ia tak bisa menerima pernikahannya dengan Rafka namun semakin lama ia semakin menyadari jika memang takdir mereka untuk bersama.
"Terima kasih kalian selalu ada untuk mengingatkan." Andhini memeluk kedua sahabatnya dengan suka cita. Ia menyadari semua yang dikatakan oleh keduanya adalah benar.
Andhini bertekad akan menjalani pernikahannya yang akan dilaksanakan minggu depan dengan baik. Dengan niat baik dan menerima takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik Semesta.
💞💞💞💞💞
Selamat pagi, semoga readers dalam keadaan sehat wal-afiat
Jangan lupa selalu bahagia
Dan yang paling penting jangan lupakan jejaknya 🤗🤗🤗
__ADS_1