TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 83


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Sembari membaringkan tubuhnya, Ratu menenangkan perasaannya. Kesal, marah dan merasa dikhianati oleh oma yang senantiasa mendukungnya. Bahkan ia pergi pun dengan restu sang oma.


Sedangkan Rafka dengan senyuman bahagia yang bertengger manis di bibirnya terus-terusan mencium pria kecil yang seluruh wajahnya merupakan jiplakan dirinya.


"Sayang, bilangin ke mama jangan lama-lama marah sama papa." Rafka memainkan pipi tembem bayi dalam pangkuannya.


Ratu tak bergeming dari posisinya, matanya terpejam dengan berbagai pikiran berkecamuk dalam benaknya.


"Anak papa yang pintar, bujuk mama dong agar baikan sama papa. Bilangin kalau papa sangat mencintainya dulu, hari ini dan selamanya." Rafka terus saja berbicara membuat kepala Ratu seakan ingin meledak.


"Hentikan mas, jangan seperti orang gila ngomong sama bayi yang baru 2 hari berada di dunia. Aku tetap pada pendirianku. Gak akan pulang bersamamu." tegas Ratu dengan suara serak menahan tangis.


Kemarahan masih saja menguasai hatinya walaupun sudah berbulan-bulan peristiwa itu. Rupanya benar kata orang tua yang mengatakan bahwa luka fisik dapat sembuh seiring dengan waktu namun luka hati tetap akan tergores hingga napas meregang nyawa. Itulah yang dirasakan oleh Ratu. Entah kapan ia bisa berdamai dengan hatinya.

__ADS_1


"Gak masalah sayang, mas akan tinggal bersamamu. Malah lebih bagus kan, kita bisa menghabiskan waktu bersama." balas Rafka santai.


"Mas harus pulang !!!"


"Gak akan bahkan mama, papa dan oma pun akan tinggal bareng kita. Biar Dina yang carikan tempat tinggal buat kita lagian dia sudah memahami seluk beluk negara ini."


Ratu hanya bisa menarik napas dalam-dalam, ia sangat paham dengan perangai Rafka yang sangat keras kepala. Ia tak punya cukup tenaga untuk bertengkar dengan pria yang sedang menatapnya lembut.


"Sayang, mas mengaku salah telah membawa Nadia masuk kedalam rumah kita akan tetapi niat mas hanya ingin menolongnya saja tidak lebih. Dan mas berani bersumpah tak ada rasa yang lebih untuknya, hanya rasa kemanusiaan saja. Mas bukan pria bodoh yang akan kembali pada wanita yang jelas-jelas telah berkhianat bahkan melihat dengan mata kepala sendiri melakukan hal yang tak senonoh sebelum menikah. Mas tidak mungkin membuang berlian yang nyata-nyata mampu membuat hidup mas jauh lebih baik bahkan teramat bahagia." ucap Rafka dengan suara serak menahan rasa sesak didadanya. Penyesalan yang menggunung dalam hatinya selama ini sedikit lega.


Dengan mata berkaca-kaca Rafka terus menatap dirinya versi bayi yang terlihat nyaman dalam dekapannya.


"Bisakah kita hidup masing-masing saja ? mas bebas menemui anak kita kapan pun." Ratu mencoba memberi solusi terbaik yang ia pikir baik


"Adakah pria lain dalam hatimu ?" Rafka balik bertanya dengan rasa was-was.

__ADS_1


"Seperti itukah aku dimatamu, mas ?"


"Mas wajar bertanya seperti itu karena kamu gak memberikan aku celah untuk kembali hidup bersamamu. Harus dengan cara apa aku menebus kesalahanku." Rafka meletakkan bayinya kemudian mendekati Ratu yang masih berbaring.


"Mas, tolong aku lelah."


"Baiklah, putra kita pun sudah tidur. Mas juga capek.".Rafka langsung berbaring disamping Ratu dan memejamkan matanya seraya memeluk Ratu dengan erat.


"Mas,,, apa yang kamu lakukan !!" Ratu setengah berteriak dengan tingkah Rafka yang seenaknya.


Rafka tak memperdulikan Ratu, rasa nyaman yang telah berbulan-bulan tak pernah ia rasakan bahkan sampai dirinya melupakan bagaimana rasa nyaman itu yabg sebenarnya, kini telah kembali saat memeluk Ratu. Perlahan mata Rafka terpejam dengan hembusan napas yang teratur menandakan jika ia tertidur.


Walaupun hati Ratu masih merah membara namun rasa kasihan lebih mendominasi dirinya sehingga membiarkan Rafka tertidur.


💞💞💞💞

__ADS_1


semoga bisa mengurangi rasa penasarannya


terima kasih dukungannya


__ADS_2