TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 86


__ADS_3

...happy literasi beloved readers ...


Mentari pagi kembali menunaikan tugasnya dengan membagikan sinarnya berharap penduduk semesta tersadar dari mimpi indahnya dan segera tersadar dari mimpi indahnya.


Oma Kailani, mama Lilian dan papa Bram sudah berada di meja makan menunggu Rafka dan Ratu untuk sarapan bersama sebelum mereka bertolak ke tanah air. Tak lama kemudian yang ditunggu ikut bergabung.


"Baby boy masih tidur ?"


"Iya ma, habis ***** tidur lagi dianya. " jawab Ratu


"Kalian sudah ada nama untuknya ?" timpal papa Bram


"Mas Rafka aja yang ngasih nama pa, kita bagi tugas. " Ratu melirik pria yang duduk diam di sampingnya.


"Ya sudah, pikirkan nama yang mengandung kebaikan agar kelak anak kalian berguna bagi orang banyak." saran oma Kailani.


"Kita nikmati sarapan dan mama harap saat baby boy sudah siap pulang ke tanah air, segera hubungi kami agar bisa menjemput kalian. " timpal mama Lilian antusias.


Ratu hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, walaupun dirinya belum yakin untuk pulang ketanah air tapi menyenangkan hati orang tua juga gak ada salahnya. Mereka sekeluarga kemudian menikmati sarapannya dalam diam hingga tuntas.


Mama Lilian kemudian masuk ke dalam kamar Ratu dan Rafka lalu menggendong baby boy keluar kamar dengan wajah di penuhi senyuman. Oma, opa dan buyut baby boy mengerubunginya bagaikan semut mengerubungi gula.


"Sayang, mas hanya minta setiap pagi dan malam kirimkan video anak kita. " ucapan Rafka yang sendu mencubit hati Ratu. Ada rasa tak ingin di tinggalkan na un Ratu berusaha menekannya.

__ADS_1


"Waktunya kamu berangkat, jaga cucu kami dengan baik. "


"Jika kalian membutuhkan kami segera menelepon maka kami bertiga akan langsung datang secepat yang kami busa." timpal papa Bram bersemangat.


"Sayang, rukun-rukunlah kalian dan hiduplah dengan bahagia besaran buah hari kalian dengan cinta kasih agar kelak dia tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan dan perduli dengan sesama." nasehat oma Kailani lembut.


"Aku akan pulang bersama kalian, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan sendiri. " ucap Rafka berdalih. Tidak mungkin ia mengatakan jika dirinya putus asa menghadapi sikap Ratu yang selalu mendiamkannya.


Semua mata menatap kearah Rafka dan Ratu secara bergantian dengan pikiran masing-masing sedangkan Ratu berusaha melawan perasaannya dengan cara mengusap lembut pipi tembem bayi mungil itu.


"Kalian berdua belum berdmai ?" tanya oma Kailani prihatin.


"Gak seperti itu oma, tapi memang pekerjaanku gak bisa ditinggalkan. " Rafka berusaha menutupi hubungannya dengan Ratu yaang tak ada kemajuan sama sekali.


"Maaf oma, ma, pa, tapi itu keputusan mas Rafka sendiri yang lebih mementingkan pekerjaannya daripada kami. " akhirnya Ratu menyuarakan isi hatinya.


Plaaakkk


"Dasar suami tak bertanggung jawab, istri baru beberapa hari melahirkan malah akan di tinggal." mama Lilian mengomeli Rafka setelah terlebih dahulu memberinya pukulan pada lengannya.


"Ma, sudah dong, kasihan pak Jeffry menunggu. " suara papa Bram menghentikan aksi penganiayaan ibu pada anaknya.


Ketiganya lalu meninggalkan pasangan orang tua baru itu. Seiring dengan langkah mereka yang semakin menjauh terseli sebuah doa dan harapan semoga hidup keduanya di selimuti kebahagiaan selamanya.

__ADS_1


Rafka segera mengambil alih baby boy dari gendongan Ratu kemudian membawanya ke kamar dan meletakkannya dengan hati-hati pada boksnya takut jika sng bayi terbangun. Setelah ia rasa aman, Rafka segera keluar menghampiri Ratu yang sedang membereskan meja makan.


"Sayang, biarkan mas yang mengerjakannya. " Rafka membimbing Ratu agar duduk di kursi sementara dirinya mencuci piring bekas sarapan mereka.


Untuk pertama kalinya Ratu melihat Rafka mencuci piring, Ratu tersenyum kecil melihat punggung lebar suaminya yang serius mencuci piring.


"Maafkan aku mas telah meninggalkanmu berbulan-bulan. " ucapan Ratu sukses menghentikan kegiatan Rafka dan segera membersihkan tangannya.


"Sayang, mas yang bersalah sepenuhnya karena tidak mempertimbangkan dampak perbuatan mas." Rafka berlutut dan menggenggam tangan Ratu dengan airmata berhasil lolos dan membasahi pipinya


"Pria tak boleh meneteskan airmatanya. " Ratu mencium lembut mata Rafka.


"Terima kasih sayang." Rafka membingkai wajah Ratu yang sedikit tembem setelah melahirkan dan menciumi seluruh wajahnya dan berakhir dengan sedikit lumayan kecil pada bibir menggoda Ratu. Hal yang sejak pertama mereka bertemu ingin Rafka lakukan namun tak punya keberanian.


Oek oek oek


Rafka dan Ratu tersadar dan menghentikan kegiatan mereka mendengar tangisan baby boy.


"Astaga boy, sejak semalam kamu selalu saja mengganggu papa. " ucap Rafka sambil berlari kecil menghampiri bayi mungil itu.


💞💞💞💞💞


Rafka : Thor, kedepannya tolong supaya bayiku tertidur saat aku bersama Ratu.

__ADS_1


Othor : Gak usah protes yang penting aku sudah berbaik hati membuat Ratu memaafkanmu.


Selamat menikmati hari libur.


__ADS_2