TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 75


__ADS_3

...happy reading beloved readers...


Rafka memulai pencariannya dengan mengunjungi Samuel yang ia yakini sebagai satu-satunya tempat untuk menghindari dirinya. Rafka tak pulang ke rumahnya atau memikirkan Nadia yang entah berada di rumahnya atau dimana. Fokusnya hanya menemukan istri dan calon anaknya.


Matahari perlahan kembali ke perduannya bergantikan sang rembulan, Rafka mengarahkan mobilnya kembali ke hotel KAIL_NA, ia tak pulang ke rumah mama dan papanya karena memikirkan kesehatan sang mama jika terus-terusan emosi. Lebih baik ia menghindar bertemu dengan keluarganya hingga menemukan istrinya.


Tiba di hotel, Rafka langsung menuju lift yang akan membawanya ke lantai dimana kamarnya berada. Kemudian ia masuk dan langsung membuang dirinya diatas tempat tidur tanpa melepas sepatu dan mengganti bajunya.


'Sayang, kembalilah ,,, maafkan aku. ' batin Rafka menangis.


Karena kelelahan dan ras kehilangannya akhirnya Rafka tertidur dengan airmata membasahi bantalnya. Dalam tidurpun ia gelisah dan keringat membasahi dahinya entah apa yang ia lihat dalam tidurnya.


"Tidaaaakk". Rafka terbangun dan berteriak, beruntung kamarnya kedap suara jadi tidak terdengar sampai di luar kamar.


"Astaga untung hanya mimpi " gumamnya mengelus dadanya dengan penuh rasa syukur.


Rafka bersandar dengan menyusun bantal kepalanya, ia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika dalam mimpinya benar-benar terjadi di dunia nyata. Ia tak sanggup melihat Ratu menikah dengan orang lain dan anaknya akan memanggil pria lain dengan sebutan papa.


'Kalian adalah duniaku dan aku akan menemukan kalian. Ya Tuhan, tolong bantu aku menemukan istri dan anakku. ' doa Rafka tulus.


Melihat jam pada ponselnya yang menunjukkan jam 02.00 dini hari, gara-gara mimpi buruk rasa lelah dan kantuknya hilang berganti dengan rasa tak sabar menanti kehadiran sang mentari pagi agar bisa segera memulai perjalannya. Rafka kemudian membuka galeri ponselnya yang dipenuhi gambar Ratu , Sesaat rasa rindukan sedikit terobati.


●●●●●

__ADS_1


Sementara itu di India, Ratu sedang memikirkan bisnis yang akan ia mulai untuk menyambung hidupnya di negeri orang, walaupun uangnya tak akan habis untuk segala keperluan dan kebutuhannya hingga melahirkan nanti namun ia tak ingin hanya berpangku tangan dan menangisi nasibnya yang menyedihkan.


Ia ingin melupakan rasa sakit dan kecewanya, walaupun itu tak mungkin mengingat ada bagian dari pria itu yang tumbuh di dalam rahimnya saat ini.


Ratu berencana memulai usaha menjual sketsa perhiasan selain tidak mengharuskan ia bekerja kantoran karena beberap bulan lagi pasti perutnya akan semakin membesar, ia pun bisa mengatur waktu kerjanya. Ratu sengaja menyewa sebuah flat yang tak jauh dari sebuah perusahaan yang memproduksi perhiasan.


"Bantu mama nak, semoga kita bisa berhasil disini. " gumamm Ratu mengusap perutnya dengan penuh kasih sayang.


Ratu mulai menggelar berbagai macam sketsa perhiasan yang sebagian ia bawa dari tanah air, walaupun belum ada yang hanya sekedar melirik namun Ratu tak lantas berputar asa, senyum manis tetap menghiasi wajah cantiknya. Hingga seorang wanita cantik mendekatinya.


"Are you Come from Indonesia ?"


"Yes ,,," jawab Ratu tersenyum.


"Ratu ,,," balas Ratu menyambut uluran tangan Kiara.


"Sketsa perhiasanmu cantik-cantik sama seperti wajahmu."


"Kakak bisa aja, di Indonesia memang kerja seperti ini." jelas Ratu apa adanya.


"Mau gak jadi model di agensiku, kebetulan kami butuh seorang model perhiasan. "


"Maaf kak, sepertinya aku gak bisa. " tolak Ratu menyadari keadaannya yang sedang hamil.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku gak mungkin menipumu dan menjualmu ke rumah bordi atau club." ucap Kiara menyakinkan.


"Bukan seperti itu kak, tapi keadaanku yang tak memungkinkan. "


"Maksudnya ?"


"Maaf kak, aku sedang hamil dan tak ingin terekspos ."


"Gak masalah setelah perutmu membesar, kami akan memberimu cuti dan mengenai wajahmu kami memiliki make up artis yang handal dan bisa sedikit menyamarkan wajah aslimu tapi tentunya hanya sedikit karena wajah aslimu yang lebih menarik. "


"Bisa memberiku waktu untuk memikirkannya, kak ??"


"Tentu saja, jika kamu memutuskan untuk menerima tawaranku, telepon ke nomor ini. Aku pamit, sampai jumpa. " Kiara memberikan kartu namanya. Ia berharap Ratu menerima tawarannya


"Terima kasih kak ,,," Ratu mengambil kartu nama itu dan menyimpannya.


Ratu menatap punggung Kiara yang semakin menjauh. Rasanya bagaikan dalam mimpi, seakan waktu kembali berputar ke masa lalu kehidupannya yang dulu saat berada di Inggris sebagai model kini terjadi lagi namun di negara berbeda.


💞💞💞💞


maaf ya telat up


selamat menikmati dan terima kasih dukungannya

__ADS_1


__ADS_2