TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 49


__ADS_3

...happy reading beloved readers...


Walaupun kesal Ratu tak dapat berbuat apa-apa karena pria penuh modus itu telah ngacir duluan. Ia kemudian keluar kamar sebelum Rafka menyelesaikan urusannya di kamar mandi. Ratu teringat jika ia akan berbicara empat mata dengan sang oma. Ia segera menghampiri oma Kailani yang baru saja duduk di ruang keluarga.


"Om Joko sudah pulang ??"


"Baru saja, sayang ,,,"


"Sejak kapan manajer hotel oma diganti ???" Ratu langsung bertanya pada intinya.


"Enam bulan yang lalu. Ada apa ?? kamu sudah bertemu dengannya ??"


"Tadi siang aku sama kak Rafka makan siang di sana dan bertemu dengannya. "


"Atas rekomendasi siapa hingga bisa langsung menduduki kursi manajer padahal kan masih ada yang lebih senior dan mengerti bagaimana mengelola hotel. "


"Salah satu pelanggan VIP hotel kita, jadi gak ada salahnya kita coba.


"Berarti aku bisa menggantinya kan oma ??"


"Tentu saja sayang, hotel itu sudah oma notariskan kepemilikannya atas namamu dan besok oma akan memperkenalkanmu sebagai pemilik yang baru."


"Jangan dulu oma, dan satu lagi untuk sementara jangan mengatakan apapun tentang hotel itu pada kak Rafka. "


"Lho kenapa ??? bukannya bagus jika dia mengetahuinya ,,," oma Kailani heran dengan sikap cucu kesayangannya.


"Apa keluarga kak Rafka tahu jika hotel KAIL_NA adalah milik oma ???"


"Gak ada yang tahu kecuali anak-anak oma. "

__ADS_1


Ratu menganggukkan kepalanya mengerti. Kali ini ia ingin lebih serius menangani hotelnya agar semakin berkembang. Ratu ingin mengawasi langsung hotel yang telah di percayakan oleh sang oma dengan berpura-pura sebagai pelanggan VIP hotel KAIL_NA.


Hari beranjak sore ketika Rafka ikut bergabung, kini mereka sedang menikmati indahnya sore di taman yang berada di samping rumah oma Kailani yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga.


"Selamat sore oma, honey ,,," sapa Rafka kemudian duduk di samping Ratu


"Gimana istirahatnya nak ??"


"Seumur hidup baru kali ini bisa menikmati istirahat siang, oma. Sepertinya setelah pindah rumah aku harus pulang lebih awal agar bisa istirahat yang cukup. "


"Harus itu supaya secepatnya oma bisa menggendong anak kalian. Oma semakin hari semakin tua dan hanya itu keinginan terbesar oma saat ini. Melihat kalian memiliki anak dan hidup bahagia. "


"Sabar oma, untuk sekarang aku belum bisa menjanjikan hal itu karena pabriknya masih tertutup rapat. Kuncinya belum aku temukan. " balas Rafka tertawa sumbang.


Ratu hanya menatap datar keduanya, walaupun jauh di dalam lubuk hatinya terbersit sedikit rasa bersalah karena tidak menjalankan perannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya namun dirinya belum bisa melupakan kata-kata Rafka. Besarnya luka yang ditorehkan oleh Rafka masih membekas.


"Kalau memang demikian sebaiknya nak Rafka mulai mencari pabrik baru kasihan orang tuamu karena mereka juga pasti memiliki keinginan sepertiku. " oma Kailani mencoba memancing ekspresi cucunya.


Rafka terlonjak kaget mendengar ucapan wanita yang berhasil memporak porandakan pertahanan adik kecilnya, kemudian ia mendengus kasar. Sedangkan oma Kailani terbelalak tak percaya dengan ucapan Ratu.


'Sedemikian sakit hatinya cucuku pada suaminya hingga responnya seperti itu. ' batin oma Kailani putus asa.


"Oma hanya bercanda, gak usah segembira itu karena hanya kamu istriku satu-satunya dan hanya kamu yang akan mengandung benihku. " bisik Rafka sambil meniup telinga Ratu diakhir kalimatnya hingga tubuhnya kembali meremang.


"Sayang, setiap orang pernah melakukan kesalahan dan kita harus saling memaafkan. Tidak boleh memelihara dendam apalagi pada suami sendiri. " oma Kailani menasehati Ratu pelan agar bisa dimengerti oleh wanita keras kepala itu.


"Tentu oma, aku tidak ada dendam atau apapun hanya saja rasa kecewa itu masih ada saat melihatnya. Aku juga telah berusaha melupakannya namun belum berhasil. " balas Ratu apa adanya.


"Atau mungkin aku harus mati dulu baru bisa di maafkan ,,," celetuk Rafka getir

__ADS_1


"Kak ,,, jangan ngomong begitu, ih ,,, emang kalau kakak mati bisa hidup kembali ?" omel Ratu tak terima.


Oma Kailani tersenyum bahagia melihat ekspresi wajah cucunya saat Rafka mengatakan hal itu. Ia yakin jika ada rasa cinta yang Ratu tak sadari. Oma Kailani segera memikirkan cara agar cucunya itu menyadari rasa cinta dan sayangnya pada Rafka.


"Ada apa oma senyum-senyum sendiri ,,, jangan memikirkan yang aneh-aneh ya. "


"Gak sayang, oma hanya membayangkan jika suatu saat kalian pasti akan bahagia. ' balas oma seraya berdiri meninggalkan pasangan yang belum akur hingga saat ini.


Rafka mencuri ciuman kecil pada bibir Ratu kemudian mengikuti jejak sang oma. Ia kembali ke kamar untuk memeriksa surelnya siapatau Randy mengirimkannya dan butuh persetujuannya.


Ratu kemudian menyandarkan kepalanya agar bisa rileks dan memikirkan semua kata-kata oma Kailani. Terlihat sesekali ia menarik napas berat menandakan jika pikirannya sedang kacau.


Hari-hari yang ia lewati terasa sangat berat, bagaimana tidak setiap hari ia harus melihat pria yang telah melukai hati dan perasaannya bukan hanya bertemu bahkan ia harus berbagi tempat tidur dengannya. Belum lagi jika pria itu mulai melancarkan berbagai modusnya agar bisa menyentuhnya walau sebenarnya tanpa moduspun pria itu sah-sah saja jika ingin menyentuhnya. Mengingat semua itu Ratu serasa ingin menghilang untuk sementara waktu.


Pikiran Ratu benar-benar kacau, belum lagi besok mereka sudah akan pindah ke rumah baru yang telah selesai da siap di huni. Ratu bergidik memikirkan kehidupan selanjutnya saat mereka telah hidup mandiri.


Mentari di ufuk barat berganti warna, kini warna jingga telah menghiasi langit pertanda malam akan segera tiba dan sang rembulan yang menguasai malam akan menampakkan cahayanya bersama bintang di langit.


"Ya Allah, jangan biarkan hatiku ini penuh dengan kebencian, aku ingin memaafkan orang yang telah membuatku kecewa dan terluka." gumam Ratu sambil memandang senja yang seolah mengejeknya.


Di waktu yang sama Rafka pun sedang menatap indahnya senja dan menitipkan sebuah asa yang dapat membuat semesta yang fana menjadi semesta yang penuh dengan warna. Ia berharap semesta mendukungnya agar kehidupannya bersama sang istri menyempurnakan warnanya seperti senja yang selalu membuat setiap insan tersenyum bahagia menyambutnya. Walaupun senja berarti malam yang gelap menanti namun dibalik itu setiap makhluk tahu bahwa matahari tenggelam selalu menjanjikan suatu fajar yang baru.


"Tuhan lewat senjamu satukanlah hati kami, jangan biarkan salah satu diantara kami lelah untuk berjuang." gumam Rafka pelan menatap senja yang semakin memudar dan berganti warna,


Sebuah kristal bening berhasil lolos dari ujung mata Rafka. Untuk pertama kalinya ia meneteskan air matanya untuk seorang wanita. Ia benar-benar putus asa menghadapi istrinya. Kehabisan akal lebih tepatnya.


💞💞💞💞💞


Selamat pagi dan selamat beraktivitas

__ADS_1


Terima kasih dukungannya


Love you all


__ADS_2