TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 47


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Ratu dan Rafka menikmati makan siang mereka untuk pertama kalinya, sebuah rasa hangat melingkupi hati Rafka. Sebuah rasa yang berbeda yang ia rasakan untuk pertama kalinya pula. Dua tahun lalu hampir setiap hari ia makan bersama kekasihnya namun tak pernah merasakan hal seperti ini.


"Gimana makanannya, Raf ,,, enak kan ???" ucap Nindi yang tiba-tiba duduk di samping Rafka.


"Sejak dulu kan makanan disini selalu enak, makanya kami sekeluarga menjadikan resto hotel ini sebagai favorit kami. "


"Biar bagaimana pun tetap ada campur tanganku sebagai manajer, Raf ,,,"


"Mbak sudah berapa lama bekerja sebagai manajer hotel ini ,,," sela Ratu memancing kejujuran manajer hotelnya.


"Enam bulan tapi hotel ini semakin ramai sejak aku yang bertanggung jawab. " balas Nindi sombong.


Ratu hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapan Nindi. Mungkin ia merasa puas dengan berkata seperti itu, pikirnya.


"Kak, jadi gak kita bicara. Kalau disini terlalu ramai kita bisa bergeser ke tempat lain." ucap Ratu apa adanya.


"Hei ,,, kamu siapa berani mengusir aku di hotelku sendiri. " geram Nindi tersinggung.


"Maaf mbak, bukan bermaksud seperti itu. "


"Nin ,,, istriku benar, tolong tinggalkan kami berdua karena kami akan membicarakan rencana masa depan kami dan tidak enak jika ada orang lain yang mendengarnya. " Rafka terang-terangan membela Ratu dan itu membuat Nindi geram.


"Kamu gak ingin tahu siapa Nindi sebenarnya ???" tanya Rafka saat Nindi sudah menjauh dari mereka.


"Dia manajer hotel ini, udah cukup buatku. Kalau yang kakak maksud hubungan kalian maka itu bukan urusanku " jawaban Ratu membuat Rafka mendesah kecewa.


"Lebih baik kita berbicara dari hati ke hati. " ucap Rafka setelah menarik napas panjang untuk menghilangkan kekecewaannya.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Ratu melainkan menampilkan wajah serius pertanda ia menunggu kelanjutan kata-kata Rafka. Walaupun hatinya kebat kebit dan jantungnya berdiskusi ria namun Ratu berhasil menguasai perasaannya.


"Saat kamu, Tristan dan wanita itu membicarakan masalah kalian, aku langsung melamarmu di depan semua orang yang hadir saat itu, bukan karena aku ingin memanfaatkan kesempatan atau hanya sekedar menolong keluargamu dari rasa malu akan tetapi aku mencintaimu. Akupun tak tahu sejak kapan rasa itu ada hanya saja sejak saat kamu memutuskan pertunangan kita, beberapa hari kemudian aku ke ibukota ini untuk mencarimu dan ingin meminta maaf padamu tapi kamu keburu menghilang. Dan mulai saat itu aku memindahkan pusat perusahaanku di sini agar bisa mengetahui informasi tentangmu walaupun semuanya gagal total tapi aku yakin suatu hari nanti kita pasti akan bersama. Dan ketika kesempatan itu berada di depanku maka tak mungkin aku sia-siakan begitu saja. Aku tahu telah menyakiti dan melukai perasaanmu maka dari itu ijinkan aku menyembuhkannya."


Mendengar penjelasan Rafka yang demikian panjang membuat Ratu terdiam berusaha mencerna satu per satu. Ia tak ingin percaya begitu saja ucapan pria yang sedang menatapnya penuh harap.


"Maaf kak, aku tak ingin jadi orang ketiga." ingatan Ratu kembali ke masa lalu dimana Rafka menolaknya karena telah memiliki kekasih.


"Orang ketiga ??? gak ada yang akan menjadikanmu orang ketiga. Hubungan kami berakhir saat pertunangan kita di masa lalu. " Rafka menceritakan kisah asmaranya yang berakhir karena perselingkuhan kekasihnya.


"Jadi maksud kakak, aku bukan orang ketiga namun sebagai pelarian gitu ,,," sarkas Ratu tak terima.


"Astaga ,,, aku sudah move on saat melihat mereka bermesraan asal kamu tahu. " Rafka mulai putus asa karena kekeras kepalaan istrinya itu.


"Dan satu lagi mengenai Mariska, dia tidak berarti apa-apa bagiku. Dia hanya terobsesi dengan uangku dan aku sama sekali tak pernah bermesraan dengannya apalagi menidurinya. " Rafka menjelaskan semuanya saat kesempatan itu ada, ia tahu jika istrinya ini bisa mengerti dan semoga hatinya masih sebaik dulu seperti kata mamanya.


"Kita lihat nanti saja kak, akan tetapi saat ini niatku masih tetap sama." balas Ratu setelah terdiam beberapa saat.


Ratu bagaikan tersengat listrik saat Rafka tiba-tiba menggenggam tangannya dengan lembut, walaupun selama ini pria itu sering melakukannya namun kali ini terasa berbeda. Mata mereka saling bertemu, Ratu tenggelam dalam pesona mata elang milik Rafka, ia mencari kebohongan di balik sinar mata setajam mata elang Rafka namun yang dicari tak ada sedangkan Rafka sendiri tak dapat mengalihkan tatapannya dari mata jernih milik wanita yang telah menyandang status sebagai istrinya itu. Ratu segera mengalihkan pandangannya bersamaan dengan seseorang menyapanya.


"Apakah menunya masih seenak dulu bu ,,,,"


"Pak Frans ??? tentu saja pak. Terima kasih masih betah di hotel ini. " balas Ratu tersenyum manis.


"Honey ,,, kalian saling mengenal ???" Rafka bingung dengan interaksi istrinya dan koki hotel yang sangat akrab.


"Tentu saja kak, aku juga pel****an hotel ini sebelum ke Inggris. "jawab Ratu seraya memberikan kode pada pak Frans.


"Ya sudah,pak Frans kembali aja, yang penting bapak sudah tahu jika aku sudah kembali. "

__ADS_1


"Baik bu ,,, terima kasih." Pak Frans kemudian ke,Bali menghilang di balik pintu resto hotel.


"Kita balik kantor yuk, kak ,,, sebentar lagi jam istirahat berakhir. " ajak Ratu sedikit canggung.


"Gimana kalau , ke rumah masa depan kita, kamu harus melihatnya apakah sudah sesuai dengan keinginanmu atau masih ada yang kurang. "


"Nanti ajalah kak, aku tidak akan ikut campur dalam penataan rumah itu sebelum yakin dengan diriku sendiri. "


Lagi-lagi Rafka harus menelan kekecewaan menghadapi sikap Ratu. Sungguh berat perjuangannya untuk mendapatkan hati istrinya itu. Semoga saja Sang Maha Pencipta memberikan sedikit cahaya di hari istrinya agar kebahagiaan bisa ia rasakan.


Jika luka fisik bisa di sembuhkan maka luka hati akan mustahil di sembuhkan hanya dengan sebuah penjelasan dan permohonan maaf walaupun hati hanyalah seonggok daging namun segalanya bersumber dari sana.


Seandainya waktu bisa terulang ia akan memperbaiki segalanya. Rafka kini menyadari kesalahannya yang sangat fatal di masa lalu dan hanya berharap pada yang Diatas agar takdir baik mengikutinya. Sungguh ia sangat menyesal.


Mereka kemudian berjalan berdampingan keluar dari hotel KAIL_NA dan langsung masuk ke dalam mobil yang telah siap di depan lobby . Walaupun hari Rafka dipenuhi tanda tanya karena sejak mereka memasuki hotel, Ratu tak pernah luput dari pandangannya dan ada beberapa karyawan yang telah lama bekerja terlihat sangat menghormati istrinya. Mungkinkah karena Ratu salah satu pel****an hotel ini ?


Mobil yang disupiri Rafka melaju dengan kecepatan sedang di antara para pengguna jalan raya.


"Lho kak ,,, kita mau kemana ,,," Ratu bertanya karena mereka bukan di jalan menuju kantor mereka.


💞💞💞💞💞


Selamat pagi semua.,..


Selamat berhari libur dan jangan lupa untuk selalu bahagia


Jaga kesehatan ya,,,,


Jangan lupa dukungannya karena itu sangat berarti bagi othor dan juga sebagai penyemangat buat selalu up

__ADS_1


Love you all


__ADS_2