
...happy literasi beloved readers...
Sore telah berganti malam jam menunjukkan pukul 20.15 saat Rafka dan Randy meninggalkan kantornya, selama dalam perjalanan ke rumah sakit, Rafka memejamkan matanya karena kelelahan. Dasinya yang mencekik leher telah ia longgarkan sedangkan jasnya tergeletak begitu saja di sampingnya.
"Sebaiknya bos pulang ke rumah aja, nanti aku yang ke rumah sakit memberitahukan nona Ratu dan Nyonya Kailani. Mereka pasti akan mengerti. " Randy tak tega melihat keadaan bosnya.
"Gak apa-apa, antarkan aja ke rumah sakit." ujar Rafka masih tetap dengan mata terpejam.
Randy akhirnya mengarahkan mobil menuju ke rumah sakit hingga beberapa menit kemudian mereka tiba di lobby rumah sakit.
"Besok pagi jemputnya jangan terlalu pagi. " titah Rafka sebelum keluar dari mobil.
Randy kembali melanjutkan perjalanannya setelah bosnya menghilang dari pandangannya.
tok tok tok
"Assalamualaikum ,,," sapa Rafka mencoba tersenyum walaupun rasa lelah mendominasinya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, nak Rafka baru pulang jam segini ??" oma Kailani bangun dan duduk di tempat tidurnya. Yah, oma Kailani sudah semakin membaik
"Maaf sudah mengganggu istirahat oma." Rafka merasa bersalah karena kedatangannya membuat oma Kailani terbangun.
Ratu yang sedang membalas email menghentikan pekerjaannya dan menatap datar ke arah Rafka kemudian ia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Tak lama kemudian ia kembali keluar.
"Air hangatnya sudah siap. " ucapnya lalu kembali tenggelam dengan pekerjaannya.
Sebuah garis melengkung menghiasi bibir Rafka dan tanpa berbicara ia lalu menuju kamar mandi setelah terlebih dahulu mengambil baju gantinya. Walaupun istrinya masih datar dan dingin namun sebuah kemajuan karena istrinya itu mau menyiapkan air mandi untuknya.
"Sayang, bersikaplah layaknya seorang istri. Jangan pernah menyimpan dendam karena itu akan menghancurkanmu. Walau bagaimanapun Rafka sekarang adalah suamimu, kalian telah terikat dalam sebuah hubungan yang sakral, cobalah buka hatimu dan liat ketulusan Rafka. " oma Kailani tak bosan untuk terus-terusan menasehati cucunya.
'Maaf oma, terlalu dalam rasa sakit yang ia torehkan sehingga sangat sulit untuk disembuhkan' batin Ratu tak ingin membantah oma Kailani.
Oma Kailani hanya bisa menarik napas panjang melihat bagaimana kerasnya cucu kesayangannya itu. Rasanya ia sudah kehabisan kata-kata untuk menasehatinya. Jika ingin menyalahkan maka salahkan Zayyan dan Mira yang telah menjadikan gadis yang dulunya lemah lembut namun makin hari makin terlihat keras kepalanya.
Perlahan oma Kailani membaringkan tubuh rentanya agar ia dapat beristirahat sehingga besok dokter melihatnya kembali segar dan mengijinkannya untuk pulang ke rumah. Oma Kailani sudah sangat banyak berada di rumah sakit.
__ADS_1
Melihat sang oma menutup matanya, Ratu pun melakukan hal yang setelah terlebih dahulu mematikan laptopnya. Ia memilih membaringkan tubuhnya diatas kursi panjang daripada harus tidur pada brangkar yang di sediakan .
Terdengar pintu kamar mandi terbuka, sosok Rafka dengan memakai celana training dan kaos yang pas dibadan membuat Rafka terlihat semakin sempurna dengan lengan berotot yang tampak kekar.
Rafka duduk di samping Ratu dan perlahan membelai rambutnya dengan lembut lalu menciumnya sekilas. Ratu membeku dengan kelakuan Rafka yang telah berani menciumnya tanpa rasa bersalah.. Jantungnya lagi-lagi tak bersahabat. Bingkahan daging itu kembali berdebar hebat.
"Aku tidak akan pernah melepasmu, sayang. Tetaplah bersamaku walau apapun yang terjadi." bisik Rafka pelan meskipun Ratu dalam keadaan tidur namun ia yakin bisikannya akan menembus kedalam hati istrinya itu.
Baru saja Ratu ingin membalikkan badannya agar membelakangi Rafka tiba-tiba ia merasa tubuhnya bagaikan melayang, sebelum kesadarannya kembali pulih tubuhnya telah berada di tempat tidur tak lama kemudian sebuah tangan besar telah melingkar pada pinggangnya membuat Ratu tak bisa berpura-pura tidur lebih lama.
"Jangan kurang ajar !!!" bentak Ratu pelan seraya memukul tangan Rafka kemudian ia bangun dan kembali ke kursi panjang.
Rafka hanya mengangkat bahu tak terpengaruh dengan bentakan Ratu. Karena terlalu lelah akhirnya Rafka memutuskan untuk tidur sambil merasakan harumnya tubuh Ratu yang sejak saat ini akan menjadi candunya.
Melihat Rafka yang tertidur dalam damai, Ratu pun melakukan hal yang sama. Besok ia harus ke kantor karena ada beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani dan lagipula tidak enak pada sahabatnya yang beberapa hari ini menangani semua yang sebenarnya merupakan tanggung jawabnya.
💞💞💞💞
__ADS_1
Bersambung