
...happy reading beloved readers...
"Selamat ya bu, bayinya pria tampan bakalan jadi rebutan gadis-gadis dimasa akan datang. " dokter Dina mengelus pipi bayi tampan dalam gendongannya.
"Terima kasih dok." Ratu tersenyum bahagia menyambut bayinya walaupun masih dalam keadaan lemas sehabis berjuang agar putranya bisa melihat luasnya dunia.
"Aku permisi dulu melanjutkan tugas. Istirahat yang cukup agar tenaganya cepat pulih. Oh ya jangan lupa berikan ASI pertamanya. " ucao dokter Dina sebelum benar-benar meninggalkan ruang perawatan Ratu.
"Sayang, coba susui dulu bayimu biasanya ASI nya akan keluar jika diisap oleh si bayi. Setelah itu kamu istirahat yang cukup biar oma yang jagain jagoan kecil ini. " oma Kailani mengelus lembut kepala cucu keras kepalanya.
Ada rasa sesak yang menggerogoti Bangkalan daging dalam dadanya yang bernama hati, melahirkan anak tanpa suami disisinya membuatnya meringis. Walaupun ada rasa sakit namun Ratu segera menepisnya, semua sudah terjadi dan ia mampu merawat dan membesarkan putranya sendiri. Ratu telah memikirkan untuk mengurus perceraiannya setelah kondisinya membaik.
__ADS_1
Oma Kailani menatap cucu kesayangannya dengan sendu, batinnya berperang antara ingin mengabari mama Lilian dan janjinya pada Ratu. Maka tidak sekarang kapan lagi mereka akan bertemu dan bersama lagi.
"Oma, sepertinya anakku sudah kenyang. Aku ingin tidur sejenak,, semoga selalu bangun tenaga pulih kembali." suara lembut Ratu membubarkan lamunan oma Kailani.
Oma Kailani mengambil alih bayi mungil itu dan memangkunya dengan bahagia. Sedangkan Ratu perlahan memejamkan matanya karena kelelahan. Melihat Ratu tertidur pulas, oma Kailani segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja kemudian mengambil foto sang bayi dan mengirimkan pada mama Lilian. Kali ini biarlah ia melanggar janjinya pada Ratu demi bayi yang baru lahir. Ia tak boleh tumbuh dengan terpisah jauh dari ayahnya.
'Maafkan oma sayang, sudah waktunya kalian bersama lagipula suamimu menyesali perbuatannya dan sangat mencintaimu. ' batin oma seraya mengirim foto bayi tanpa dosa itu.
Saat ponsel mama Lilian bergetar tanda sebuah notifikasi pesan WA masuk, ia segera meraih ponselnya dengan mata melotot tak percaya. Airmata kebahagiaan keluar dari kelopak matanya, lapar Bram dan Rafka yang melihatnya merasa penasaran dan mendekati sang mama untuk melihat pesan yang membuatnya menangis.
"Ma, ini beneran anakku ???" Mata Rafka seketika berbinar. semangat hidupnya yang sempat meredup kini kembali melihat bayi mungil yang mirip dengannya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya kita akan di panggil opa dan oma. " papa Bram berjingkrak gembira.
"Tolong tanyakan pada oma posisi mereka dimana saat ini, ma ,,, aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan anak dan istriku. "
Mama Lilian segera menuruti permintaan putranya. Tak perlu menunggu lama balasan dari oma Kailani bahkan sang oma pun mengirimkan video Ratu yang tertidur pulas pasca melahirkan. Entah bagaimana perasaan Rafka melihat video kiriman sang oma, rasa rindu pada istrinya yang menumpuk beberapa bulan membuatnya ingin segera terbang kesana.
Beberapa jam lemudian jet pribadi telah siap untuk membawa mereka ke India, segala sesuatunya telah diurus oleh Randy sang asisten andalan. Ketiganya dengan tak sabar mereka duduk menunggu jet tersebut mendarat di bandara Internasional Indira Gandhi Delhi.
💞💞💞💞💞
selamat pagi semoga menghibur
__ADS_1
terima kasih dukungannya