TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 71


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Oma Kailani meneteskan air matanya melihat punggung cucunya yang melangkah semangat menjauh hingga akhirnya kuda besi itupun membawanya pergi. Sesaat sang oma duduk sambil tertunduk memikirkan kisah hidup Ratu yang selalu tersakiti. Jika keadaannya seperti dulu, mungkin oma Kailani tak terlalu memikirkannya akan tetapi kini keadaannya sangat berbeda, Ratu berbadan dua.


Oma Kailani menatap surat di tangannya, sesuai permintaan cucu kesayangannya, surat itu akan ia serahkan pada mertuanya pada sore hari. Oma Kailani lagi-lagi menarik napas panjang dan menghembuskannya secara kasar berharap pikirannya kembali tenang dan memasrahkan semuanya pada Yang Maha Kuasa.


Sementara Rafka yang baru saja tersadar dari mimpi indahnya mengusap wajahnya kasar, ia tak melihat Ratu seperti biasanya saat terbangun. Rafka segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, hari ini ia akan sangat sibuk ada beberapa perjanjian kerjasama yang harus di evaluasi.


Selesai mandi dan berpakaian rapi, Rafka kemudian keluar untuk sarapan berharap Ratu telah menunggunya di meja makan. Namun yang dicarinya tak ada hanya Nadia yang menunggunya sambil tersenyum manis.


"Bi ,,, nyonya muda kemana ,,," tanya Rafka sambil menyendok nasi goreng dan telur ke piringnya.


"Sepertinya nyonya muda berangkat lebih pagi, tuan muda."


"Lho, bukannya kalian sekamar ,,, masa istrimu pergi gak pamit. " Nadia mulai memancing emosi Rafka


"Aku yang tidurnya ngebo, makanya gak tahu kalau Ratu berangkat pagi-pagi. " balas Rafka santai.


Diam-diam Nadia merasa kesal mendengar ucapan Rafka yang membela Ratu. Tanpa berbicara lagi, Rafka segera menyelesaikan sarapannya dan dengan terburu-buru meninggalkan Nadia yang masih mengunyah makanannya.


"Raf ,,, tunggu ,,,"


"Maaf Nad, aku buru-buru. " Rafka kemudian masuk kedalam mobil dan menyuruh sopirnya agar segera berangkat.


Jalanan masih sepi dan lengang karena masih terlalu pagi, para pengguna jalan melajukan mobilnya dengan sedikit kencang agar tidak terjebak macet karena busa dipastikan sebentar lagi jalanan bakalan penuh dengan berbagai jenis kendaraan.


Tiba di kantor yang tak masih lumayan sepi, Rafka segera memasuki lift menuju ke ruangannya yang berada pada lantai bangunan teratas gedung perusahaan Angkasa Global’s.


Rafka langsung bergelut dengan pekerjaannya hingga pimpinan perusahaan rekanannya tiba dan merek langsung rapat pada ruangan yang telah di siapkan. Randy pun sibuk mendampingi Rafka. Diskusi berjalan dengan alot hingga lewat jam istirahat.


"Kita makan siang di restoran depan kantor aja agar bisa menghemat waktu " usul Randy karena diskusi mereka belum menemukan kata sepakat.

__ADS_1


Mereka kemudian keluar kantor dan mengisi perut yang sudah mulai memberontak meminta haknya. Tak lama kemudian berbagai jenis makanan ditata dengan rapi diatas meja yang berada dihadapan mereka. Rupanya Randy telah memesan makanan sebelumnya.


Selesai bersantap siang, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan diskusi yang belum tuntas. Rafka yang berjalan bersama Devan tiba-tiba berhenti dan memegang dadanya yang mendadak terasa nyeri.


"Pak Rafka kenapa ??" Devan terkejut melihat Rafka yang meringis sambil memegang dadanya


"Bos, kenapa ??" Randy menghampiri Rafka dengan wajah khawatir.


"Gak apa-apa, hanya dadaku terasa nyeri. " jawab Rafka setelah rasa nyerinya mereda.


"Pak Rafka bisa melanjutkan rapatnya ?? kalau memang gak bisa, kita bisa menundanya dan melanjutkan besok. " saran Devan bijak.


"Jangan khawatir pak Devan. Aku bisa kok daripada kita tunda dan mulai dari awal lagi. "


Akhirnya mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang rapat. Mereka melanjutkan rapat hingga jam menunjukkan pukul 16.15. saking bersemangatnya mereka tak merasakan jarum jam terus berputar.


"Kami permisi pak Rafka, pak Randy ,,, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar." ucap Devan menjabat tangan keduanya secara bergantian.


"Aku pun pamit pulang sudah sore jam kantor juga sebentar lagi berakhir. " Randy ingin segera pulang menemui istrinya.


"Ya telponlah, ngapain juga nunggu dikabari kayak anak gadis aja. " balas Randy datar.


"Kita turunnya bareng, sambil aku telpon Ratu. " ucap Rafka mulai menekan nomor ponsel Ratu.


Berulang kali ia mendial nomor Ratu namun hanya suara operator yang terdengar. Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan.


"Kenapa ??"


"Mungkin ponselnya sedang lowbat." ucap Rafka berpikir positif


"Semoga saja. " balas Randy spontan.

__ADS_1


Mereka kemudian berpisah di parkiran, Randy menyetir mobilnya sendiri sedangkan Rafka disupiri oleh supir perusahaan. Dalam perjalanan pulang, hati Rafka tak tenang, ia terus mencoba mendial ponsel Ratu namun jawaban yang diterima tetap sama hanya suara operator yang terdengar.


"Pak, putar arah,,, kita ke hotel KAIL_NA." titah Rafka dan sopirnya pun langsung memutar balik kendaraan.


Setengah jam kemudian Rafka tiba di hotel KAIL_NA dan langsung bertanya pada resepsionis, orang yang tahu banyak tentang hotel KAIL_NA .


"Selamat sore pak, ada yang bisa kami bantu. " sapa resepsionis tersebut sambil tersenyum ramah.


" Saya ingin bertemu dengan istri saya" balas Rafka dengan perasaan gelisah yang datang tiba-tiba.


"Maaf pak, ibu sedang perjalanan keluar negeri. "


Duaaaaaarrrr


Bagaikan petir menyambar tubuhnya, Rafka terhuyung ke belakang beruntung seorang karyawan langsung menahan tubuhnya dan membimbingnya untuk duduk di sofa. Tubuhnya serasa tak bertulang bagaikan jely, lemas tak berdaya. Seketika sebagian nyawanya melayang entah kemana, Rafka tertunduk, airmatanya mengamuk keluar menganak sungai. Ada apa tiba-tiba Ratu pergi tanpa berpamitan padanya. Apakah karena pertengkaran mereka semalam ??? Bagaimana bisa ia pergi dalam keadaan hamil ?? Kemana istri dan anak yang masih di dalam rahim itu pergi ?? berbagai pertanyaan berseliweran didalam benaknya.


Seolah tersadar dari mimpi buruknya, Rafka segera mendial nomor Randy. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi persoalan ini.


"Rand ,,, temui aku di hotel KAIL_NA. " ucap Rafka dengan suara serak


"Apa yang terjadi bos, aku baru aja sampai rumah ,,, bos ,,, bos !! teriakan Randy diujung telepon tak mendapat jawaban dari Rafka membuat Randy panik.


"Honey, aku ke hotel KAIL_NA, sepertinya Rafka dalam masalah besar. " ucap Randy bersiap memutar kendaraannya keluar pagar rumahnya.


"Aku ikut, mas ,,," Andhini secepat kilat telah duduk di samping suaminya.


Randy melakukan mobilnya secepat mungkin, khawatir dengan Rafka yang sepertinya sedang mengalami sesuatu hal yang buruk. Penasaran dan khawatir menjadi satu dalam benak Randy hingga tak menyadari jika ia melarikan mobilnya dengan tidak sabaran apalagi beberapa kali lampu merah memaksanya untuk berhenti.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Up 2 bab untuk hari ini cukup ya,,,

__ADS_1


terima kasih ,asih setia menunggu cerita selanjutnya


love you allπŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2