
...happy literasi beloved readers...
Walaupun sudah membaik, namun oma Kailani masih di rawat di rumah sakit atas permintaan tante Sita, ia tidak ingin mengambil resiko jika tiba-tiba penyakit jantung sang mama kembali anfal. Sangat berbahaya. Jadilah Ratu bekerja dari rumah sakit dan meyerahkan yang lainnya pada Andhini untuk diselesaikan.
Kesempatan Rafka untuk berusaha menggapai hati Ratu pun tak ia sia-siakan karena di hadapan sang oma pasti wanita keras kepala itu tak akan menolaknya. Sebuah Kesempatan emas yang tak akan pernah datang dua kali.
"Sayang, mas berangkat dulu ya, gak usah pesan makanan untuk makan siang, nanti mas yang bawakan. " Rafka tersenyum dan sekilas mencium dahi Ratu kemudian membalikkan badannya pada oma Kailani sebelum dipelototi.
"Oma, Rafka berangkat dulu. " lanjut Rafka mencium punggung tangan oma Kailani.
"Hati-hati nak. Ratu sayang, diantar dong suaminya. "
Ratu hanya menatap datar pada Rafka kemudian berdiri dan berjalan lebih dulu ke pintu.
"Aku hanya mengikuti perintah oma, sekarang pergilah. " Ratu hanya berdiri di depan pintu dan berbicara perlahan agar sang oma tidak mendengarnya.
"Gak masalah, ikhlas atau tidak yang penting istriku sudah mengantar." masih dengan senyumnya Rafka mengusap pelan kepala Ratu.
'Aku percaya suatu saat hal seperti ini akan menjadi rutinitasmu setiap hari, sayang.' batin Rafka menatap dalam-dalam wajah Ratu seakan ia ingin selalu mengingatnya di setiap langkahnya.
Ratu melotot melihat cara Rafka menatapnya, jantungnya berdegup kencang seolah ia baru saja berlari. Ratu segera membalikkan badannya memasuki ruangan oma Kailani agar Rafka tak mendengar detak jantungnya. Rafka hanya bisa meringis menghadapi sikap Ratu.
'Kok nasibku gini amat, ya ,,, apakah ini karmaku ???' batin Rafka menatap lurus ke depan tak memperdulikan sekitarnya.
__ADS_1
Rafka langsung masuk kedalam mobil yang telah menunggunya, setelah ia duduk dengan nyaman barulah kemudian Randy menjalankan mobilnya menuju kantor, jalanan masih tampak lengang karena mereka berangkat lebih cepat dari biasanya.
Hanya lima belas menit waktu yang mereka tempuh untuk tiba di perusahaan, karyawan pun baru beberapa orang yang tiba. Melihat bos mereka datang para karyawan menyapa dan seperti biasa Rafka hanya mengangguk tanpa ekspresi.
"Jangan-jangan berita di televisi benar adanya, masa pengantin baru gak ada acara bulan madunya. " gossip pun di mulai.
"Wahhh ,,, Ratu menang banyak dong. Pernikahan berantakan, eh malah dapatnya pria tajir melintir tampan pula. " yang lain ikut menimpali.
"Gak juga sih, kalau menurutku. Soalnya kan Ratu juga anak konglomerat sudah itu model dunia pula. Jadi mereka cocoklah. "
"Kalian tidak digaji untuk menggosipi bos kalian !!" suara bentakan segera membubarkan mereka. Randy menatap tajam para karyawan penyebar gossip itu.
Randy segera mengantisipasi kemungkinan gossip tidak enak yang akan tersebar di penjuru kantor ini. Ia tak ingin jika nantinya Ratu merasa tidak nyaman sehingga pernikahan mereka semakin kacay begitu pula dengan kerjasama perusahaan mereka akan ikut terkena imbasnya, mengingat Ratu adalah tipe wanita yang keras dan tak dapat ditebak. Rupanya Randy harus bekerja keras membantu Rafka.
"Bisa minta tolong kirimkan makan siang ke rumah sakit. Pekerjaanku masih banyak dan akan semakin menumpuk jika aku mengabaikannya."
"Siap bos, nanti aku telpon restoran langganan kita."
Rafka kembali sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk dan menunggu giliran untuk diperiksa sedangkan Randy segera menghubungi restoran lang***an mereka agar makan siang bisa di antar tepat waktu.
Hingga waktu makan siang namun Rafka masih setia duduk di kursi kebesarannya sambik sesekali memeriksa laptop yang menyala di depannya. Sungguh hari yang sangat sibuk padahal ia hanya meninggalkan pekerjaannya selama sehari penuh.
tok tok tok
__ADS_1
"Cepat buka pintu sayang, mungkin itu suamimu. " perintah oma Kailani
"Maaf mbak, atas nama Nyonya Kailani ???" tanya pria yang memakai seragam pegawai restoran.
"Ada apa ya, mas ,,, oma saya belum diperbolehkan banyak bergerak. "
"Ini mbak ada kiriman makanan untuk beliau dari pak Rafka. "
"Ya sudah, silahkan di letakkan di meja aja mas. " titah Ratu
Sesuai perintah Ratu, pria itupun kemudian menata makanan diatas meja panjang lalu segera mohon diri.
"Oma makan dulu, ya ,,," bujuk Ratu lembut.
Saat ini hanya merekaa berdua karena tante Sita sedang dinas dan akan mengunjungi oma Kailani saat jam istirahat. Beruntung oma dirawat di rumah sakit dimana tante Sita bertugas.
💞💞💞
Selamat menikmati dan selamat beristirahat
Semoga hari kalian menyenangkan
Terima kasih atas dukungannya
__ADS_1
Love you more 🤗🤗🤗