TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 44


__ADS_3

...happy reading readers...


Suara adzan mesjid yang terdengar memanggil kaum muslimin dan muslimat membangunkan Ratu dari tidur nyenyaknya. Ia segera beringsut dari tempat tidurnya sebelum pria yang tertidur pulas di sampingnya terbangun. Sejenak Ratu mengamati wajah Rafka yang tampak damai saat tertidur. Ratu kembali mengingat akan tangan besar Rafka yang sempat memeluknya walaupun hanya sesaat namun mampu membuat wajah Ratu merona.


Tak ingin larut dalam pesona wajah damai suaminya dan ingatannya semalam maka Ratu segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Rafka terbangun saat Ratu sedang melipat mukenah dan sejadahnya pertanda telah selesai menunaikan dua rakaat kewajibannya.


"Kok gak bangunin aku, sayang ,,,"


"Bisa kan gak usah memanggilku seperti itu. Sok romantis. " balas Ratu ketus


"Biar orang lain mengira kita pasangan romantis. " ucap Rafka kemudian turun dari tempat tidur.


"Pembohongan publik itu namanya. "


"Gak masalah untuk kebaikan keluargaku."


Ratu hanya menatap datar dan mendengus kasar mendengar ucapan Rafka yang menurutnya seenak-enaknya saja.


"Dasar pembohong " gumam Ratu pelan


"Aku mendengarnya." teriak Rafka seraya menutup pintu kamar mandi.

__ADS_1


Melihat Rafka menutup pintu kamar mandi, Ratu segera memakai bedak dan memoles make up tipis pada wajahnya agar terlihat lebih fresh. Walaupun masih terlalu pagi untuk bersiap ke kantor namun Ratu memang selalu menghindari Rafka di pagi hari. Dirinya merasa canggung jika harus dandan di depan Rafk. Selesai dengan urusan make up, Ratu segera keluar dari kamar menuju ruang kerjanya sambil menunggu waktu untuk sarapan.


Jam terus bergerak tak bisa di hentikan, Rafka bergegas menunaikan kewajibannya sebelum habis waktu untuk shalat subuh. Setelah selesai ia pun keluar dari kamar kemudian menuruni anak tangga lalu menuju taman yang terletak di samping rumah.


"Selamat pagi oma ,,," Rafka langsung mendekati oma Kailani yang sedang duduk menikmati sejuknya udara pagi.


"Selamat pagi nak Rafka ,,," balas oma Kailani tersenyum lembut.


Tak lama kemudian salah satu ART datang da menghidangkan teh hijau untuk mereka berdua. Kebiasaan oma Kailani sebelum sarapan.


"Bi, tolong panggilkan nona di ruang kerjanya. " oma Kailani tahu jika pagi-pagi seperti ini Ratu pasti sedang di ruang kerjanya.


"Baik nyonya ,,,"


"Nak Rafka ,,, oma minta maaf ya, atas semua kelakuan Ratu. Oma jadi malu pada papa dan mamamu karena hingga saat ini Ratu belum mau diajak mengunjungi mereka. Oma merasa sudah sangat gagal dalam mendidiknya. " dengan wajah sedih oma Kailani menatap Rafka yang tersenyum.


"Oma gak perlu sedih seperti itu, justru karena didikan oma yang sangat baik sehingga Ratu busa seperti sekarang ini. Adapun jika dia belum bisa menerimaku sebagai suaminya itu hal yang wajar karena aku belum ada kesempatan untuk menjelaskan padanya. " ucapan Rafka sedikit menenangkan perasaan oma Kailani.


Tak jauh dari tempat mereka duduk, Ratu memilih berdiri sebentar mendengar pembicaraan mereka. Jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia pun penasaran dengan Rafka yang tiba-tiba dengan sukarela menikahinya saat itu.


'Apa yang pria sombong itu sembunyikan ??? alasan apa yang ia miliki saat menikahiku ???' batin Ratu semakin penasaran.


" Nak Rafka harus menjelaskan semuanya pada Ratu sebelum terlambat. "

__ADS_1


"Pasti oma. Jangan khawatirkan hal itu karena sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskan istriku. Karena memang takdir kami selalu bersama, hidup bersama membina rumah tangga dan mengasuh serta membesarkan anak-anak kami kelak". ucapan Rafka terdengar sangat yakin


Mendengar ucapan Rafka yang sanggup meyakinkan setiap orang yang mendengarnya membuat Ratu mendengus kasar. Ia tak percaya dengan ucapan pria itu. Untuk menghentikan ucapan omong kosong Rafka, ia segera menghampiri keduanya.


" Akhirnya yang ditunggu datang juga. "


"Selamat pagi oma ,,," Ratu memeluk sejenak dan mencium pipi kiri dan kanan oma Kailani


"Pingin juga dong kayak oma ,,," celetuk Rafka dan sukses mendapat pelototan dari Ratu.


"Sabar nak, semua ada waktunya ,,," oma Kailani terkekeh dengan ucapannya sendiri.


"Aku akan sabar oma, semua pasti ada hikmahnya. "


"Sejak kapan jadi ustads ,,," sinis Ratu


"Sudah ,,, sudah ,,, kalau kalian tak bisa akur kapan oma akan di panggil buyut. "


Ucapan oma Kailani membuat Ratu kehabisan kata-kata. Ia menyeruput teh hijau milik Rafka tanpa ia sadari. Melihat hal itu Rafka hanya tersenyum karena sebelumnya Rafka telah meminum teh tersebut. Secara tidak langsung mereka sudah berciuman.


💞💞💞💞


Selamat sore ,,,,

__ADS_1


Maaf ya karena upnya sering terlambat. Dunia nyata juga butuh perhatian 😊😊


Jangan lupa tinggalkan jejaknya.


__ADS_2