
...Happy literasi beloved readers...
Dua minggu sudah berlalu namun belum ada tanda-tanda Nadia akan keluar dari rumahnya, Ratu semakin gelisah karena Rafka tak pernah membalasnya dan seolah tak terganggu dengan kehadiran Nadia diantara mereka. Untuk pertama dan terakhir kalinya Ratu mencoba berbicara dengan Rafka dari hati ke hati sebagai suami istri.
"Mas, kok mbak Nadia masih betah di rumah kita, apa gak sebaiknya dia ngantuk atau sewa apartemen aja ,,,"
"Sayang, Nadia disini hanya seorang diri, seluruh keluarganya di luar negeri. Kasihan jika dia tinggal sendiri. "
"Kalau gitu tinggal di apartemen aja kali, mas ,,, daripada di sini. Terus terang aku merasa terganggu. Bagaimana pun dia adalah masa lalumu gak enak juga rasanya seperti dimadu."
"Jangan seperti itu, sayang ,,, biarkan Nadia tinggal beberapa hari lagi. "
"Mas !! ini sudah dua minggu lho. Minggu lalu juga Mas ngomong seperti itu !!" Ratu benar-benar kesal dengan sikap Rafka.
"Sayang, please ,,, jangan ribut, gak enak di dengar Nadia nanti dia tersinggung. "
"Baiklah, terserah mas aja. Mbak Nadia tinggal selamanya disini juga gak masalah buatku. "
Ratu menarik napas panjang menetralkan emosinya lalu keluar kamar menuju ruang kerjanya. Ia ingin menenangkan diri.
"Ratu ,,, kok keliatannya kesal banget. Rafka mengesalkan ya ?? emang tuh si Rafka begitu, susah di mengerti hanya aku yang bisa memahaminya. " ucap Nadia santai
"Bener yang mbak katakan. Hanya mbak Nadia yang bisa memahaminya. " Ratu tersenyum lembut kemudian melanjutkan langkahnya dengan tenang.
Memasuki ruang kerjanya membuat Ratu sedikit tenang, aroma lavender yang menenangkan menyeruak indera penciumannya. Ia duduk di kursi kerjanya sambil menyandarkan kepalanya setelah menutup dan mengunci pintu.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak Roy ,,," sapa Ratu saat panggilan selulernya tersambung.
",,,,,,,"
"Kapan Visaku selesai ??"
" ,,,,,,"
"Ya udah, bawa ke kantor aja pak." titah Ratu kemudian memutuskan panggilan selulernya.
Ratu merasa tak betah berada diantara mereka, ia kemudian merapikan dan menyimpan dalam koper kecil semua dokumen penting dan barang berharganya, lalu menulis sepucuk surat permintaan maaf untuk mertuanya. Ia menyimpan baik-baik surat tersebut dan keluar ruang kerjanya tak lupa ia mengunci pintu karena saat ini ada orang asing yang berada di dalam rumahnya.
Perlahan Ratu membuka kamar dan langsung berbaring, rasa lelah lahir batin membuatnya segera terlena tanpa memperdulikan Rafka yang entah berada dimana. Banyak masalah yang akan ia selesaikan esok hari.
●●●●
Ratu mengendarai mobilnya menuju rumah oma Kailani yang tak seberapa jauh dari rumahnya, ia akan memberitahukan permasalahannya pada oma dan meminta dukungannya sekaligus menitipkan surat untuk mertuanya. Rasanya berat untuk meninggalkan oma Kailani kedua kalinya namun ia butuh waktu untuk sendiri dan menenangkan diri.
"Sayang, kok pagi-pagi sudah mengunjungi oma ?? nak Rafka mana ??"
"Waktuku tak banyak oma. "
"Sayang, ada apa ,,, bicara yang jelas, jangan membuat oma khawatir. "
"Maafkan aku oma, aku bukan cucu yang berbakti. " Ratu mulai sesunggukan mengeluarkan kekesalannya yang beberapa minggu ini ia tahan.
__ADS_1
Ratu kemudian menceritakan tentang kehadiran Nadia ditengah-tengah mereka, Ratu pun menceritakan bagaimana ia berusaha berbicara pada Rafka agar Nadia segera keluar dari rumah mereka.
"Tapi sayang, kamu lagi hamil gak baik berada jauh dari keluarga, kalau ada apa-apa bagaimana kami bisa membantumu. "
"Insya Allah kami akan baik-baik aja, oma. Lagian aku hanya ingin menenangkan diri."
"Nanti aku akan kabari oma setelah tiba. Titip hotel sementara waktu oma karena hanya itu yang akan menunjang kehidupan kami kelak. "
"Jangan berkata begitu sayang, semua asset oma adalah milikmu dan itu sudah oma notariskan. "
"Terima kasih oma. Aku ke hotel dulu untuk mengurus segala sesuatunya. "
"Kita sarapan dulu sebelum kamu pergi karena akan memakan waktu yang lama untuk kita berkumpul lagi. "
Oma Kailani dan Ratu kemudian sarapan bersama sambil bercanda, sesaat mereka larut dalam kehangatan dan melupakan kegundahan. Hingga akhirnya Ratu berpamitan setelah menuntaskan sarapannya.
"Ratu berangkat oma. Jaga diri oma. " Ratu memeluk erat tubuh oma Kailani berat rasanya berpisah.
"Hati-hati sayang, jaga cucu buyut oma dan kabari setelah tiba. "
"Pasti oma, tolong jangan bilang pada siapapun jika aku keluar negeri. "
Oma Kailani hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan cucu kesayangannya. Entah kapan cucunya itu bisa bahagia. Sudah terlalu sering ia merasakan sakit hati. Semoga saja cucu kesayangannya itu bisa lebih kuat menghadapi permasalahannya mengingat ada janin didalam rahimnya.
💞💞💞💞
__ADS_1
Maaf upnya tengah malam
Jangan lupa dukungannya