TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 46


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Rafka memperhatikan jam tangannya dimana jarum penunjuk detiknya terus saja bergerak tanpa henti namun tak seorang pun penghuni ruangan sebelah yang terlihat keluar dari ruangan tersebut.


Lima menit yang lalu telah memuasuki jam istirahat namun Ratu masih betah berada di ruangannya sedangkan Rafka sejak jam istirahat telah menghentikan kegiatannya karena menunggu Ratu.


"Bos, mau makan siang dimana ,,," Randy langsung masuk kedalam ruang kerja Rafka karena sudah terbuka lebar.


"Aku ingin makan siang dengan Ratu, tapi ruangannya masih tertutup rapat. " Rafka tak sadar mengeluh di depan asistennya untuk pertama kalinya karena seorang wanita.


"Alaaah ,,, itu gampang bos. Aku akan mengajak Andhini makan siang bersama dan selanjutnya bos yang pikirkan." Randy segera meninggalkan Rafka yang asih mencerna kata-kata asisten ajaibnya itu.


tok tok tok


"Masuk ,,," terdengar suara Ratu menyurutnya masuk.


"Kak Randy ??? ada apa ya, kak ,,," Ratu mengangkat wajahnya melihat Randy yang berdiri di depan pintu.


"Aku mau meminjam Andhini untuk menemaniku makan siang, boleh kan ,,,"


"Tentu saja boleh, kak ,,," Ratu tersenyum misterius dan mengedipkan sebelah matanya pada sahabatnya.


"Maaf pak Randy, aku bukan barang yang bisa di pinjam dan saya akan makan dikantin. " Andhini terang-terangan menolaknya. Ia tak terima dengan ucapan Randy yang seenaknya.


Randy tak memperdulikan penolakan Andhini, ia malah menarik tangan Andhini agar cepat berlalu dari hadapan Ratu, sejak tadi perutnya sudah bergolak minta diisi.


"Jangan banyak membantah ikut aja."


"Ada apa sih, pak ,,, main tarik-tarik aja. " Andhini menyentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Randy.


"Bosku ingin menyelesaikan persoalan masa lalunya dengan sahabatmu. Memang kamu mau kehidupan rumah tangga mereka seperti itu, gak ada kejelasan. "


"Ya enggaklah, aku pengen liat mereka bahagia."


"Makanya ikut aku aja, kan kamu bisa makan gratis. "


"Pak Randy yang terhormat, aku kerja disini juga bukan karena aku miskin-miskin amat ya, papaku masih bisa memberiku makan. Aku hanya ingin mandiri dan tidak merepotkan mereka. " Andhini tak terima dengan kata-kata Randy yang terkesan merendahkannya.


"Maaf, bukan maksudku seperti itu. " balas Randy dengan wajah bersalahnya.


"Gak usah drama, gak ngaruh ,,," Andhini mendengus kemudian berjalan lebih dulu ke arah lift.


Randy berdecak kesal melihat tingkah Andhini. Baru kali ini ada seorang gadis yang tidak tertarik pada pesonanya. Padahal tak sedikit karyawati di gedung perkantoran ini menunggunya setiap hari hanya sekedar menyapanya.

__ADS_1


'Gadis yang sangat menarik.' batin Randy tersenyum mengingat sesuatu yang sempat ia lupakan.


Sementara itu saat Rafka melihat asistennya keluar bersama sekretaris Ratu, ia seolah tak ingin membuang-buang waktu walau hanya sedetik saja. Rafka segera menghampiri Ratu yang masih serius menggambar.


"Makan siang dulu, kerjaan masih bisa menunggu." ucap Rafka yang telah berdiri di depan meja gambarnya.


Ratu mendongakkan kepalanya melihat pria yang berdiri menjulang tinggi di hadapannya, pria yang selalu membuat tensinya naik sekaligus selalu membuat jantungnya berdebar-debar saat berdekatan seperti ini.


"Sedikit lagi, duluan aja kak ,,,"


"Ck, mana ada suami makan dengan tenang sementara istrinya masih kerja. "


Ucapan Rafka terdengar ambhigu di telinga Ratu sehingga ia menghentikan pekerjaannya dan menatap Rafka yang juga sedang menatapnya. Sesaat mata mereka saling mengunci hingga akhirnya Ratu mengalihkan tatapan matanya dan berdiri meninggalkan meja gambarnya. Rafka mengikutinya dari belakang sambil tersenyum tipis.


Setelah keluar dari lift, Rafka lalu menarik tubuh Ratu dan menggandengnya dengan mesra, ia ingin mematahkan semua anggapan orang tentang Ratu yang selalu berpikiran negatif tentang pernikahan mereka.


"Kak, jangan seperti ini. Risih dilihat orang ,,," Ratu berusaha melepaskan diri dari Rafka


"Jadi kalau gak dilihat orang boleh, ya ,,," Rafka tersenyum menggoda istrinya itu.


"Mana ada seperti itu. " kesal Ratu namun wajahnya memerah.


"Gak usah malu, kita suami istri jadi wajarlah. "


"Di resto hotel KAIL_NA. "


"Haaaa ??? Gak ada alternatif lain ???"


"Kenapa ???"


"Gak kenapa-kenapa. "


"Disana kita bisa berbicara dengan tenang. Aku kenal baik dengan manajer hotel itu."


Ratu tak ingin mendebat lagi, perutnya sudah mulai meronta minta diberi asupan gizi. Hotel KAIL_NA memang terkenal dengan masakannya yang enak-enak. Ratu hanya berdoa semoga manajer hotelnya tersebut belum pernah melihat fotonya karena beberapa hari yang lalu oma Kailani sempat menceritakan jika manajer hotel diganti karena beliau sakit dan mengundurkan diri.


Ratu kemudian memberikan kunci mobilnya pada Rafka setelah melihat pria itu meminta dengan telapak tangan menengadah tanpa bersuara. Selanjutnya mobil milik Ratu melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel KAIL_NA.


Saat mereka memasuki lobby hotel, beberapa karyawan yang telah lama bekerja dan mengenal Ratu menundukkan sedikit kepalanya sopan dan dibalas dengan senyuman oleh Ratu.


"Hai Raf ,,, tumben lama baru kesini lagi. " sapa seorang wanita cantik.


"Hai Nindi ,,, apa kabar. " balas Rafka

__ADS_1


"Oh ya kenalkan istriku ,,,"


"Iya sudah tahu ,,," jutek. Itulah kesan Ratu


"Honey, kenalkan dia manajer hotel mewah ini. " Rafka memperkenalkan wanita tersebut.


"Oh ,,," ucap Ratu pendek dan tak mengulurkan tangannya sama sekali.


"Wah, istrimu sombong juga, ya. Bisa juga kamu tahan hidup satu atap dengannya padahal di depan matamu ada gadis yang selalu menunggumu." ucap Nindi meremehkan.


"Aku ???? sombong ???" Ratu menunjuk dirinya sendiri. Ia tak ingin lagi diinjak-injak seperti dulu. Ia sudah bosan jadi bulan-bulanan orang.


"Iyalah ,,, siapa lagi. " suara Nindi sudah mulai menarik perhatian pengunjung yang lain.


"Nin ,,, kamu kenapa sih, istriku salah apa sih, kenapa kamu tiba-tiba ketus seperti ini. Ini gak baik buat hotel ini, ingat loh, kamu manajer hotel mewah ini. Jika pemiliknya tahu manajernya tidak sopan seperti ini, kamu bisa kehilangan pekerjaan. " Rafka menegur temannya yang menurutnya tidak sopan pada pengunjung.


Ratu memilih meninggalkan mereka dan berjalan menuju resto hotel tersebut dan mulai memilih makanan yang ia sukai. Beberapa menu resto ini memang atas requestnya dan ternyata masih tetap di pertahankan dan dijadikan menu utama.


"Kokinya masih pak Frans, kan ??" tanya Ratu pada pelayan resto tersebut


"Iya bu. Apa ibu mengenal beliau ??"


"Tolong sampaikan ke beliau jika ada tamu yang mencarinya. Tapi jangan sekarang, a aku ada urusan dulu sebentar. "


"Baik bu. "balas pelayan itu sopan.


Rafka yang melihat istrinya itu asyik memilih makanan kemudian mendekat dan ikut memilih makanan kesukaannya.


"Kakak, sering ya makan di sini ,,,"


"Tentu saja karena sejak dulu resto hotel ini sudah menjadi favorit kami sekeluarga. "


"Oh ya ?? kakak tahu siapa pemilik hotel ini ??" Rafka menggeleng sebagai jawabannya


"Siapapun pemiliknya sebaiknya kita makan dulu lalu kita bicara." Rafka segera melahap makan siangnya agar secepatnya permasalahan mereka selesai.


💞💞💞💞💞


Selamat siang semoga readers sehat semua ya ,,,


Terima kasih atas dukungannya


Love you more

__ADS_1


__ADS_2