
...happy literasi beloved readers...
Malam semakin larut saat mereka pulang dari pesta pernikahan Andhini dan Randy, mereka sudah berganti baju dan siap berlayar mengarungi samudera mimpi.
Setelah mereka berbaring pada sisi masing-masing, Ratu kemudian menarik selimut dan menutupi tubuhnya, Ratu memejamkan matanya. Ia tak ingin jika Rafka memulai ritual suami istri seperti biasanya. Melihat hal itu Rafka berinisiatif untuk memeluk istrinya.
"Terima kasih, sayang ,,," bisik Rafka seraya mencium pipi istrinya itu.
"Untuk ??" Ratu membuka matanya bingung dengan ucapan Rafka.
"Karena kamu telah menerima dan mencintaiku. " Rafka semakin mengeratkan pelukannya
"Bukankah memang seharusnya begitu, mas ? lagian kita sudah menikah dan mas gak mau menceraikan aku. "
Tak ada balasan yang keluar dari bibir Rafka, ia hanya menarik tubuh istrinya agar semakin menempel padanya sebagai ungkapan perasaannya. Jantung mereka berdetak seirama menandakan jika batin mereka saling terikat dalam cinta dan kasih.
__ADS_1
Dengan posisi berhadapan dan berpelukan membuat Ratu melupakan rasa lelahnya seharian menghadiri pernikahan sahabatnya. Saat Randy memulai aksinya Ratu dengan senang hati menerima perlakuan sang suami hingga penyatuan keduanya berakhir yang ditandai dengan de****an nikmat. Ratu berdoa dalam hati agar usaha suaminya kali ini berhasil.
"Tumbuh dan berkembang di dalam sana ya, nak ,,," Rafka berucap sambil mengusap kemudian menciumnya dengan lembut perut datar istrinya seolah-olah dalam perut wanitanya sudah ada janin yang mulai berkembang.
"Aamiin Yaa Rabbal alaamiin. " Ratu mengaminkan dengan khusyu' atas doa suaminya.
Rafka mengangkat wajahnya dan menatap istrinya dengan mata berbinar mendengar ucapan sang istri. Hatinya sangat gembira mengetahui jika Ratu juga menginginkan kehadiran buah hati mereka.
"Terima kasih lagi, sayang ,,,"
"Tapi ingat, aku gak mau kalau suatu saat masa lalumu tiba-tiba datang dan mas memberikan celah untuk masuk kedalam pernikahan kita, apapun alasannya. "
"Aku hanya mengingatkan aja, mas. Karena jika itu terjadi maka tidak akan ada kesempatan untuk kita bersama."
"Gak usah bahas yang gak perlu sayang, lebih baik kita tidur. " Rafka kembali memeluk tubuh polos istrinya itu, kemudian mereka memejamkan mata agar istirahat cukup untuk beraktivitas keesokan harinya.
__ADS_1
Jika Ratu dan Rafka sudah berbalut mimpi namun di tempat lain perang teluk terjadi antara Randy dan Andhini hingga dini hari. Meskipun Andhini belum begitu yakin menjalani pernikahannya namun sebagai wanita dewasa ia memahami bagaimana tugas seorang isteri terhadap suaminya.
Walaupun hatinya masih bimbang namun tubuhnya tak bisa menolak setiap sentuhan yang diberikan oleh Randy. Ia menikmati setiap jejak yang di tinggalkan oleh Randy hingga rasa perih di awal penyatuan mereka tak lagi ia rasakan.
"Mas tak pernah menyangka jika tubuhmu senikmat ini. " Randy mengecup bibir Andhini sekilas.
"Apakah semua pria hanya menilai semuanya hanya dengan kenikmatan sesaat ?"
"NO, istriku. Tidak semua pria seperti itu. Contohnya aku yang tak sembarangan mengeluarkan benihku. Mas belum pernah melakukannya pada wanita manapun kalaupun aku semahir tadi saat memainkan perananku itu semata-mata hanya naluri seorang suami. " Rafka kembali meremas lembut asset Andhini hingga sebuah des***an kecil lolos dari bibirnya yang sedikit bengkak akibat pergulatan bibir keduanya.
Menyadari suara yang keluar dari bibirnya terdengar aneh dan memalukan, Andhini segera membalikkan badannya tak ingin menatap sang suami. Melihat sikap malu-malu istrinya, Randy malah memeluk Andhini dari belakang dengan posisi tangan masih bertengger manis pada gunung merbabu millik Andhini jangan lupa dengan remas*** dan pelintiran-pelintiran kecilnya yang membuat Andhini menggigit bibir bawahnya agar suara lucnut itu tak lolos dari bibirnya.
💞💞💞💞
Selamat sore dan selamat menikmati
__ADS_1
Maaf upnya telat lagi
Terima kasih banyak atas dukungannya.