TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 82


__ADS_3

...happy literasi beloved readers ...


Rafka, mama Lilian dan papa Bram kini tiba di sebuah kawasan mewah. Mereka segera mencari lokasi yang dikirimkan oleh oma Kailani. Dengan hanya bermodalkan maps akhirnya mereka menemukan tempat yang mereka cari.


"Lho Raf ??? ngapain nyasar kesini ???" sebuah suara menghentikan langkah ketiganya dan Rafka menatap tak percaya wanita cantik yang berada di hadapannya.


"Dina ???" balas Rafka tak percaya.


"Nak Dina ?? wahhhhh kebetulan sekali, kami sedang mencari menantu kami yang kemarin melahirkan." mama Lilian yang juga sangat mengenal dokter Dina segera menyampaikan maksud kedatangannya dengan mata berbinar.


"Menantu tante ? berarti istri Rafka kan ??"


"Nanti tante jelaskan, sekarang kami hanya ingin menemui dan menggendong cucu kami. "


"Namanya siapa, tante ?"


"Ratu ."


"Ha ??? Ratu ??" mulut dokter Dina menganga tak percaya. Pantas saja wajah bayi itu sangat familiar baginya ternyata putra dari sahabatnya.


"Kenapa menganga seperti itu, kamu semakin jelek. " ucap Rafka asal


"Yuk tante, om, aku antar sekalian memeriksa keadaannya. Kemarin aku yang membantunya melahirkan. " dokter Dina kemudian berjalan ke arah kamar rawat Ratu dan diikuti oleh ketiganya.

__ADS_1


tok tok tok


Ceklek


"Eh dokter Dina, silahkan masuk dok. " sapa oma Kailani tersenyum.


Saat melihat oma Kailani, Rafka langsung bersujud di kaki sang oma seraya mengucapkan kata maaf berkali-kali. Ratu yang membelakangi pintu karena sedang menyusui bayinya menoleh mendengar suara ribut-ribut.


Ratu terdiam kaku melihat kedatangan kedua mertua dan suaminya sementara bayinya menangis entah karena ribut dan merasa terganggu atau ingin merasakan sentuhan papanya.


"Cup cup cup sayang, jangan nangis dong ,,, diam ya. Gak malu di dengar sama oma dan opa , hmmm" Ratu menepuk-nepuk lembut paha kecil putranya dengan sedikit menggoyang-goyangkan badannya.


Dokter Dina yang tak mengerti situasi hanya menatap mereka satu per satu dan terakhir menatap tajam pada sahabatnya.


"Berdiri nak, jangan seperti ini. Kasihan anakmu kaget. " Oma Kailani menunduk dan membantu Rafka berdiri.


"Maaf nak Dina harus berada pada situasi yang tak mengenakkan. " timpal papa Bram melihat kebingungan sahabat putranya.


"Gak apa-apa, om. Lanjutkan aja, aku permisi dulu nanti aku kembali lagi. " dokter Dina kemudian pamit karena merasa tak seharusnya ia berada diantara keluarga yang sedang bermasalah itu.


Ketika dokter Dina menghilang dan pintu sudah tertutup rapat, Rafka segera mendekati Ratu yang menatapnya dingin tanpa ekspresi. Ia segera memeluk Ratu dengan erat tak memperdulikan Ratu yang memberontak tak ingin di sentuh.


"Sayang, jangan terlalu banyak bergerak, tenagamu belum pulih. Biarkan mas memelukmu melepaskan rasa rindu ini."

__ADS_1


"Kenapa kamu datang. " suara dingin Ratu menyapa gendang telinga Rafka.


"Memang seharusnya aku datang untuk istriku yang telah membawa lari anakku bahkan memperlihatkan semesta ini dengan cara sembunyi-sembunyi. " balas Rafka tanpa melepas pelukannya.


Tak ada kata yang keluar dari bibir Ratu, hanya tatapan lurus ke depan. Sementara Rafka terus saja menghirup aroma tubuh wanita yang selalu ia rindukan. Hingga suara papa Bram menyadarkannya.


"Raf, pelukannya dilanjutkan nanti-nanti aja, kamu gak ingin menggendong putramu ?"


"Sebentar pa, aku peluk mamanya dulu. Dia kan masih bayi, pasti mengerti dengan keadaan papanya. " balas Rafka masih memeluk Ratu dengan erat.


"Lepaskan aku ,,," Ratu berusaha mendorong tubuh Rafka agar menjauh darinya.


"Mas akan melepaskan jika kamu mau memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan kesalahpahaman kita dan bersedia kembali bersamaku. "


"Maaf, aku tak bisa kembali bersamamu. " balas Ratu membuat semua keluarga mematung.


"Tapi anak kita butuh keluarga lengkap dan aku tidak akan pernah berpisah darimu. " Rafka berusaha keras menahan amarahnya.


"Aku bisa menjadi ibu sekaligus ayah baginya, atau mas bisa membawanya dan carikan dia seorang ibu. "


"Ratu Alisha Naransya !!!" teriak oma Kailani menggelegar.


Mendengar namanya lengkapnya di sebut oleh sang oma, membuat Ratu tersentak. Ia tahu jika sang oma memanggilnya seperti itu berarti sang oma sedang dalam keadaan murka. Ratu menutup matanya dengan airmata membasahi pipinya. Sungguh hatinya belum bisa memaafkan papa dari putranya.

__ADS_1


💞💞💞💞


bersambung


__ADS_2