
...happy literasi beloved readers...
Jam menunjukkan pukul 17.00 yang berarti sejak satu jam yang lalu waktu jam kerja selesai dan mereka harus menyudahi pekerjaan yang tak ada habisnya.
"Dhin, sebaiknya kamu pulang bareng kak Randy, mulai sekarang kalian harus sering bersama agar kalian bisa membangun chemistri." nasehat Ratu sebelum meninggalkan ruangan.
Andhini tak tahu harus bagaimana menjawabnya, hatinya di liputi keraguan. Ia belum siap untuk berkomitmen apalagi langsung menikah dan masih ingin menikmati masa lajangnya. Walaupun kedua orang tuanya sudah berkali-kali memintanya agar menikah secepatnya.
Menyadari terlena dengan kebimbangannya, Andhini segera berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangannya.
"Dhin !!! kita pulang sama-sama ,,," Randy setengah berteriak dan menyamakan langkahnya dengan Andhini.
"Terima kasih pak, tapi aku bawa mobil sendiri. "
"Jangan panggil aku pak karena aku bukan bapakmu."
"Ck, kenapa setiap pria ngomongnya seperti itu jika di panggil pak. Kayak di novel-novel aja. " dumel Andhini pelan
"Aku masih bisa mendengarnya."
Mereka memasuki lift dan langsung menuju parkiran, tak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Andhini sibuk dengan jantungnya yang berdetak tak seperti biasanya sedangkan Randy terus menatap Andhini.
"Mana kunci mobilmu ,,," Randy menengadahkan tangannya menunggu Andhini memberikan kunci mobilnya.
__ADS_1
"Pakai mobilku aja, sekalian aku ingin bertemu dan berkenalan dengan calon mertua. " ucap Randy yakin.
"Ck, yakin sekali anda. "
"Harus. Karena mereka tidak ada alasan untuk menolakku. " balas Randy apa adanya.
Andhini hanya bisa menarik napas panjang mendengar kata-kata Randy yang walaupun kenyataannya memang seperti itu namun terdengar sombong di telinga Andhini.
●●●●
Sementara itu di rumah pasangan suami istri yang sedang hangat-hangatnya sedang membicarakan rencana pernikahan Randy dan Andhini, hingga Rafka mulai bosan karena sejak masih dalam perjalanan pulang hingga menunggu waktu makan malam hanya itu terus yang dibahas.
"Sayang, kita bahas yang lain aja, ya. Kita tunggu aja kabar baiknya dari mereka berdua, " ucap Rafka jengah
"Ini topik terhot lho, mas. Astaga aku belum mengabari Alika. " Ratu memukul jidatnya sambil mencari nomor Alika.
"Kenapa sih, mas ,,, biar gak sepi. Makan makam juga masih lama. "
"Makanya cepat hamil supaya rumah kita ramai." balas Rafka telak.
deg
Jantung Ratu bagaikan berotasi di dalam sana, bukannya ia tak mau hamil dan memiliki anak akan tetapi dirinya belum siap, masih banyak yang harus ia benahi. Hotelnya belum memiliki manajer dan untuk sementara ia harus bolak balik kantor dan hotel.
__ADS_1
"Aku juga pengen mas, tapi aku tidak ingin mengecewakan oma jika hotelnya terbengkalai ditanganku. " ucap Ratu sendu.
"Mas ngerti sayang. Maaf karena mengingatkanmu lagi. "
"Kenapa harus minta maaf ? mas gak salah kok. "
"Sudah jangan dibahas lagi, Lebih baik sekarang cari cara agar segera menemukan pengganti Nindi dan semua permasalahan kita segera teratasi. Istriku hamil dan aku akan segera menjadi papa. "
"Gimana kalau Andhini yang menggantikan aku di perusahaan dan aku fokus pada pengelolaan hotel KAIL_NA ."
"Gak boleh. Mas gak bisa jauh dari kamu, sayang ,,,"
"Kan makan siang mas selalu di restauran hotel KAIL_NA ."
"No sayang, gimana kalau mas tiba-tiba pengen membajak sawah karena banyaknya pekerjaan, atau butuh semangat dan semua itu hanya bisa terpenuhi hanya denganmu. " Rafka tersenyum menggoda seraya meraba sesuatu didalam sana.
"Mas !!! hentikan !!" teriak Ratu kesal.
Bisa-bisanya suaminya itu memanfaatkan kesempatan padahal waktu makan malam saja belum.
💞💞💞💞
Selamat sore, maaf terlambat up.
__ADS_1
Dunia nyata membutuhkan perhatian 🤣🤣 ( othor sok sibuk 🤭🤭)
Jangan lupa jejaknya ya,,,