
...happy literasi beloved readers...
Saat ini pasangan suami istri yang baru semalam melakukan malam pertama mereka setelah beberapa bulan menikah. Drama pagi pun telah mereka lewati. Kini keduanya saling duduk diam dan sibuk dengan ponsel masing-masing.
"Sayang, I love you. " ucap Rafka serius
"Sama ,,," balas Ratu masih serius dengan benda pipih di tangannya.
Raut wajah Rafka berubah kecewa karena hingga saat ini wanita yang telah memberinya kenikmatan dunia belum pernah sekalipun mengucapkan kata cinta untuknya.
"Mas kalau bosan di kamar keluar aja jalan-jalan. " ucap Ratu apa adanya. Sebenarnya Ratu sendiri pun sangat bosan berada di kamar namun apalah daya jalannya masih belum normal akibat perbuatan pria yang saat ini berstatus sebagai suaminya.
"Sayang, itumu masih sakit ??" walaupun rasa kecewanya masih ada namun kejelasan tentang candunya harus ia tahu.
"Masih nyeri sedikit ,,,"
"Itu hal wajar sayang, kalau di ulang lagi malah lebih bagus supaya keduanya terbiasa saling bertemu dan bertempur. " Rafka terkekeh dengan istilah konyol yang ia ciptakan sendiri.
"Jangan ngasal deh, mas. Gak lucu. " kesal Ratu
"Tapi beneran sayang, coba deh baca artikel ini. " rupanya Rafka mencari solusi dari permasalahan istrinya dan beruntungnya si serba tahu itu menampilkan artikel yang berpihak padanya.
"Itu kata dia tapi aku yang merasakan dan jangan coba-coba melakukannya jika belum benar-benar sembuh." Ratu ngotot tak ingin melakukannya walaupun ia juga menikmatinya.
"Sayang, tapi jujur ya ,,, yang kamu rasakan hanya sakit doang ?? Rafka tiba-tiba teringat dan penasaran.
"Awalnya sakit banget mas, tapi lama-lama ya enak juga. Hanya saja mas melakukannya tanpa henti jadinya ya seperti ini. Aku trauma jika mas melakukannya lagi dan tanpa jeda seperti semalam. " dengan wajah memerah Ratu mengakui sekaligus mengeluarkan unek-uneknya.
__ADS_1
"Hehehhe ,,, maaf sayang, semalam mas terlalu bahagia bisa memilikimu seutuhnya. Mas janji akan melakukannya dengan pelan tapi durasinya mas gak bisa kalau hanya sebentaran." Rafka tersenyum genit dan menyambar bibir Ratu.
Perdebatan keduanya terhenti saat pintu kamar mereka di ketuk dengan sangat keras .
"Mas buka pintunya dong. "
"Siapa sih yang ganggu." walaupun kesal namun Rafka tetap berjalan kearah pintu.
"Mana mantu mama ,,," mama Lilian segera menerobos masuk setelah Rafka sedikit membuka pintu kamarnya.
" Astaga mama ,,, "
"Hai sayang ,,, apa kabar ???" mama Lilian segera menghampiri Ratu yang masih pada posisinya semula.
"Baik ma ,,, oh ya ma, oma sama papa kemana, kok gak barengan. "
"Mama !!! gak usah ngadi-ngadi deh, kami akan memberikan mama cucu sebanyak yang mama mau. Aku juga gak ingin anakku nanti kesepian tanpa saudara. " tegas Rafka menyuarakan isi hatinya.
" Tapi harus dengan persetujuan bagian pabriknya juga dong." mama Lilian membelai lembut surai hitam menantunya.
Mama Lilian memang sangat menyayangi Ratu dan memilihnya sebagai menantu dalam keluarganya padahal Alana lebih dulu mengarahkan agar mama Lilian memilih Bella yang cerdas dan sedang menempuh pendidikan di luar negeri saat itu. Namun mama Lilian yang tak sengaja melihat Ratu langsung menjatuhkan pilihannya pada gadis polos itu.
Bagi mama Lilian, kecerdasan dalam sebuah rumah tangga bukanlah prioritas karena cinta dan kasih sayang dalam sebuah perkawinan yang akan memegang peranan penting dalam mendidik anak-anaknya kelak, lagipula setiap orang memiliki kelebihan masing-masing walaupun kekurangan juga pasti dimiliki oleh setiap insan dibuka bumi ini.
"Aku terserah mas Rafka aja, ma. Hanya saja jangan banyak-banyak karena aku akan cepat tua jika harus mengurus banyak anak. " jujur Ratu tersenyum manis.
"Jangan khawatir sayang, mama siap menampung cucu-cucu mama. " (air kali di tampung)
__ADS_1
"Tapi kalau tubuhku sudah mulai kendor karena melahirkan dan melahirkan gimana kalau mas Rafka mencari wanita lain ,,, aku gak mau ma. " Ratu merengek mengungkapkan kekhawatirannya seolah mama Lilian adalah mama kandungnya.
"Astaga sayang, mas bukan pria seperti itu. Mas akan setia seperti papa. " balas Rafka yakin.
"Aku masih ragu. "
"Baiklah mas akan buktikan, setelah pulang nanti semua perusahaanku akan menjadi milikmu lagian mana ada wanita yang mau sama pria miskin." ucap Rafka yakin dengan keputusannya.
"Nah, itu baru anak mama ,,," mama Lilian mengacungkan kedua jempolnya.
"Tapi gimana kalau setelah memberikan semua perusahaanku padanya dan yang terjadi malahan sebaliknya, istriku meninggalkanku. " ucapan Rafka langsung mendapat lemparan bantal dari Ratu.
"Allahu Akbar, kalian berdua kok bisa saling curiga gitu. kalau begini kejadiannya bisa-bisa mama gak akan dapat cucu walau setengah. " mama Lilian mengeluh frustasi melihat keduanya mempermasalahkan sesuatu yang tak penting menurutnya.
"Mas Rafka, ma ,,, suka ngasal kalau ngomong. " Ratu tak terima dengan ucapan Rafka yang tak mempercayainya.
"Kalian berdua bikin mama pusing, selesaikan masalah kalian dan mama tunggu berita baiknya. " ujar mama Lilian keluar dari kamar anak dan menantunya.
Setelah mama Lilian keluar dan pintu kembali tertutup rapat, Rafka mendekati Ratu yang masih duduk di sofa. Rafka berbaring dan menjadikan paha Ratu sebagai bantalnya. Ratu hanya pasrah karena protes pun tak ada gunanya.
"Sayang, terima kasih ya." ucap Rafka menenggelamkan wajahnya pada perut Ratu.
Ratu tak menanggapi ucapan pria itu, hanya tangannya membelai rambut suaminya dengan lembut sambil tersenyum manis. Rafka semakin memeluk erat istrinya seolah tak ingin melepaskannya.
💞💞💞💞
Selamat tahun baru, jangan lupa selalu bahagia
__ADS_1
^^^Makassar, 31 desember 2021^^^