
...happy reading beloved readers...
"Nanti malam kita ramai-ramai ke menara eiffel menyaksikan malam pergantian tahun. " ajak mama Lilian antusias.
"Kami mau tante, kapan lagi bisa menyaksikan meriahnya tahun baru di sini. " seru Alika antusias.
Yah, mereka saat ini sedang duduk menikmati udara dingin kota Paris. Alika dan Andhini pun sudah bergabung sejak mereka pulang shopping.
"Gimana dengan kalian berdua ,,," mama Lilian menatap anak dan menantunya yang sejak tadi hanya diam
"Kami sudah mengatur acara sendiri, ma ,,," balas Rafka tersenyum lebar. Kepalanya sudah dipenuhi dengan berbagai adegan yang sangat ia damba. Rafka tak ingin melewatkanny. Malam ini semua harus di tuntaskan sebagai hadiah tahun barunya. ( hanya Rafka doang yang beranggapan seperti itu. Lebay)
"Ya sudah, selamat bersenang-senang, yuk kita siap-siap. " ujar mama Lilian berjalan ke arah kamarnya diikuti oleh papa Bram. Hal yang sama dilakukan oleh oma, Alika dan Andhini.
"Yuk, kita siap-siap juga, sayang ,,," ucap Rafka genit
Ratu susah payah menelan salivanya, ia paham maksud dari ucapan pria yang mendadak mesum dan sayangnya itu adalah suaminya.
Terpaksa Ratu mengikuti Rafka masuk kedalam kamar walaupun dengan perasaan yang tak menentu akan tetapi daripada ia di tinggal duduk sendiri dalam udara dingin yang bisa membuatnya membeku.
Rafka kemudian duduk di sofa sambil memandang istrinya setelah terlebih dahulu menutup pintu dan mematikan ponselnya. Malam ini Rafka benar-benar tak ingin diganggu.
"Mas kenapa, kayak orang gak waras senyum-senyum sendiri. "
"Senyum identik dengan bahagia, kan ,,, berarti saat ini mas bahagia bahkan sangat bahagia. " Rafka berjalan mendekati Ratu yang berdiri agak jauh darinya.
"Bahagia sih boleh aja tapi gak harus gitu juga kali. "
"Tiap orang kan berbeda, sayang ,,, " Rafka lalu memeluk Ratu dengan mesra.
"Mas, ini masih sore, janjinya kan malam lagian aku mau mandi dulu. " Ratu mencoba mengelak
__ADS_1
"Ganti baju aja, sayang ,,, mandinya nanti aja. " Rafka melerai pelukannya dan tersenyum genit.
Rafka masih dengan senyuman menghias wajahnya kemudian mengeluarkan isi paper bag yang dibelikannya untuk Ratu pakai malam ini, sementara Ratu sudah ngacir ke kamar mandi. Ia tak tahan jika tidak membersihkan badannya sehabis keluar.
"Mas, baju-baju aku kemana semua ,,," Ratu mencari baju yang tadi ia beli saat belanja bersama kedua sahabatnya.
" Pake baju yang ada aja, sayang ,,," ucap Rafka santai.
Saat Ratu masuk ke kamar mandi Rafka segera menyembunyikan baju yang di beli oleh Ratu , entah dimana Rafka menyembunyikannya ( Jangan salahkan othor 🤣🤣). Malam ini ia tak ingin melihat istrinya itu memakai pakaian lengkap seperti biasanya.
"Gak, aku gak akan mau memakai baju yang seperti saringan teh begini. "
"Ini bagus kok, mahal pula. " Rafka mencoba membujuk istrinya. Sudah lama ia ingin melihat tubuh Ratu dibalik lingeri dan merasakan sensasi saat mereka menikmati makam panjang bersama.
Ratu bergidik ngeri membayangkan tubuhnya memakai baju yang tak ada bagus-bagusnya jika dilihat, bahannya seperti jala-jala dan sangat tipis, sama saja jika tak memakai apa-apa.
"Sayang, di pakai ya ,,," Rafka ingin memakaikan lingeri tersebut pada Ratu.
'Akhirnya pesawatku akan mendarat setelah lelah berputar-putar.' batin Rafka tersenyum menatap inti tubuhnya.
Ratu memperhatikan dirinya di cermin dan meringis melihat tampilannya yang mengerikan, bagaikan orang yang tak mampu membeli baju.
"Kenapa para pria senangnya melihat wanita memakai baju jelek seperti ini. " gumam Ratu ditujukan untuk dirinya sendiri .
Ratu masih terus melihat pantulan dirinya sementara di luar Rafka sudah bolak balik tak sabar menunggu Ratu keluar dari kamar mandi, Rafka bagaikan setrikaan panas yang tak dipakai menggosok pakaian.
"Sayang, ngapain aja sih didalam sana, lama banget ,,," Rafka menggedor-gedor pintu kamar mandi tak sabar.
"Iya sebentar ,,," balas Ratu berteriak frustas melihat bajunya.
Lain kejadian di kamar mandi lain pula di luar kamar mandi. Namun keduanya sama-sama merasa frustasi.
__ADS_1
'Ya Tuhan, ada apa dengan gadis itu, padahal bajunya tinggal di pakai. ' keluh Rafka tak sabar ingin melewati malam panjangnya.
Perlahan pintu kamar mandi terbuka dan Ratu melangkah dengan sangat pelan seolah takut menggerakkan bajunya yang tembus pandang. Badannya seketika menggigil kedinginan selain suhu udara yang memang dingin luar biasa di tambah Ac kamar dan membayangkan Rafka akan memangsanya habis-habisan tak lama lagi.
Melihat Ratu yang memakai lingeri dengan warna yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih membuat Rafka merasakan sesak di bawah sana.
"Sayang ,,, aku sudah tak tahan lagi. " Ucap Rafka dengan suara berat larena hasratnya sudah sampai di ubun-ubun.
Ratu tak tega untuk mengulur waktu, ia mengerti dengan keadaan suaminya. Dengan pasrah Ratu hanya bisa mengangguk dengan wajah malu. Rafka tak memperdulikan lagi istrinya yang merasa malu. Rafka segera memainkan perannya dengan sangat baik. Ia mengikuti nalurinya sebagai seorang pejantan tangguh dan ia buktikan dengan *******-******* yang lolos dari bibir ranum istrinya dan semakin membuatnya bersemangat untuk berbuat lebih.
Rafka terus menjelajahi setiap inci tubuh Ratu yang sangat menggodanya, ia melupakan penantiannya yang sekian lama. Tangan dan bibirnya bekerja dengan sangat terampil, mendaki gunung dengan tangan mencengkeram lembut seolah takut akan terpeleset hingga pada akhirnya memasuki lembah yang licin dengan suara khasnya. Setetes air mata yang keluar dari mata bening milik wanitanya menandakan jika wanita yang berada dibawahnya masih perawan, ditambah dengan darah suci milik Ratu yang menempel sempurna pada inti tubuhnya. Senyum Rafka tetap merekah membingkai bibirnya hingga mereka berakhir setelah keduanya kelelahan berpetualang.
Tak ingin merugi, Rafka dengan betahnya bermalam di dalam jurang yang gelap tanpa penerangan itu setelah menyemburkan amunisinya. Mereka terkapar kelelahan.
"Sayang, jangan gerak-gerak nanti di dalam sana tegang lagi. " ucap Rafka memeluk Ratu dengan erat.
"Cabut dulu mas, rasanya ganjal gak enak. " keluh Ratu putus asa
"Kalau dicabut susah lagi masuknya, sayang, ntar sakit lagi. " ngotot Rafka asal
"Tuh kan, tegang lagi. Kamu harus tanggung jawab, sayang ,,," Rafka kembali melakukannya sambil tersenyum lebar.
Ternyata hikmah di balik penderitaannya menahan hasrat berbuah manis dan sangat memuaskan. Mendapati istrinya yang masih tersegel merupakan kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi Rafka, ia tak salah memilih wanita untuk diperjuangkan.
💞💞💞💞
selamat sore ,,,,
jangan lupa jejaknya ya, sebagai bentuk dukungan pada othor remahan ini
Love you all 🤗🤗
__ADS_1