
...happy literasi beloved readers...
Hanya beberapa menit Rafka melajukan mobilnya membelah jalan raya untuk sampai di rumah oma Kailani, rumah sementara mereka karena setelah hari ini Rafka berencana tinggal terpisah agar bisa lebih leluasa mendekati Ratu.
Ratu segera membuka pintu dan membantu oma Kailani keluar dari mobil dengan hati-hati, para ART menyambut nyonya besar mereka dengan suka cita.
"Selamat datang, nyonya ,,," ucap mereka serempak
"Segera siapkan sarapan untuk kami, bi ,,,"
"Baik nyonya ,,,"
Oma Kailani duduk di kursi kebesarannya yang terletak di ruang keluarga, Ratu masuk ke dalam kamar membersihkan diri karena merasa gerah dan kurang nyaman dengan baju yang dipakainya, sedangkan Rafka memilih duduk menemani sang oma.
"Nak Rafka, oma meminta maaf atas kelakuan Ratu sebenarnya dia gadis yang baik hanya saja mungkin kekecewaannya sedang berada pada titik jenuh sehingga seperti itu."
"Oma gak perlu meminta maaf, akupun ikut andil dalam hal ini. "
"Tolong bahagiakan cucuku, nak Rafka. "
"Pasti oma, kebahagiaan keluargaku adalah prioritas utama dalam hidupku. "
"Permisi nyonya, tuan muda ,,, sarapan sudah siap. "
"Tolong panggilkan nima Ratu, bi ,,,"
Baru saja ART itu akan beranjak menuju kamar Ratu, namun Ratu sudah terlebih dahulu berada di ujung tangga.
"Gak perlu oma ,,,"
Ratu sengaja membiarkan oma dan Rafka duduk terlebih dahulu kemudian ia menarik kursi di hadapan Rafka.
"Sayang, ambilkan makanan untuk suamimu. "
__ADS_1
"Oma, tolong jangan mulai lagi. Aku buru-buru mau ke kantor. " Ratu memelas menatap oma Kailani
"Itu kewajibanmu sebagai seorang istri. "
"Dia juga punya tangan kan, sayang kalau dibiarkan menganggur. Lagian sekarang jaman emansipasi wanita, kedudukan pria dan wanita sama. " sengit Ratu untuk pertama kalinya pada sang oma.
"Tapi dalam sebuah rumah tangga tetap aturannya suami adalah kepala keluarga yang harus di hormati dan dilayani dengan baik. " oma berusaha sabar menghadapi kekeras kepalaan Ratu.
"Terserah oma sajalah akan tetapi aku gak akan melakukannya. Kalau dia ingin makan maka dia harus mengambil sendiri makanannya. " ucap Ratu menuntaskan sarapannya.
"Aku berangkat dulu, oma. Assalamualaikum ,,," lanjut Ratu berpamitan dan mencium punggung tangan oma Kailani
"Kantor kalian kan sama masa gak berangkat bareng ,,,"
"Beliau adalah direktur perusahaan oma, dia punya asisten yang akan menjemputnya." Ratu kemudian berjalan meninggalkan ruang makan.
"Oma tak tahu lagi harus berkata apa, nak ,,," ucap oma Kailani dengan wajah sendu
"Aamiin Allahumma Amiin. " oma Kailani mengaminkan ucapan Rafka
Bersamaan dengan mobil Ratu keluar, Randy pun tiba dan langsung membunyikan klakson mobilnya dengan kencang. Sungguh asisten Rafka ini bener-bener kurang ajar.
"Oma, aku berangkat, Randy sudah tiba. " Rafka lalu mencium punggung tangan oma Kailani.
Rafka kemudian meninggalkan meja makan, tak terasa airmata oma Kailani membasahi pipinya yang mulai keriput.
'Jika Tuhan ingin mengambil nyawaku semoga pada saat itu kalian sudah bahagia. Sehingga aku bisa pergi dengan tenang. '
"Kenapa kamu terburu-buru sih, kalau nabrak orang gimana ,,," Rafka mengomeli Randy yang menyetir bagaikan orang kesurupan.
"Kita harus tiba di kantor bersamaan dengan nona Ratu atau para karyawan akan menghinanya habis-habisan.
"Aku gak akan biarkan itu terjadi. Lebih cepat lagi nyetirnya. "
__ADS_1
Randy hanya bisa menarik napas panjang mendengar perintah bosnya yang selalu membuatnya meradang.
Baru saja Ratu berjalan memasuki lobby ketika mereka tiba. Ratu yang tak peduli dengan tatapan aneh para karyawan terus melangkahkan kaki jenjangnya. Sebisa mungkin ia menahan amarahnya.
"Wah, pengantin baru datang. " seorang karyawati mulai melontarkan kata-kata hinaan pada Ratu.
"Iya, menang banyak tuh dia. Dasar wanita murahan. Gagal menikah eh malah menikahi pria lain. " timpal yang lain.
"Karier boleh cemerlang tapi otak tak dipakai. " ucapan wanita berbaju kurang bahan itu berhasil memancing emosi Ratu.
Dengan tersenyum manis Ratu menghampiri wanita itu dan tanpa bisa di cegah, ia menampar bibir wanita itu.
"Kalau kamu merasa pintar maka bibirmu itupun harus pandai berbahasa, jangan hanya melihat luarnya saja. "
"Apakah aku menggaji kalian untuk bergosip ??? kalian tahu siapa yang kalian bicarakan ??? Jika sudah bosan bekerja di perusahaan saya maka silahkan angkat kaki dari sini. " Rafka murka mendengar karyawannya yang tak tahu menghargai orang lain.
Ratu berinisiatif untuk segera meninggalkan tempat itu, biarlah Rafka yang menyelesaikannya toh itu adalah karyawannya, Ratu tak ingin terlibat lebih dalam lagi.
"Wididi ,,, pengantin baru udah datang. Gimana malam pertamanya ??? sukses dam sudah gol ??" Andhini tersenyum jahil sambil menaik turunkan kan alisnya. Ia tahu keadaan sahabatnya.
"Kerja !!! bukan saatnya membicarakan urusan pribadi. "
"Astaga cuma nanya doang gimana rasanya malam pertama. " sungut Andhini pura-pura sedih
"Malam pertama pala lu peyang. Gak ada yang seperti itu. " balas Ratu apa adanya.
Andhini kembali ke mejanya begitupula dengan Ratu. Keduanya tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Bagi mereka berdua pekerjaan tetap nomor satu. Bercanda sebelum memuai pekerjaan membuat mereka tak merasa bosan berada di ruangan tersebut.
💞💞💞💞
Bersambung
Terima kasih atas dukungannya
__ADS_1