
...happy literasi beloved readers...
Karena tak ingin mendengar kelanjutan ucapan oma Kailani, maka Ratu segera berinisiatif berdiri dan menuju ruang makan. Rafka dan Oma Kailani ikut menyusul ke meja makan. Kemudian mereka makan tanpa ada yang berbicara. Setelah menuntaskan sarapannya Ratu segera berpamitan pada sang oma untuk ke kantor.
"Aku berangkat dulu, oma ,,,,"
"Hati-hati di jalan, sayang ,,,"
"Honey, mas ikut ya. Hari ini Randy gak jemput. " Rafka mengintili Ratu yang berjala lebih dulu. Ia sengaja berkata seperti itu di hadapan oma karena istrinya itu pasti tidak akan menolaknya.
Ratu mendengus pelan agar oma tak mendengarnya. Ratu kembali di buat kesal pagi-pagi oleh suaminya itu. Ratu semakin jengah dengan tingkah Rafka yang tak pernah menyia-nyiakan kesempatan.
"Bisa gak sih tidak selalu memanfaatkan oma ,,," omel Ratu saat mereka telah berada dijalan raya.
"Kesempatan ??? maksudnya apa ??" Rafka pura-pura tak mengerti. Ia sangat menyukai moment seperti ini dimana wajah Ratu terlihat semakin cantik dimatanya saat sedang kesal atau marah padanya.
Lagi-lagi terdengar Ratu menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, sungguh ia lelah jika harus terus-terusan berdebat dengan pria yang sedang duduk santai di sampingnya.
"Aku lelah jika terus berdebat denganmu, kak ,,,"
__ADS_1
"Makanya jangan mendebatku. Mari kita jalani pernikahan ini dengan serius dan satu lagi hilangkan dari otakmu yang selalu mencari cara agar pergi dari sisiku karena itu tidak akan berhasil."
'Astaga ,,, kenapa pria ini bisa menebak jalan pikiranku ?? apakah ia juga seorang cenayang ?? ataukah pemikiranku yang terlalu gampang terbaca ??' batin Ratu tetap fokus pada jalan di depannya.
"Aku ingin kamu meluangkan waktu agar kita bisa berbicara dari hati ke hati. Aku ingin menjelaskan perihal pernikahan kita agar tidak ada lagi kesalah pahaman walaupun cara kita menikah sedikit berbeda dengan pasangan lain tetapi intinya sama, kita menikah dengan SAH." Rafka memberikan penekanan pada kata SAH agar Ratu mengerti dan menyadari posisi mereka saat ini.
Tak ada tanggapan dari Ratu dan mereka pun tiba di depan lobby perusahaan. Rafka segera keluar dari mobil dan menghampiri Ratu di pintu sebelah kemudian membukakan pintu. Sebelum Ratu protes, Rafka segera menyuruh security agar memarkirkan mobil Ratu.
Para karyawan yang melihat bos mereka datang saling berbisik membicarakan Ratu, mereka selalu beranggapan jika Ratu dan keluarganya yang memaksa Rafka agar menikahi Ratu.
Rafka berinisiatif memeluk pinggang Ratu dan sedikit menariknya agar tubuh mereka bertepatan, sontak semua mata terbelalak tak percaya.
Satu per satu karyawan tersebut membubarkan diri, mereka memilih untuk bekerja dan tak berkomentar daripada kehilangan pekerjaan.
"Bisa gak lepaskan tangannya di pinggangku ,,," saat mereka telah berada di dalam lift.
"Maaf, tanganku rupanya senang banget memelukmu. " senyum Rafka dan sekilas mencium pipi Ratu.
Mata Ratu melotot tajam dengan aksi Rafka walaupun begitu pipinya terasa memanas hingga terlihat merona.
__ADS_1
"Jangan ulangi. Aku gak suka."
"Gak janji untuk kepentingan kita bersama. " ucap Rafka santai.
Ting
Ratu berjalan lebih dulu keluar dari lift tak ingin berlama-lama berada disisi Rafka yang selalu berhasil mencuri kesempatan.
" Ingat saat makan siang kita harus bicara. " setengah berteriak Rafka mengingatkan Ratu. Ia ingin segera menyelesaikan salah paham yang terjadi berikut persoalan yang beberapa tahun lalu.
Hanya sedikit yang harus ia jelaskan namun hal itu sangat sulit dilakukannya karena Ratu tak pernah memberinya kesempatan. Rafka ingin hidup tenang dan berbahagia seperti pasangan suami istri pada umumnya.
💞💞💞💞
Maafkan othor para readers 🙏🙏🙏 dua hari ini benar-benar sibuk ngantar anak.
Semoga kalian bisa mengerti dengan dunia nyatanya othor
Terima kasih atas dukungannya.
__ADS_1
Love you more