
...happy literasi beloved readers...
Rafka hanya bisa menghitung setiap bukan yng ia lewati dalam hidupnya tanpa kejelasan dimana keberadaan istri dan calon bayinya. Terkadang ada keinginan untuk mengunjungi oma Kailani namun rasa bersalah dan penyesalan serta rasa takut yang menyelimutinya sehingga ia tak berani bertemu dengan oma Kailani.
Jika sesuai dengan hitungannya maka bulan ini adalah bulan ke sembilan usia kandungan Ratu. Rafka semakin gelisah memikirkan keberadaan istrinya. Sebagai asisten dan sahabat yang baik, Randy mengerti dengan keadaan Rafka dan menggantikan sementara bos sekaligus sahabatnya itu.
tok tok tok
"Raf ,,, Mama masuk ya. " teriak mama Lilian seraya mendorong pintu kamar putranya.
"Ma, bulan ini usia kandungan Ratu sudah memasuki bulan kesembilan, bukankah wanita hamil akan segera melahirkan saat usia kandungannya sembilan bulan ?" tanya Rafka dengan tatapan lurus.
"Apa gak sebaiknya kamu mencoba berdamai dengan keadaan dan berusaha mencari pengganti Ratu ? sudah tujuh bulan lho, Raf, kamu terpuruk sepert ini. "
"Stop it ma !! kami masih terikat pernikahan dan ada darah dagingku bersamanya. " Rafka menatap tajam mama Lilian sembari menahan emosinya.
"Kamu laki-laki Raf, wajar kalau kamu memiliki istri lebih dari satu apalagi Ratu tak ada kabar beritanya. Mama sama papa sudah semakin tua dan kami sangat merindukan seorang cucu. "
"Aku gak akan melakukan kebodohan itu, ma. Ratu pergi karena kesalahanku dan mama pun tahu itu, jadi biarkan aku menebus kesalahanku seperti ini hingga Ratu kembali." tandas Rafka.
"Gimana ka,au yang terjadi sebaliknya ? disana justru Ratu menemukan pria yang mencintainya dengan sepenuh hati ?"
__ADS_1
"Maka mama ditakdirkan untuk tidak mempunyai cucu yang kedua. Karena hanya Ratu yang bisa menjadi ibu dari anak-anakku. " tegas Rafka.
Sebuah garis tipis tertarik pada sudut bibir mama Lilian sebelum beranjak dari tempat duduknya. Ia yakin dengan cinta putranya. Mama Lilian perlahan menutup pintu kamar putranya kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan hasil rekaman pembicaraannya dengan Rafka pada oma Kailani.
Walaupun oma Kailani sering menjenguk Ratu namun ia sama sekali tak memberitahukan pada keluarga Rafka di mana keberadaan Ratu. Oma Kailani tak ingin melanggar janjinya pada sang cucu.
Saat ini oma Kailani tengah bersama Ratu yang sedang menunggu kehadiran buah hatinya. Hanya asistennya yang mengetahui keberadaan oma Kailani dan mengatur semuanya sehingga tak seorang pun yang bisa melacak keberadaannya.
"Sayang kenapa wajahmu sangat pucat ?" oma Kailani khawatir dengan keadaan cucu kesayangannya.
"Ssssshhh ,,, sakit oma, sejak dua hari lalu mulai sakit. Ssshhhh ,,,, awww tapi subuh tadi perutku semakin sakit, oma ,,," jawab Ratu meringis menahan sakit yang semakin tak tertahankan.
"Kita harus segera ke dokter. " panik oma Kailani
"Gimana ngomongnya ? dia ngerti bahasa inggris kan ?"
"Pakai bahasa Indonesia aja oma, sssshhhh ,,, dia orang Indonesia kok. " jawab Ratu semakin meringis.
Dengan panik Oma Kailani segera mendial nomor yang di save Ratu dengan nama dokter Dina kandungan.
"Assalamualaikum bu Ratu ,,,"
__ADS_1
"Maaf dokter, saya omanya Ratu, saat ini dia sedang menahan sakit sepertinya akan segera melahirkan. Saya harus membawanya ke rumah sakit mana. " oma Kailani berucap tanpa jeda
"Tenang bu, saya akan segera tiba. Saat ini saya sedang berada di klinik depan flat ibu Ratu. " ucap dokter tersebut menenangkan oma Kailani.
Ratu sengaja pindah ke apartemen yang mewah saat mendekati persalinannya, dekat dengan klinik dokter kandungannya. Ia tidak ingin anaknya lahir dalam lingkungan yang sangat sederhana. Apartemen yang ia tempati saat ini
Dokter Dina sudah mengenal oma Kailani lewat cerita Ratu. Mereka sangat akrab walaupun belum lama berkenalan dan saling bertukar cerita. Baik dokter Dina maupun Ratu sama-sama dalam perantauan sehingga membuat mereka cepat akrab apalagi keduanya berasal dari satu negara.
Tak lama kemudian dokter Dina dan beberapa suster dengan wajah khas India tiba di flat Ratu. Dokter Dina kemudian memeriksa pembukaannya karena jika memungkinkan ia akan membawanya ke klinik dan melakukan tindakan disana.
"Masih pembukaan dua, kita masih bisa melakukan tindakan di klinik. " ucap dokter Dina tersenyum.
Dokter Dina kemudian meminta tolong pada kedua perawat yang datang bersamanya untuk membantu Ratu duduk di kursi Roda dan segera membawa Ratu menuju Klinik.
Tiba di klinik dokter Dina menyiapkan diri untuk membantu persalinan Ratu sedangkan para perawatnya menyiapkan segala keperluan dokter Dina. Klinik dokter Dina merupakan salah satu klinik terbesar dengan fasilitas yang lengkap di India.
💞💞💞💞
Selamat menikmati ,,, meskipun dunia nyata juga butuh perhatian
Tapi othor akan usahakan untuk up tiap hari
__ADS_1
Terima kasih dukungannya