TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 53


__ADS_3

...happy literasi beloved readers ...


"Honey, kita keluar yuk ,,,"


"Masih pengen istirahat mas ,,, biar nanti ada tenaga jalan-jalan dan shopping bareng mereka. "


"Mereka ???" dahi Rafka berkerut bingung dengan ucapan istrinya.


"Maksudku bareng Alika dan Andhini, ternyata mereka juga lagi siap-siap ke sini dan menginap di hotel yang sama dengan kita. " senyum Ratu terlihat sangat lebar dan membuat Rafka frustasi.


"Ingat tujuan kita kemari, bukan menghabiskan waktu bersama kedua gadis tukang belanja itu. " ucap Rafka menahan kesal.


"Iya aku tahu kok. Hanya saja untuk acara shopping aku harus bersama mereka dan mas gak boleh ikut, cukup black cardnya aja yang ikut. " Ratu tertawa lepas melihat ekspresi datar suaminya itu.


"Sorry honey, mas sampai lupa. " Rafka menggaruk tengkuknya yang tak gatal menyadari jika ia belum memberikan apa-apa pada istri cantiknya kemudian segera mengambil dompetnya dan memberikan semua kartunya.


"Gak mas, aku cuma bercanda kok, kartuku masih cukup untuk membayar semua belanjaannku. " Ratu menolak pemberian Rafka karena ia pun menyadari jika dirinya belum memiliki hak penuh untuk itu.


"Ini kewajibanku sebagai seorang suami, sayang. Mas harap jangan pernah menolaknya."


"Tetap aku gak bisa menerimanya mas karena akupun belum bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri. "


Mendengar Ratu menyebut dirinya sebagai isteri yang berarti mengakuinya sebagai suami membuat Rafka tersenyum bahagia dan memeluk Ratu dengan erat. ( Rafka lebay banget ya readers)


Rafka kemudian pamit keluar ingin bertemu dengan papa Bram sekaligus mengecek oma Kailani yang tidur sendiri. Saat Rafka menghilang tak sengaja Ratu melihat ponsel milik pria itu kerlap kerlip, rasa penasaran membuatnya menggerakkan tanganny meraih benda pipih itu, beruntung tidak memakai kode. Dengan lincahnya Ratu membaca pesan yang masuk namun sebelumnya ia terlebih dahulu mengunci pintu dari dalam.


+6181xxxxxxx


Raf, liburan bareng, yuk


+6181xxxxxxx


Raf, kok diread doang, balas dong

__ADS_1


"Astaga, wanita ini ,,, berani-beraninya ngajak liburan suami orang ". gumam Ratu tak sadar menyebut Rafka sebagai suami.


Tak ingin ketahuan, Ratu segera menghapus chat Nindi. Dengan kesal Ratu membanting dirinya di atas kasur empuk.


'Kenapa Rafka tidak menyimpan nomor Nindi ?? padahal mereka kan berteman ataukah dia tidak ingin jika aku mengetahui mereka sering chat-chatan ?? tapi kenapa toh aku gak masalah yang penting tidak menyalahi aturan. ' Ratu bengong bermonolog sendiri.


Karena kelelahan Ratu akhirnya memejamkan mata dan berlayar di sebuah pulau yang teramat indah melupakan pintu yang ia kunci dari dalam. Hingga bunyi ponselnya berteriak meminta perhatian darinya yang entah sudah berapa lama. Perlahan kesadarannya kembali pulih dan meraih ponselnya secepatnya ia menggeser tombol hijau saat netranya melihat pemanggil Sayangku is calling ,,,


"Halo oma ,,,"


"Buka pintunya, honey ,,," sebuah suara lembut namun terdengar sedikit kesal menyapa indera pendengarannya.


Ratu segera bangun dan membuka pintu sebelum pria itu murka. Ia tak ingin memancing kemarahan pria datar itu. Mengerikan.


"Maaf mas, aku lupa jika mengunci pintu dan aku ketiduran. " cicit Ratu merasa bersalah.


"Kamu gak suka kalau kita berbagi tempat tidur ? baiklah aku akan pindah kamar." Rafka kemudian menutup kopernya dan menggeretnya keluar.


"Mas jangan salah paham, aku sudah bilang kan kalau aku ketiduran. " Ratu berinisiatif mencium bibir Rafka agar pria itu menghentikan perbuatan konyolnya. Bisa di gantung sama oma jika tahu mereka tidur dikamar yang berbeda atau yang paling mengerikan jika dirinya dimiskinkan oleh sang oma, padahal dirinya belum memberikan pelajaran sama wanita genit itu.


Rafka terdiam tak menyangka dengan ciuman pertama dari istrinya secara sukarela, dalam hati ia bersorak gembira. Otaknya yang cerdas segera mencari cara lain agar istrinya itu memberikan lagi ciuman seperti barusan, walaupun sekilas namun terasa manis dan meninggalkan kenangan indah.


Rafka kembali menetralkan wajahnya, ia tak ingin jika Ratu melihatnya gembira dan menikmati ciuman sekilasnya. Rafka masih ingin melanjutkan dramanya namun ponselnya menarik perhatiannya. Sebuah notifikasi pesan WA masuk. Dahinya mengernyit sesaat kemudian menarik Ratu kedalam pelukannya dan mencium bibir manis istrinya itu.


"Mas kenapa sih, main sosor aja. " kesal Ratu dengan wajah merona


"Agar wanita ini berhenti menggangguku. " ucapnya seraya memberikan ponselnya pada Ratu.


"Astaga mas tapi gak kayak gini juga kali ,," Ratu memukul lembut lengan suaminya itu. Ia malu Rafka mengirimkan foto mereka pada Nindi dimana mereka berdua terlihat sangat menikmati pertemuan bibir mereka.


"Besok-besok aku akan mengirimkan foto yang lebih menantang lagi jika dia tidak berhenti menggangguku. "


"Sayang, kapan dong pesawatku bisa mendaradengan sempurna ,,," lanjut Rafka merengek seperti anak kecil yang meminta di belikan permen.

__ADS_1


"Setelah aku puas jalan-jalan dan shopping bareng Alika dan Andhini. " Ratu pernah membaca jika melakukan hubungan suami istri dimana sang suami telah lama menahan hasratnya maka si wanita tak bisa berjalan normal. Dan ia tak ingin itu terjadi pada dirinya. Bisa-bisa Alika dan Andhini membullynya.


Seketika wajah Rafka bersinar senyumnya lebar mengalahkan lapangan sepak bola matanya berbinar mendengar ucapan wanita yang berhasil memporak porandakan hatinya.


"Setelah mereka tiba, kalian harus segera jalan menghabiskan waktu bersama dan shopping sebanyak yang kalian mau, nanti mas yang bayar semuanya termasuk belanjaan kedua gadis pengganggu itu. " ucap Rafka lugas.


"Mas, mereka belum tiba dan yang jelas mereka akan menginap di sini. "


"Biarkan mereka bersama oma, toh kamar oma sangat luas dan supaya oma gak sendiri. "


"Gimana bisa mas. Masakan mereka numpang di kamar oma. " sengit Ratu.


"Mereka gak boleh dikamar yang satu lantai dengan kita, mas gak mau mereka mengganggu proses pengadonan bibit unggulku."


"Astaga mas kenapa sih, mereka belum tiba juga ,,," seru Ratu pusing dengan tingkah Rafka yang sangat berlebihan menurutnya.


'Kamu gak tahu aja sayang, bagaimana tersiksanya aku yang harus selalu menahannya. ' batin Rafka menatap Ratu dengan tatapan tak terbaca.


Rafka seolah melupakan semua kekecewaan dan putus asanya selama ini. Dunianya kini terasa berwarna padahal baru di janjikan belum tentu Ratu menepati janjinya. Mungkin saja kan Ratu berubah pikiran.


"Gak boleh mengingkari janji karena sejatinya manusia itu hanya bisa dipercaya jika kata-katanya dibuktikan dengan perbuatan. " Rafka sebenarnya belum yakin seratus persen dan dirinya butuh pembuktian.


"Kalau mas gak percaya, mas boleh kok melakukannya sekarang tapi kalau aku gak bisa jalan maka aku janji tidak akan ada pendaratan pesawat kedua kalinya."


"Ok, aku percaya dan memilih menunggu." Rafka memilih mengalah dan menunggu waktu sedikit lebih lama daripada melakukannya sekarang tapi setengah-setengah yang ada hanya kepalanya akan sakit karena tidak puas.


💞💞💞💞💞


Selamat pagi menjelang siang


Double up hari ini cukup ya.


Jangan lupa dukungan terbaiknya agar othornya juga semangat menghayal 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2