TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 74


__ADS_3

...happy reading beloved readers...


Tiba di sebuah hotel, Ratu segera check in agar bisa beristirahat. Ia sangat kelelahan dengan perjalanan panjangnya. Jika dulu ia tak pernah merasa kelelahan selama apapun dirinya dalam kendaraan namun saat ini kondisinya berbeda, ada kehidupan lain dalam dirinya yang harus ia pikirkan.


Setelah memberikan tip pada petugas yang mengantarnya, beruntung sebelum berangkat ia telah menukar beberapa lembar uang tunai untuk keperluan kecil-kecilan seperti ini. Ratu kemudian menutup pintu dan membaringkan tubuhnya perlahan, rasa nyaman yang ia rasakan membuatnya segera berlayar ke pulau mimpi, mimpi pertama saat ia berada di negara asing.


Entah berapa lama Ratu tertidur, sehingga saat ia membuka matanya dan mengitari kamar yang ditempatinya dan terdapat tulisan yang tak di mengertinya. Tatapannya kemudian beralih pada jam tangan yang melingkar manis pada pergelangan tangannya seketika Ratu memukul pelan jidatnya. Ia tidak sedang berada di tanah air. Ratu segera beringsut turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Lima belas menit Ratu habiskan untuk berendam menikmati hangatnya air yang mampu merilekskan tubuhya. Walaupun ingin berlama-lama merendam diri namun ternyata perutnya tak bisa diajak kompromi.


Kemudian Ratu keluar dari kamar mandi dan berpakaian rapi lalu memesan makanan. Ia berencana keluar untuk membeli beberapa lembar baju dan kebutuhan lainnya. Ia hanya membawa beberapa lembar saja sedangkan surat-surat berharga miliknya ia titipkan pada notaris kepercayaan sang oma.


●●●●●

__ADS_1


Pada belahan dunia lain, Rafka hanya bisa duduk diam dan pasrah mendengar mama Lilian memaki-makinya.


"Kenapa kamu datang !!! kamu ingin meminta bantuan papa ???!!! jangan mimpi apalagi berharap !!!" teriak mama Lilian tak dapat menahan emosinya.


"Kamu harus berusaha sendiri, boy. Sama seperti kamu memutuskan sendiri saat memasukkan wanita ular itu dalam rumah tangga kalian maka saat itu pula kamu melangkah sendiri." timpal papa Bram tenang namun penuh penekanan.


"Semoga saja Ratu menemukan cintanya disana ,,,"


"Stop Rafka !! jangan pernah membentk istriku !!" sarkas papa Bram. "Daripada kamu duduk merenungi penyesalanmu yang sia-sia, lebih baik cari istrimu semoga masih ada harapan. " lanjut papa Bram berusaha mengontrol emosinya.


Rafka menatap sendu kedua orang tuanya, kedua bola matanya yang selalu menatap tajam siapapun kini dipenuhi dengan kristal-kristal yang siap meluncur bebas keluar dari tempatnya.


"Pa, ma ,,, jangan sembunyikan istriku, kasihan anak kami yang belum lahir. "

__ADS_1


"Untuk apa kami menyembunyikannya, ini pilihan adalah yang terbaik yang diambil oleh Ratu." ucap mama Lilian masih dengan emosi yang sama.


Merasa tak bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan istri dan calon anaknya, Rafka meninggalkan rumah kedua orang tuanya tanpa permisi. Ponselnya yang sejak tadi berbunyi tak ia perdulikan, biarkan Randy yang mengurus perusahaan, saat ini fokus hanya pada mencari jejak Ratu.


Rafka tak berniat menemui oma Kailani, bukan karena takut akan tetapi ia merasa sangat bersalah dan tak tahu harus bagaimana menghadapi oma Kailani.


Rafka melajukan mobilnya membelah jalan raya dengan pikiran ke berbagai negara yang merupakan kemungkinan terbesaristrinyadatangi. Kata-kata karyawan hotel masih terngiang-ngiang ditelinganya jika istrinya itu keluar negeri. Apakah Ratu kembali ke Inggris ??? tanpa berpikir panjang Rafka segera menghubungi sekretarisnya agar mengurus keberangkatannya.


💞💞💞💞💞


Selamat pagi


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2