
...happy literasi beloved readers...
Jam menunjukkan angka dimana jam kerja usai, Rafka bersiap untuk pulang sedangkan Randy sudah pulang lebih dulu karena Andhini sedang tak enak badan. Rafka memasuki lift yang akan membawanya ke lobby dimana mobilnya sudah disiapkan oleh supir kantor.
"Raf ,,, Rafkaaaa !!!" seorang wanita mendekatinya dengan wajah sembab
"Nadia ???" Rafka kaget dengan kedatangan wanita dimasa lalunya itu.
Wanita yang telah mengkhianatinya namun terlihat sangat menyedihkan membuat Rafka iba melihatnya. Ada apa dengan wanita ini ? bukankah dulu sahabatnya sangat mencintai wanita ini ? bagaimana kabar mantan sahabatnya itu ? berbagai pertanyaan memenuhi otak Rafka tapi bukan saatnya ia mengajukan pertanyaan pada wanita di depannya.
"Raf, tolong aku. Biarkan aku tinggal di rumahmu selama beberapa hari, aku gak tau harus meminta tolong pada siapa. " ucap Nadia dengan wajah memelas. Rafka tak tega melihatnya. Rasa kemanusiaannya tergugah.
"Apa yang terjadi ??"
"Nanti aku cerita tapi tolong bawa aku pulang, please ,,," Nadia melipat tangannya di dada sambil memohon.
"Ya sudah, ayo naik. " ucap Rafka tanpa pikir panjang kemudian masuk kedalam mobil kemudian melajukan kuda belinya itu menuju rumahnya. Ia lupa mengabari istrinya jika akan pulang bersama seseorang.
Ratu sedang duduk diteras menunggu kedatangan Rafka jam segini biasanya suaminya itu telah tiba di rumah. Ratu mendadak gelisah dn perasaannya tak tenang karena suaminya terlambat pulang.
Ditengah kekhawatirannya, ia melihat mobil suaminya perlahan memasuki pintu gerbang. Dengan tersenyum manis Ratu berdiri dari kursinya dan ingin menghampiri sang suami namun melihat pintu penumpang sebelah supir terbuka mengurungkan niatnya manakala netranya menangkap seorang wanita keluar dari mobil. Seketika senyumnya berubah kecut. Baru semalam ia mewanti-wanti suaminya tentang wanita lain namun kini malah membawanya pulang ke rumah.
"Sayang ,,," Rafka menghampiri Ratu dan mencium dahinya. Nadia tersenyum canggung melihat adegan manis di hadapannya.
__ADS_1
"Oh ya sayang, kenalkan ini Nadia, dia ,,,
"Hai aku Nadia mantan Rafka. " Nadia memotong ucapan Rafka dan memperkenalkan dirinya.
"Silahkan masuk, mbak ,,," ucap Ratu tersenyum ramah
Rafka terhenyak melihat keramahan istrinya yang terlalu over dimatanya. Ia bergidik ngeri seolah keramahan Ratu merupakan alarm baginya. Untuk menutupi kegugupannya Rafka menggandeng mesra istrinya masih kedalam rumah.
"Biiiii !!! tolong buatan minum untuk mbak Nadia. " teriak Ratu menggelegar.
Bi Sari kaget mendengar teriakan nyonya mudanya untuk pertama kalinya apalagi mendengar nama Nadia di sebut. Apakah Nadia yang sama ? Bi Sari sangat mengetahui kisah mereka. Kemudian Bi Sari mengantarkan minuman dan cemilan untuk Nadia, matanya membulat sesaat namun ia segera menguasai dirinya kemudian bi Sari segera kembali ke dapur.
'Semoga tidak ada masalah setelah ini. ' batin bi Sari cemas
Didalam kamar, Ratu berusaha menghilangkan rasa kecewanya pada Rafka. Ia merasa tak dianggap ada oleh sang suami. Bukankah seharusnya mas Rafka meminta pendapatnya atau setidaknya memberitahukan padanya jia akan membawa seseorang pulang ke rumah ?? apalagi mantan kekasihnya. Bukankah sebagai suami istri kita harus saling menghargai ?? Ia berjalan mondar mandir sambil mengelus perutnya. Ia takut perasaan suami dan mantannya itu kembali tumbuh dan berkembang seperti dulu sementara dirinya sedang hamil.
Di ruang tamu Rafka dan Nadia duduk berhadapan. Nadia mulai menceritakan kisah hidupnya yang berantakan dan menyedihkan sehingga membuat Rafka terenyuh dan iba mendengar kisah Nadia.
"Baiklah kamu boleh tinggal di sampai mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal." ucap Rafka tak tega membiarkan Nadia hidup terlunta-lunta.
"Terima kasih, Raf ,,, tapi bagaimana dengan istrimu ,,,"
"Nanti aku akan memberikan pengertian padanya, kamu bersihkan diri dan istirahat saja." Rafka menunjukkan kamar tamu sebagai kamar Nadia selama berada di rumahnya.
__ADS_1
"Tapi aku gak punya baju ganti, Raf ,,,"
"Untuk sementara pakai baju Ratu aja dulu, nanti Randy bawakan baju untukmu. " Rafka kemudian berlalu dan masuk ke kamarnya begitu pula dengan Nadia.
Ratu menatap Rafka yang membuka pintu perlahan, ia langsung berdiri dan menanyakan Nadia.
"Mbak Nadia sudah pulang, mas ?" tanya Ratu penasaran
"Nadia akan tinggal bersama kita sementara waktu, sayang. Kasihan dia. " Ratu kembali duduk mendengar ucapan Rafka.
"Mas, itu gak baik untuk kehidupan rumah tangga kita. "
"Hanya sementara, sayang. Oh ya, mas pinjam bajumu untuk Nadia, ya ,,, kasihan dia gak punya baju ganti walaupun pasti kepanjangan karena posturmu lebih tinggi. "
"Terserah mas aja, aku lelah. " Ratu tak ingin bertengkar dengan Rafka.
Rafka kemudian mengambil baju istrinya dan membawakan untuk Nadia lalu ia mengirim pesan agar Randy membelikan beberapa potong baju dan membawa ke rumahnya. Karena rasa kasihannya pada Nadia, ia tak memikirkan perasaan Ratu, bagaimanapun perasaan seorang istri sangat peka apalagi jika menyangkut kehidupan mantan suaminya.
💞💞💞💞
Hai ,,, othor menyapa pagi-pagi, semoga menghibur
dan terima kasih atas dukungannya.
__ADS_1