
...happy literasi beloved readers...
Jam keberangkatan mereka pun tiba saat terdengar panggilan para penumpang pesawat dengan tujuan Paris agar segera menaiki pesawat. Ratu menggandeng oma Kailani sedangkan Rafka berjalan di sampingnya sementara mamanya Lilian dan papa Bram pun bergandengan tangan dengan mesra.
Kini mereka sudah dipesawat dan duduk di kursi masing-masing. Mama Lilian duduk berdampingan dengan oma Kailani sedangkan papa Bram memilih duduk sendiri. Mereka tak membiarkan sang oma duduk sendiri.
"Mas butuh sesuatu ?" tanya seorang pramugari pada Rafka dengan senyumnya yang genit.
"Terima kasih tapi untuk saat ini saya tidak butuh apapun. " jawab Rafka sopan
"Kalau butuh sesuatu mas boleh memanggil saya. " ucap pramugari tersebut sebelum berlalu.
'Dasar laki-laki liat yang bening langsung tersenyum ramah. ' batin Ratu kesal melihat Rafka yang berbicara sambil tersenyum.
Tak lama berselang datang lagi pramugari yang lain dan menawarkan hal yang sama dengan senyuman yang sangat menjijikkan di mata Ratu. Tak sadar Ratu mendengus kasar kemudian menutup matanya tak ingin terpengaruh dengan aksi para pramugari itu. Melihat wajah kesal istrinya, Rafka tersenyum dalam hati.
"Gak usah pedulikan mereka sayang, aku tetap milikmu walaupun belum seutuhnya " bisik Rafka pelan.
Ratu membuka matanya dan melotot tajam pada Rafka yang tengah tersenyum manis padanya. Seolah mengerti dengan pelototan istrinya, ia segera menjelaskan.
"Apa yang aku katakan memang benar adanya, kita belum pernah melakukan penyatuan yang sebenarnya, hanya menyatukan bibir aja itu pun hanya sekilas itupun nyari ciuman mana ada rasanya. " ucap Rafka enteng
"Gak usah bahas hal tak berguna seperti itu. Lebih baik mas tidur, perjalanan masih panjang. " Ratu kembali menutup matanya.
Terbayang ciuman panas mereka kemarin membuatnya malu namun ia tak ingin meralat ucapan suaminya itu karena bakalan panjang urusannya sementara dirinya harus tidur karena berbagai rencana liburan telah tersusun dengan rapi di dalam benaknya.
"Daripada tidur, mending menatap pramugari yang cantik-cantik dan seksi." Rafka sengaja bergumam di dekat telinga Ratu
Ratu memilih memejamkan mata tak memperdulikan ucapan Rafka. Baginya jika memang pria itu lebih tertarik dan melabuhkan hatinya pada salah seorang pramugari itu gak ada ruginya toh dia masih tersegel.
Melihat istrinya tertidur pulas, Rafka memperbaiki letak kepala Ratu dan meninggalkan kecupan sayang pada dahi wanita yang sangat sulit ia dapatkan.
"Mimpikan aku sayang, semoga Paris bisa menumbuhkan rasa cintamu padaku " bisik Rafka lembut.
Mama Lilian dan oma Kailani tersenyum melihat interaksi keduanya yang bagaikan pasangan suami istri yang bahagia. Walaupun mereka tidak mendengar pembicaraan keduanya namun bahasa tubuh mereka sudah mewakili.
"Semoga liburan ini sekaligus merupakan bulan madu bagi keduanya, tante. "
"Aamiin." timpal oma Kailani khusyu'
Perjalanan panjang mereka terus berlanjut hingga kemudian pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara Internasional Charles de Gaulle Paris. Para penumpang bergegas keluar dari pesawat begitu pula dengan rombongan mama Lilian.
__ADS_1
Rafka dan papa Bram bertugas mengambil bagasi sedangkan para wanita menunggu mereka. Kini rombongan mereka menuju hotel yang sudah diatur oleh asisten papa Bram.
Tiba di hotel mereka segera menempati kamar masing-masing, oma Kailani menempati kamar di tengah di apit oleh kamar mama Lilian dan kamar Ratu. Malahan Ratu ingin sekamar dengan sang oma namun di tolak mentah-mentah oleh oma Kailani.
"Aku mandi dulu atau mas yang mau mandi lebih dulu ,,," Ratu sengaja memberikan pilihan pada Rafka karena ingin berendam yang pasti akan memakan waktu lama.
"Mandi bersama. " balas Rafka lugas
"Mesum ,,,"
"Kalau gak mesum gimana bisa punya anak ." balas Rafka tersenyum misterius.
Ratu memilih diam dan langsung mengambil perlengkapan mandinya berikut baju gantinya, menimpali ucapan pria itu sama saja membuang-buang waktu padahal dirinya sudah merasa kurang nyaman karena belum mandi.
'Aku tahu kamu belum bisa menerima pernikahan kita karena itu setiap membahas masalah anak kamu selalu memilih diam. ' batin Rafka sedikit kecewa.
Setengah jam Ratu habiskan untuk berendam. Rafka sudah gelisah menunggu karena dirinya pun butuh mandi agar merasa segar.
"Sayang, lama banget mandinya, aku kan juga butuh bersih-bersih. "
"Baru juga setengah jam menunggu sudah mengelu bagaimana kalau disuruh menunggu hal lain. " sungut Ratu kesal padahal kan bukan dirinya yang salah, tadi sudah ditawari tapi malah ngomong yang lain.
Ratu terduduk di bibir tempat tidur dengan rasa bersalah pada suaminya itu. Apakah ia sudah kelewatan memperlakukan pria itu ? tapi bagaimana mungkin aku memberikan haknya sementara hatiku belum bisa menerima dia. Ampunilah aku Tuhan, tolong tumbuhkan rasa cinta dan sayangku padanya.
Masih dengan hati yang terombang ambang tak jelas, Ratu mengaktifkan benda pipih kesayangannya dan membuka status WA kedua sahabatnya karena notifikasinya paling atas dan baru beberapa menit yang lalu. Matanya membelalak sempurna setelah membaca captionnya, ia segera mendial nomor mereka dan melakukan panggilan grup.
"Halo ,,, my Queen ,,,," sapa Alika gembira
"Kalian jahat, kenapa gak bilang-bilang kalau mau liburan ke Paris ,,,"
"Yeee ,,, mana berani kita, bisa-bisa di gorok sama kak Rafka. " sela Andhini bergidik mengingat 2ajah datar suami sahabatnya itu.
"Kalian nginap di mana ,,," tanya Ratu tak ingin memberitahukan jika dirinya baru saja tiba.
"Kita kan suka belanja dan suka Fashion, kebetulan papa memberikan bonus yang lumayan buat shopping jadinya kita memilih Ritz Paris hotel." seru Alika antusias
"Ok safe your journey, beb ,,, kabari kalau sudah di hotel." balas Ratu tersenyum manis bersamaan dengan Rafka keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.
"Sayang, tolong keringkan rambutku dong ,,," pinta Rafka sengaja memamerkan dada bidangnya.
"Tapi pakai baju dulu mas ,,," tolak Ratu tak ingin melihat lebih lama dada Rafka.
__ADS_1
'Gila !!! ternyata bodynya keren banget. Pelukable banget.' jerit batin Ratu berusaha menahan diri agar tidak tergoda.
"Gini aja sayang, manatau jika kamu khilaf dan kita bisa sedikit melakukan intro." Lagi-lagi Rafka tersenyum misterius.
" Jangan ngadi-ngadi deh mas ,,," Ratu kemudian mulai mengeringkan rambut Rafka.
Tiba-tiba Rafka memutar badannya menghadap Ratu yang serius menggosok rambutnya agar cepat kering, ia lupa membawa hair dryer.
"Gimana cara mengeringkan kalau posisi mas seperti ini. " keluh Ratu menghentikan aktivitasnya.
"Bisa kok sayang, kamu tinggal menggunakan lututmu agar bisa mencapai kepalaku bagian belakang. " Rafka mengarahkan yang harus dilakukan oleh istrinya yang keras kepala namun masih polos.
Ratu kemudian melakukannya sesuai dengan petunjuk suaminya, namun detik selanjutnya ia terdiam kaku saat pria itu kembali memodusi dirinya. Bibir Rafka tepat menyentuh kedua gundukan harta karun milik Ratu. Pria mesum itu tak melewatkan kesempatannya, ia memainkan bibirnya di sana walaupun masih di lapisi.
"Mas sudah bila, ya ,,," kesal Ratu
"Rasanya nikmat walaupun tidak langsung. " ucap Rafka tersenyum sambil memeluk Ratu.
"Jangan modus terus dong." sungut Ratu berusaha melepaskan diri, jantungnya kini berdegup kencang.
"Boleh ya, mas icip-icip sedikit tanpa lapisan. Mas janji gak akan bertindak lebih jauh." pinta Rafka dengan wajah memohon.
Ratu mengangguk tanpa kuasa menolak permintaan suaminya itu apalagi dengan wajah permohonan, sunggu hatinya tak sanggup melihatnya.
"Tapi mas janji, ya ,,,"
Seolah tak mendengar ucapan Ratu, pria yang hampir berada pada titik jenuh sebuah penantian segera beraksi dengan liar. Kesempatan tak akan datang dua kali, walaupun masih sebatas Sekwilda ( sekitar wilayah da**) ia sudah puas untuk sementara waktu. Rafka melakukannya dalam waktu yang cukup lama ******* Ratu yang berkali-kali lolos dari bibirnya membuatnya semangat 45 namun ia tetap menahan diri untuk tidak mengunjungi landasan pesawat tempurnya.
"Terima kasih sayang, kayaknya mas harus mandi lagi. " Rafka bergegas masuk ke dalam kamar mandi menidurkan dik kecilnya dengan guyuran air dingin.
'Maafkan aku mas. ' batin Ratu dengan bersalah yang memenuhi rongga hatinya.
💞💞💞💞
Hai othor datang lagi dengan upnya
Jangan bosan ya ,,,,
Terima kasih atas dukungannya selama ini
Love you more
__ADS_1