TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 87


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Ratu mengambil alih bayi mungil itu dari gendongan Rafka yang kewalahan mendiamkannya setelah terlebih dahulu menyiapkan air hangat untuk memandikan Rafka versi bayi, jam segini memang waktunya mandi. Setelah selesai memandikannya Ratu kemudian menyusuinya agar kembali tenang.


"Sayang, sampai kapan pria kecil ini menguasai milikku. " Rafka menatap baby boy yang tekun mengisap sumber kehidupannya.


"Apaan sih mas, jangan asal kalau ngomong. "


"Ini kenyataan sayang, sejak aku datang dia sudah mengklaim wilayahku sebagai sebagai miliknya dan menguasai sepenuhnya. " ngotot Rafka tak terima dengan tuduhan Ratu.


"Daripada mas ngomong sembarangan dan tidak bermanfaat lebih baik pikirkan nama untuknya agar dia terbiasa dengan namanya." Ratu menahan kesal mendengar ucapan Rafka yang seperti anak kecil.


"Nanti kita pikirkan bersama, saat ini mas hanya ingin memeluk dan memelukmu untuk menghilangkan rasa rindu ini dan jika pria kecil ini bersedia berbagi, mas juga ingin merasakan minum s*** segar langsung dari sumbernya." Rafka nyengir kuda seraya mencium cuping teliga Ratu disertai dengan sedikit gigitan lembut.


Ratu tak menimpali ucapan Rafka, ia hanya mencebikkan bibirnya kemudian mengusap lembut pipi tembem putra kecilnya agar tidak merasa terganggu dengan kepala papanya yang persis berbaring di dekat kaki mungilnya.


"Mas, bangun dulu, aku ingin menidurkanny pada boksnya." ucap Ratu melihat bayinya sudah tertidur pulas dan melepaskan sumber kehidupannya.

__ADS_1


"Gak usah berdiri, mas aja ." dengan sigap Rafka bangun dan mengambil pria kecil itu dari tangan Ratu kemudian meletakan perlahan agar tidak merasa terganggu.


Baru saja Ratu ingin merapikan kencing bajunya namun tangan besar Rafka menahannya dan membaringkan dirinya pada tempat dimana baby boy tadi berbaring. Dengan tersenyum lebar Rafka meniru perbuatan bayi mungilnya.


"Mas, jangan konyol !!" jerit Ratu kaget karena mulut Rafka sudah menyentuh ujung asetnya.


Tak ada reaksi dari Rafka, matanya terpejam menikmati sisa sumber kehidupan putra kecilnya. Rafka terus mengisapnya dengan tekun hingga terdengar cecapan dari mulutnya. Rafka hanya bisa menatap datar suaminya yang kini berubah menjadi bayi.


"Pantesan aja baby boy suka ternyata memang enak. " ucap Rafka menyudahi aksinya.


"Gak janji sayang. Oh ya, kapan mas bisa berkelana ke dalam sana ?" tanya Rafka dengan senyum mengembang dan tatapan matanya mengarah pada bagian favorit utamanya yang juga merupakan candunya.


"Mas, jangan mesum gitu deh. "


"Bukan mesum sayang, mas hanya bertanya agar jadwal kunjungan diatur ulang. " Rafka kembali memeluk mesra tubuh Ratu.


Ratu hanya terdiam menikmati pelukan hangat yang telah lama tak pernah ia rasakan. Rasa aman dan nyaman membuatnya menyandarkan kepalanya pada dada bidang Rafka. Ratu membalas pelukan hangat suaminya.

__ADS_1


Keduanya larut dalam diam menikmati kebersamaan yang pernah hilang dari kehidupan mereka, saling mengoreksi diri dan menyadari kesalahan masing-masing di masa lalu berharap semua akan berakhir dan tak akan menyentuh kebahagiaan mereka pagi.


"Terima kasih sayang, telah memberiku maaf dan mengijinkan mas untuk tetap bersamamu. " ucap Rafka membingkai wajah cantik istrinya.


"Memang seharusnya kita bersama membesarkan anak-anak kita dengan cinta dan kasih sayang."


"Jangan pernah meninggalkanku lagi walau apapun yang terjadi. "


"Tergantung peristiwanya. " balas Ratu serius.


Mendengar ucapan Ratu membuat Rafka gemes dan kembali mencium seluruh wajah istrinya dan lagi-lagi memberikan ******* kecil pada bibir seksi milik Ratu.


"Biarkan mas bermain disini sayang, karena yang seharusnya di kunjungi masih di palang. " Rafka terkekeh dengan ucapannya yang asal.


💞💞💞💞


bersambung

__ADS_1


__ADS_2