TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 59


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Pekerjaan yang menumpuk akibat di tinggal liburan dan mengawali tahun baru merupakan hari yang sibuk baik bagi karyawan maupun para petinggi perusahaan. Hingga jam istirahat siang namun belum satupun dari penghuni lantai teratas gedung perusahaan Angkasa Global’s nampak keluar dari ruangannya.


"My Queen, istirahat yuk, lapar nih. " Andhini melirik jam tangan yang melingkar manis pada pergelangan tangannya.


"Makan siang di hotel KAIL_NA, yuk ,,,"


"Wahhhh ,,, mimpi apa aku semalam di traktir di hotel mewah. " seru Andhini dengan mata berbinar.


"Tapi janji, jangan pernah mengatakan jika hotel itu milikku. " Ratu mengingatkan sahabatnya yang terkadang jadi ember bocor di saat yang tidak tepat.


"Siap bos, kuylah ,,," Andhini segera berdiri dan meraih ponselnya.


"Aku panggil dulu kak Rafka. "


"Terserahlah yang penting siang ini aku makan enak dan gratis. "


Ratu dan Andhini beriringan keluar ruangan dan menghampiri ruang kerja Rafka yang masih tertutup rapat. Ratu langsung mendorong pintu besar tersebut dan hanya melongokkan kepalanya.


"Mas, makan siang yuk ,,, eh kak Randy juga, makan siang ramai-ramai yuk. " ajak Ratu bersemangat.


"Harus banget ya Randy ikut ,,,"


"Iya mas, kan enak makan ramai-ramai, lagian aku juga ngajak Dhini kok ,,,"


Randy langsung tersenyum lebar mendengar Ratu mengajak Andhini, sedangkan Rafka hanya mencebikkan bibirnya melihat asisten sekaligus sahabatnya yang tersenyum bahagia.


"Ck, lebay ,,, baru juga makan siang, ramai-ramai pula. " ucap Rafka pelan


"Jangan pernah melewatkan kesempatan yang ada karena mungkin saja itu adalah awal dari kebaikan, bos. " Randy mengulang kata-kata yang diucapkan Rafka saat memutuskan untuk menggantikan Tristan menikahi Ratu. Dan langsung mendapatkan pukulan kepalanya.


"Kalian kenapa sih, kayak anak kecil. "


"Dia kurang ajar, sayang ,,," Rafka langsung memeluk Ratu sejenak untuk menghirup aroma tubuh istrinya.


"Woiiiiii ,,, jalan, lapar nih !!! " teriak Randy yang sudah berdiri di depan lift bersama Andhini.


"Shan ,,, kunci ruanganku dan jangan biarkan siapapun masuk. " titah Rafka kemudian berlalu dari hadapan sekretarisnya.


"Baik pak ,,,"

__ADS_1


Mereka berempat kemudian masuk ke dalam kotak besi yang akan membawa mereka langsung ke parkiran. Tak sampai satu menit mereka telah sampai dan segera masuk kedalam mobil. Randy di bagian kemudi dan Andhini disampingnya sedangkan pasangan suami istri itu duduk dibelakang.


Mobil mewah yang merekaa tumpangi kemudian membelah jalan raya karena kelincahan Randy mencari jalan pintas membuat mereka terhindar dari kemacetan dan tiba lebih cepat.


Saking bersemangatnya Andhini hingga tak memperdulikan Randy yang menyuruhnya menunggu. Randy mendengus kasar, dirinya benar-benar dijadikan sopir hari ini.


"Hai Raf ,,, selamat tahun baru. " sapa Nindi tersenyum gembira tak memperdulikan kehadiran Ratu.


"Selamat tahun baru juga, Nindi ,,, maaf kami kesini ingin makan siang jadi tolong biarkan kami menikmati menu hotel ini. " ucap Rafka halus. Ia tak ingin menyinggung perasaan temannya walaupun dirinya sudah mulai jengah.


Ratu masih menahan diri untuk tidak bertindak. Ia masih menunggu moment yang tepat sementara Andhini sudah mulai tak sabar melihat tingkah wanita yang seperti ulat keket di depannya. Jika Alika yang bersama Ratu saat ini, sudah bisa dipastikan bentuk dari wajah wanita yang berbaju serba kurang bahan ini.


"Nindi ??? ngapain kamu disini ,,," tegur Randy melihat kehadiran wanita itu.


"Aku manajer hotel mewah ini." balas Nindi jumawa


"Waoww, keren ,,, tapi ngomong-ngomong aku sudah lapar banget. " Randy langsung berjalan lebih dulu dan diikuti oleh Rafka, Ratu dan Andhini.


"Wanita itu beneran manajer hotel ini ??" bisik Andhini kesal


"Seperti yang kamu dengar ,,," balas Ratu ikut berbisik.


"Hari ini adalah hari terakhir wanita itu disini, show time. " ucap Ratu dengan smirknya yang khas.


Andhini merinding melihat sisi lain sahabatnya yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Ternyata wanita yang berstatus sebagai sahabat sejatinya itu memiliki sisi kejam yang selama ini tersembunyi.


Nindi tak ingin melepaskan Rafka begitu saja, ia yakin jika pernikahan mereka adalah pernikahan yang hanya sekilas dan tak ada dicinta di antara keduanya.


"Raf ,,, biar aku aja yang ambilkan, hari ini kalian aku kasih free. " ucap Nindi sombong.


"Wah, mbak Nindi hebat merogoh uang sendiri untuk traktir kita. " Ratu mulai memancing Nindi.


"Namanya juga manajer jadi wajarlah kalau aku bebaskan orang-orang tertentu untuk menikmati hidangan hotel mewah ini. "


"Ck, mbak Nindi kayak yang punya hotel aja."


"Terserah aku dong, yang punya hotel aja gak Keberatan. " balas Nindi sewot.


"O gitu ya. " senyum Ratu mengejek.


Randy dan Rafka yang sejak tadi memperhatikan kedua wanita cantik itu adu mulut lebih tepatnya Ratu terkesan memancing Nindi, merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Entah apa yang Ratu sembunyikan sehingga terkesan mengejek Nindi manajer hotel KAIL_NA.

__ADS_1


"Memang kamu siap ,,," ucap Nindi meremehkan Ratu.


"Kalau aku katakan pemilik hotel ini, gimana. " balas Ratu santai


Nindi tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk Ratu sehingga menarik perhatian para karyawan restoran dan orang-orang yang sedang bersantap siang. Namun Ratu dengan tenang membiarkan Nindi tertawa hingga berhenti. Orang-orang pun berkerumun. Randy berusaha menghentikan Nindi agar tak mempermalukan istri bosnya.


"Biarkan aja kak, kita liat apakah setelah ini dia masih bisa tertawa atau malah sebaliknya. " ujar Ratu datar dan melihat orang-orang yang sedang mengerumuni mereka.


"Tapi sayang ,,, " ucap Rafka khawatir.


"Nona ,,, apa yang terjadi ,,," Pak Frans menghampiri Ratu dengan sedikit membungkukkan badannya tanda hormat.


"Gak apa-apa pak Frans, hanya manajer hotel ini sepertinya harus diganti. " balas Ratu masih terlihat santai.


"Enak saja !! dasar wanita gila !!" teriak Nindi tak terima.


"Maaf bu Nindi, anda harus sopan pada nona karena beliau adalah pemilik yang sah dari hotel ini sebagai pewaris nyonya besar. Nona Ratu adalah cucu Nyonya Kailani. " sebagai salah satu orang kepercayaan oma Kailani, pak Frans mengetahui segalanya tentang seluk beluk hotel KAIL_NA.


Andhini tersenyum melihat wajah pucat Nindi sedangkan Randy dan Rafka menganga tak percaya, mereka saling melempar pandangan dengan pikiran masing-masing.


"Ternyata bu bos sangat pandai. " bisik Randy pelan


"Entah apa lagi yang istriku rahasiakan. " balas Rafka ikut berbisik.


"Pak Danang, tolong bawa wanita ini keluar dan jangan biarkan dia masuk ke hotel ini lagi. " perintah Ratu tegas.


"Oh ya, barang-barang pribadi mbak Nindi nanti diantarkan ke rumah mbak. Aku tidak ingin ada yang hilang di dalam ruangan manajer. " lanjut Ratu tajam.


"Silahkan bapak dan ibu serta mbak dan adik-adik melanjutkan makan siangnya. " ucap Randy membubarkan kerumunan tersebut.


Nindi digiring keluar oleh keamanan hotel, ia tak sanggup lagi berbicara. Ia terlalu syok dengan kejadian yang dialaminya. Baru beberapa bulan menjabat sebagai manajer hotel mewah namun kini ia harus menghadap kenyataan sebagai pengangguran.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hai ,,, othor gak jadi hiatus, atas permintaan readers setia.


Terima kasih dukungannya selama ini


Dan terima kasih pula karena menyukai ceritaku


Love you more

__ADS_1


__ADS_2