
...happy reading beloved readers...
Semalaman memikirkan tawaran Kiara membuat Ratu kurang tidur hingga bangunnya sedikit terlambat. Walaupun bukan pertama kalinya hidup sendiri di negeri orang namun keadaannya kini berbeda, jika dulu ia bisa bebas kesana kemari akan tetapi untuk saat ini ia harus berpikir sebelum bergerak mengingat dirinya sedang hamil muda rawan keguguran apalagi jauh dari sanak keluarga. Ratu tersenyum kecut mengingat keluarganya, hanya oma Kailani yang mengerti dirinya.
"Astaga aku belum menghubungi oma. " gumam Ratu memukul jidatnya. Ia segera mengambil ponselnya dan mengaktifkannya setelah beberapa hari ia biarkan begitu saja.
Saat akan mendial nomor seluler oma Kailani tanpa sengaja matanya melihat jam pada ponselnya dan mengurungkan niatnya, mungkin saja oma saat ini sedang menikmati sarapannya. Ratu segera membersihkan diri sebelum beraktifitas.
Selesai dengan ritual mandinya, Ratu kemudian berdandan tipis-tipis. Hari ini ia akan mencoba menawarkan beberapa perusahaan desain perhiasannya. Jika di Inggris saja ia bisa berhasil bekerjasama dengan perusahaan Samuel yang sudah mendunia maka di sini pun ia pasti akan berhasil. Tekad Ratu sudah bulat, kali ini tak akan kembali ke dunia model akan tetapi sebagai desainer perhiasan.
Mencoba peruntungan dengan perusahaan yang terletak tak jauh dri tempat tinggalnya, dengan langkah anggun Ratu memasuki perusahaan Jewellery's Corp dan menghampiri gadis cantik yang tersenyum dengan ramah.
"Ada yang bisa saya bantu, nona ??" tanya gadis yang bernama tag Sharmila dengan ramah dan sopan.
Baru saja Ratu ingin mengutarakan maksudnya kedatangannya, tiba-tiba seseorang mendekatinya dan para karyawan memberi hormat pada pria tersebut. Ratu tersenyum dan ikut mengangguk hormat. Ia tertegun mengingat pertemuan pertamanya dengan Samuel, persis yang terjadi saat ini. Mungkinkah pria ini pimpinan perusahaan ??
__ADS_1
"Nona ada janji dengan seseorang ??"
"Tidak tuan, saya datang kemari untuk menawarkan beberapa sketsa perhiasan tapi saya bingung siapa yang harus sya temui. " jawab Ratu tersenyum kikuk.
"Silahkan duduk disana nona dan perlihatkan sketsanya. " pria itu berjalan mendahului Ratu ke arah sofa tamu.
Ratu menyerahkan beberapa sketsa yang ia bawa dari tanah air sambil berdoa dalam hati semoga saja pria ini tertarik dengan salah satu gambarnya.
"Semua bagus dan unik. Perkenalkan saya Garvish Divyant direktur produksi perusahaan Jewellery's Corp."
"Hari ini saya ada urusan penting, bukankah besok non Ratu kesini lagi ? kita akan membicarakan sketsa nona, saya tertarik dengan model perhiasan nona."
"Baik pak, terima kasih. " Ratu tersenyum gembira mendengar ucapan Garvish.
"Mila, besok jika nona ini datang, segera antar ke ruanganku. " titah Garvish sebelum pergi.
__ADS_1
"Baik pak. "
Setelah berpamitan pada Sharmila, Ratu keluar dari perusahaan dengan langkah ringan, Ia sangat bersyukur tanpa harus berkali-kali keluar masuk perusahaan menawarkan sketsanya dan langsung berhasil menarik perhatian seorang Garvish.
"Terima kasih doanya, nak. " gumam Ratu membelai perutnya.
Ratu memutuskan untuk segera kembali ke flatnya yang sederhana namun nyaman untuknya tinggal. Ratu tak ingin menghambur-hamburkan uang hanya untuk tempat tinggal, baginya yang penting nyaman lagipula ia tak tahu sampai kapan dirinya akan berada dinegaranya Indira Gandhi .
Ratu tersenyum kecut karena tiba-tiba ingatannya kembali ke tanah air. Baru beberapa bulan rasa cintanya pada Rafka tumbuh namun harus kembali ia buang jauh-jauh rasa itu karena ternyata pria yang pernah mengucap janji suci pernikahan ternyata belum bisa sepenuhnya menghilangkan masa lalunya. Rasanya tidak adil bagi Ratu jika kamu hanya dirinya yang berjuang sendiri.
💞💞💞💞
Selamat siang
Terima kasih atas dukungannya
__ADS_1