
...happy literasi beloved readers...
"Liburan tahun baru kalian rencana kemana ? sekalian bulan madu. " ujar mama Lilian
"Gak ada rencana kemana-mana, ma. Masih banyak yang harus Ratu selesaikan. " balas Ratu cepat sebelum Rafka angkat bicara.
"Padahal papa sudah beli tiket untuk kita agar bisa berlibur bersama-sama." terdengar nada kecewa dari papa Bram.
"Kalian harus liburan, oma gak ingin melihat kalian berseliweran di depan oma setiap hari selama liburan akhir tahun. Masalah pekerjaan bisa di pending, kamu juga gak akan jatuh miskin kalau gak kerja. " ucap oma dengan nada tinggi, kalau sudah seperti ini maka siapa saja yang mendengarnya tak akan bisa membantahnya.
"Oma sejak kapan berdiri di situ, ayo sarapan sama-sama. " Ratu segera berdiri dan membimbing wanita yang selalu mengucurinya dengan kasih sayang yang tak terhingga.
Oma Kailani mengikuti Ratu kemudian duduk dan ikut menikmati sarapan bersama hingga tuntas. Diam-diam oma Kailani dan mama Lilian saling melempar senyum dan mengedipkan mata.
"Kalian berdua setuju kan tahun ini kita liburan bersama, sekalian memantau usaha dan kerja keras ka,ian berdua dalam menghadirkan suara tangisan bayi di rumah ini." cecar oma Kailani.
"Oma ikut juga kan ?" pada dasarnya Ratu tak ingin meninggalkan omanya sendirian karena ia tahu semua anak-anak oma akan sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya tante Sita yang selalu meluangkan waktunya untuk sang oma. Kasihan muga jika tante Sita tak bisa menghabiskan liburan bersama keluarganya.
"Tentu saja oma akan ikut. "ucapan oma Kailani menerbitkan senyum bahagia di bibir Ratu. Untuk pertama kalinya Rafka melihat senyuman bahagia dari istrinya, ia terpukau dan menatap Ratu lebih dalam.
"Ok, besok kita berangkat. Biar asisten papa yang mengurusnya. " papa Bram segera menimpali tak ingin jika tiba-tiba Ratu berubah pikiran.
"Bawa barangnya seadanya saja, setelah tiba di tujuan kita beli yang lainnya." ucap mama Lilian.
"Ya sudah, papa berangkat dulu. Kamu gak ke kantor boy ,,," papa Bram mengalihkan pandangannya pada pria yang berstatus sebagai anak tunggalnya.
"Agak siang pa, aku masih ada urusan dengan istriku. " balas Rafka jujur.
"Papa berangkat gih, mama juga mau pulang dulu bersiap-siap." mama Lilian menggandeng papa Bram dengan mesra.
__ADS_1
"Selesaikan urusan kalian, oma juga mau pulang. " oma Kailani pun mengikuti jejak mama Lilian dan papa Bram.
Tinggallah kini mereka berdua, rumah kembali sunyi. Ratu kembali ke dapur dan membereskan bekas makan mereka. Ia mengangat piring kotor ke westafel dan mencucinya. ART mereka hanya akan datang untuk mencuci pakaian, menyertakan dan membersihkan rumah setelah pekerjaan selesai mereka akan pulang.
"Sayang, kita harus bicara. " ucap Rafka lembut
"Sejak tadi kan kakak sudah bicara. "
"Ini masalah parfum di bajuku semalam. Jangan pernah memikirkan yang tidak-tidak tentangku. "
Ratu tetap mencuci piring bekas makan mereka sambil menunggu kelanjutan penjelasan pria yang kini berdiri di sampingnya.
"Saat akan pulang, tiba-tiba Nindi datang dan langsung memelukku, dia mengungkapkan isi hatinya sambil menangis. Dia mengatakan sangat mencintaiku dan rela menjadi istri siriku tapi sumpah aku tidak membalas perasaannya apalagi melakukan hal yang aneh-aneh. Kamu bisa memeriksa CCTV ruanganku. Saat itu Randy pun berada di sana."
"Selesaikan urusan kakak dengan Nindi setelah itu baru kita bicara. " datar dan dingin terdengar di telinga Rafka
"Apa yang harus kuselesaikan sayang, dalam hati dan pikiranku hanya ada kamu dan kamu. "Rafka tak mampu lagi menahan keinginannya untuk memeluk istrinya yang terlihat sangat menggemaskan dimatanya.
"Boleh ???" Rafka meminta persetujuan Ratu untuk mencium bibir yang sudah menjadi candu baginya. Dengan samar Ratu menganggukkan kepalanya dan segera di sambut baik oleh Rafka.
Terjadilah pergulatan bibir yang semula ringan namun kini semakin memanas dan menuntut. Rafka tak pernah melewatkan percuma setiap kesempatan yang ada, kini tangannya sudah mulai liar dan menerobos masuk kedalam kacamata gunung berapi. Kesadaran Ratu kembali saat merasakan tangan hangat suaminya itu menangkup salah satu benda berharganya.
"Jangan melewati batas kak." ucap Ratu diantara deru napasnya yang tak beraturan.
"Maaf ,,,"Rafka kemudian menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Ratu dan sengaja meninggalkan bekas disana sebagai tanda bahwa hari ini ia telah mamu satu langkah.
Rafka tersenyum puas dan segera berlari ke dalam kamar membersihkan diri sebelum Ratu menyadari perbuatannya. Pagi yang bahagia bagi Rafka karena telah berhasil mendapatkan morning kiss yang panas dengan sukarela, tak seperti hari-hari yang lalu ia hanya selalu mencuri ciuman dari istrinya.
Sepuluh menit kemudian Rafka keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dan senyum yang selalu menghiasi bibirnya. Tanpa membuang-buang waktu Ratu kemudian menggantikan Rafka membersihkan diri.
__ADS_1
Saat tak sengaja melihat pantulan dirinya di cermin, Ratu terbelalak tak percaya melihat hasil karyapria yang selalu membuatnya emosi.
"Mas Rafkaaaa ,,,." Teriakan Ratu justru membuat si empunya nama tersenyum semakin lebar. Untuk pertama kalinya istri cantiknya itu memanggilnya mas.
"Sayang, jangan kencang-kencang teriaknya nanti para tetangga dengar dan salah paham. " ucap Rafka dari luar kamar mandi.
Ratu tak menggubris ucapan Rafka dan melanjutkan mandinya dengan kesal. Bagaimana bisa ia ke kantor dengan leher bekas ******, memakai syal adalah hal yang paling tidak mungkin karena udara panas akhir-akhir ini.
Dengan wajah masih merengut, Ratu keluar dari kamar mandi tak memperdulikan Rafka yang menatapnya sambil tersenyum. Ratu mendekati kaca riasnya dan mulai memoleskan make up tipis diwajahnya kemudian mengoleskan conselear dan memberinya sedikit bedak pada bekas bibir pria tak berakhlak itu. Jika wajah saja ia bisa rubah hanya dengan make up masa hanya bekas sekecil ini tak bisa ia samarkan.
Ratu tersenyum melihat hasil karyanya sedangkan Rafka mendengus kesal. Keinginannya untuk menghabiskan hari bersama istrinya gagal total.
"Buruan ganti baju mas, kita ke kantor dan makan siang di hotel KAIL_NA. "titah Ratu lembut.
"Gak sayang, makan siang di tempat lain saja. aku gak mau berurusan dengan wanita itu. " tolak Rafka tak ingin terjadi kesalahpahaman lagi.
"Justru itu mas, kita harus menyelesaikannya agar Nindi tak mengganggu kita lagi. " Ratu kini benar-benar ingin berusaha membuka hatinya untuk Rafka. Tak ada salahnya kan mencoba.
Rafka segera membuka bajunya di depan Ratu dan dengan santainya duduk berbelanja dada meminta agar Ratu memilihkan baju untuknya.
"Sayang, tolong pilihan baju yang senada dengan bajumu agar terlihat serasi. "
"Ck, jangan manja deh ,,, biasanya juga pilih sendiri. " Ratu mengomel namun tetap melakukan permintaan suaminya.
Cup
"Ucapan terima kasih, sayang. " ucap Rafka sebelum Ratu melotot .
💞💞💞💞💞
__ADS_1
Hai up dua bab hari ini cukup ya.
jangan lupakan dukungannya ya gaezzzz