TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 79


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Tiba di tanah air, Rafka langsung ke apartemennya beristirahat sejenak sebelum pagi menyapa. Rafka tiba pada dinihari. Saat mentari pagi mulai menampakkan sinarnya Rafka segera terlonjak bangun dari tidurnya. Ia segera membersihkan badannya dan bersiap ke kantor.


Jam menunjukkan pukul 06.30 saat Rafka tiba di kantor, bersamaan dengan Randy yang baru saja memasuki lobby kantor.


"Selamat datang bos ,,," sapa Randy terkejut tak menyangka Rafka yang datang tiba-tiba.


"Siapkan rapat dengan para manajer, aku ingin mengevaluasi hasil kerja mereka. " ucap Rafka tak membalas sapaan asisten sekaligus sahabatnya.


"Sekarang bos ??"


"Tahun depan ,,,"


"Astaga bos, aku serius ,,," Randy mengekori Rafka memasuki lift.


"Aku hanya meninggalkan kantor selama satu bulan tapi kenapa otakmu tiba-tiba jadi pentium dua ??, ya sekarang Randy ,,," Rafka menahan emosinya menghadapi asistennya yang semakin cerewet dengan daya pikir menurun menurutnya.


Tiba di lantai teratas gedung perusahaan, Rafka segera menuju ke ruangannya dan menghubungi semua manajer agar berkumpul di ruang rapat.

__ADS_1


"Apa semua manajer sudah hadir ?" tanya Rafka seraya berjalan memasuki ruangan rapat.


"Sudah bos. " hanya Randy yang berani bersuara dan tak terpengaruh dengan wajah dingin Rafka.


"Baiklah saya mulai dengan keuangan terlebih dahulu." Rafka menatap tajam Alex yang merupakan manajer keuangan.


Perlahan Alex mendekati Rafka dan meyerahkan laporan bulan lalu. Suatu kebiasaan bagi Rafka setiap bulan mengadakan rapat evaluasi namun kali ini para manajer merasakan perbedaan pada bosnya itu.


"Laporan apa ini !!!" Rafka melempar laporan yang di berikan oleh Alex.


Alex memungut laporannya dengan wajah pucat pasi. Ia tak menyangka bosnya akan semurka itu.


"Perbaiki laporan kalian dan bawa ke ruanganku. " titah Rafka meninggalkan ruangan rapat diikuti oleh Randy.


"Pesan makanan buatku. " ucap Rafka saat memasuki ruang kerjanya.


Seolah menyadari keadaan perut bosnya, dengan kelincahan tangannya Randy berhasil memesankan makanan kesukaan sang bos.


"Bagaimana keadaan Samuel ,,," Randy berbasa basi takut menyinggung perasaan bosnya yang terlihat dingin.

__ADS_1


"Jika maksudmu ingin menanyakan Ratu maka jawabnya gak ada. Ratu menghilang membawa anakku entah kemana. "


"Maaf bos, bukan bermaksud membuat bos bersedih. " ucap Randy tak enak hati.


"Sekarang aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Ratu segera pulang dan melahirkan di tanah air." mata Rafa berkabut kristal yang siap meluncur bebas.


"Aamiin Yaa Rabbal alaamiin. " Randy segera mengaminkan dengan tulus dari hati yang paling dalam.


Bersamaan dengan berakhirnya percakapan mereka, sebuah ketukan pada daun pintu ruangan mewah Rafka terdengar dan Randy pun secepatnya membukakan pintu yang ia yakini adalah pengantar makanan yang ia pesan untuk bosnya.


"Sarapannya yang sedikit terlambat sudah siap, bos. "


"Hmm ,,," balas Rafka kemudian berdiri dan berjalan ke meja yang berada di depan sofa tamunya.


Walaupun selera tak ada makannya namun Rafka menyadari jika tubuhnya butuh asupan gizi agar bisa fokus bekerja dan senantiasa menghidupkan harapannya jika suatu saat istri dan calon anaknya akan kembali padanya.


Yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah bekerja keras memajukan dan mengembangkan perusahaannya ke berbagai negara berharap, semoga saja Sang Maha Pengatur kehidupan mempertemukan mereka.


Melihat bosnya yang terlihat tak bersemangat membuat Randy prihatin dan bertekad akan berusaha mengembalikan bosnya yang dulu walaupun kemungkinannya sangat kecil.

__ADS_1


💞💞💞💞


Terima kasih sudah bersedia mampir


__ADS_2