TAKDIRMU BERSAMAKU

TAKDIRMU BERSAMAKU
BAB 58


__ADS_3

...happy literasi beloved readers...


Satu minggu mereka nikmati bersama, Paris menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka. Kini pasangan tersebut telah kembali ke tanah air dan memulai aktifitasnya sedangkan Alika dan Andhini pulang ke tanah air dua hari lebih cepat.


"Mas, bangun ,,, sudah siang nih. " Ratu berusaha melepaskan tangan dan kaki yang membelit tubuhnya.


"Jangan gerak-gerak, sayang ,,, jangan sampai ularku merasa terusik dan terbangun di dalam sana kan harus di tuntaskan lagi. " Rafka semakin memeluk erat tubuh istrinya hingga inti tubuhnya pun semakin masuk ke dalam tubuh Ratu. Kebiasaan Rafka yang tak pernah keluar sempurna saat selesai menggarap sawahnya. othor sampai bergidik ngeri 😅😅


Ratu memukul pelan lengan suaminya saat merasakan sesak dibawah sana. Ia tak habis pikir dengan suaminya yang ternyata otak mesumnya berada pada tingkat dewa.


"Aku harus cepat-cepat ke kantor mas, saat makan siang aku janjian sama oma di hotel KAIL_NA. " rengek Ratu sedikit menjual nama sang oma


"Setengah jam doang, please ,,, kerjaan mas banyak dan butuh semangat untuk menyelesaikannya dan hanya dengan cara ini aku bisa bersemangat sampai sore lagian agar hasilnya cepat terlihat supaya mama, papa dan oma senang." bujuk Rafka dengan wajah memelas.


Ia sungguh tak pernah melewatkan pagi tanpa menggarap sawahnya, rasanya harinya akan semrawut jika tak mengunjungi sawahnya. Rafka tak sabar ingin segera menuai hasil garapannya.


Ratu hanya bisa pasrah, suaminya tak akan menerima alasan apapun jika berhubungan dengan hasratnya. Daripada pria itu berlaku aneh-aneh di kantor lebih baik penuhi keinginannya saat ini.


Melihat wanita yang selalu membangkitkan hasratnya terdiam pasrah, dengan senyum merekah dan semangat 45 Rafka segera memulai aksi petualangannya yang tak pernah membuatnya bosan dan selalu memenuhi kepalanya.


Berawal dari pelukan kemudian menyatukan bibirnya dengan lembut dan entah siapa yang memulai kamar mereka kini di penuhi dengan suara cecapan khas bibir beradu. Pertarungan bibir yang semakin memanas hingga tangan Rafka kesana kemari dengan lincahnya hingga akhirnya sampai pada dinding jurang yang licin menuntunnya untuk segera turun ke sawah. Pel****an pertama dan selanjutnya terjadi dan selanjutnya terasa hangat oleh Ratu. Mengingat waktu yang semakin merayap tanpa bisa di hentikan, Rafka kemudian menyudahi aktivitas rutinnya setiap pagi walau rasa ingin lagi dan lagi masih memenuhi kepalanya.


"Tumbuh cepat didalam sana ya cebong-cebongnya, papa ,,," ucap Rafka mengusap lembut perut rata istrinya.


"Jangan asal ngomong, mas ,,, mana ada kecebong bisa tumbuh diperutku. " Ratu merengut kesal menepis tangan Rafka, lalu ia secepatnya masuk kedalam kamar mandi.


"Sayang, mandi bareng agar menghemat waktu. Ini sudah jam 7 lho ,,," teriak Rafka di depan pintu kamar mandi.


"Gunakan kamar mandi lain. " balas Ratu berteriak


Saat menatap pantulan dirinya pada cermin, Ratu hanya bisa berdecak sebaliknya dengan pria yang berstatus suaminya itu, kapan bintang-bintang di tubuhnya bisa hilang jika setiap pagi suaminya itu selalu memperbaharui bintangnya. Satu yang di syukuri oleh Ratu karena suaminya tak meningkatkan tanda pada lehernya.


Sepuluh menit kemudian Ratu sudah menyelesaikan ritual mandinya dan segera memakai bajunya. Rafka pun sama karena ia benar-benar menggunakan kamar mandi lain.

__ADS_1


"Lho sayang, kulitmu kok akhir-akhir ini penuh bintang ya, mas kira hanya langit yang di penuhi bintang. " ledek Rafka dengan wajah tanpa dosa


"Ini semua gara-gara kamu, mas. Bibirmu gak ada akhlak." sungut Ratu sambil memakai bajunya dengan kasar.


"Itu bukti kejantananku sebagai seorang laki-laki, sayang. Daripada melukis di kulit orang lain kan lebih aman melukis di tubuh istri sendiri. " ucaap Rafka asal.


"Jangan coba-coba memikirkan hak itu, mas. Jika kamu berani melirik wanita lain maka kamu akan hidup di emperan jalan bersama wanita itu. " balas Ratu bringas.


"Sayang, jangan marah dong. Kita sarapan di rumah atau dikantor ??" Rafka mengalihkan pembicaraan seraya memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang sambil mencium pucuk kepala wanita tercintanya. Rafka tak ingin menanggung resiko jika wanitanya ngambek. Bisa-bisa kepalanya meledak jika harus berpuasa lagi.


"Sarapan di rumah aja mas, kasihan bi Atun sudah menyiapkan." ART mereka memang setiap pagi sebelum memulai pekerjaannya selalu menyempatkan diri menyiapkan sarapan.


Keduanya kemudian keluar kamar dan langsung menuju ruang makan menikmati sarapan buatan bi Atun wanita paruh baya kepercayaan oma Kailani. Tak ada drama pagi di meja makan karena hari semakin siang. Setelah menuntaskan sarapannya mereka kemudian berangkat ke kantor bersama.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di lobby perusahaan sedikit terlambat karena sedikit macet. Rafka menggandeng mesra istrinya saat berjalan memasuki kantor dan membalas sapaan karyawan yang menyapanya. Sungguh luar biasa dan sangat langka seorang Rafka menyapa balik karyawannya.


"Wah, semoga pak bos diberkati di tahun baru ini. " gumam karyawan tersebut pelan namun masih terdengar jelas pada indera pendengaran Ratu. Apa kabar pria yang disampingnya, ia seperti biasa berjalan dengan cuek tak peduli dengan orang-orang di sekitarnya.


Ratu tersenyum geleng-geleng kepala sambil tersenyum menanggapi karyawan tersebut. Keduanya terus berjalan memasuki lift yang akan membawa ke lantai teratas gedung perusahaan.


Lift berhenti dan mereka kembali berjalan berdampingan dengan tangan saling menggenggam menuju ruangan masing-masing. Ratu melepaskan kemudian melepaskan tangannya dan langsung masuk ke ruangannya.


"Oh ya mas, siang nanti kita lunch di hotel KAIL_NA. "


"Siap nyonya. " Rafka terkekeh dan mengedipkan sebelah matanya. Kemudian menghilang dibalik pintu ruangannya.


"Wah ,,, nyonya bos semakin bersinar aja nih ,,," sambut Andhini tersenyum jahil


"Iya dong, daripada mencari yang baru padahal yang lebih hot di depan mata, kan mubadzir ,,," seloroh Ratu


"Astaga my Queen ,,,, jiwa jombloku meronta-ronta nih. " ucap Andhini dramatis


"Ck, lebay ,,, noh Randy masih jomblo. "

__ADS_1


"Ogah 11, 12 dengan kak Rafka. " Andhini bergidik ngeri


"Eits jangan salah, mereka begitu jika dengan orang lain tapi kalau dengan istri sendiri, dia lembut dan menghanyutkan. " balas Ratu bercanda tapi serius.


Andhini menatap sahabatnya tak percaya dengan pendengarannya sendiri. Hanya beberapa bulan setelah menikah tiba-tiba wanita ini telah berubah mesum. Otak Andhini berkelana kedunia lain, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, betapa dahsyatnya pengaruh Rafka hingga sahabatnya berubah jadi mesum.


"Woiiii ,,, jangan bengong ,,, kerja , kerja ,,, jangan melamun. "Ratu setengah berteriak melihat sahabatnya melamun.


"Aku gak melamun tapi memikirkan perubahan bicaramu. " Andhini tak terima dituduh melamun


"Gak usah dibahas, setelah kamu dan Randy menikah pasti akan berubah juga. " sengit Ratu tak mau kalah.


"Gak akan, aku gak mau menikah dengan pria modelan gitu. "


"Emang kamu sudah punya calon ??"


"Ya ,,, belum tapi aku akan cari yang memenuhi kriteria sebagai calon suami yang baik dan bertanggung jawab. "


"Ck, terserahlah ,,, apapun itu aku akan mendukungmu. "


Tanpa mereka sadari seseorang yang tak sengaja melewati ruangan mereka berhenti dan mendengar pembicaraan kedua wanita itu. Sebuah senyum miring menghiasi bibirnya.


"Urusan kita belum selesai ,,," gumamnya menjauhi ruangan tersebut.


💞💞💞💞


Selamat malam dan selamat tahun baru


Semoga 364 hari ke depan terasa manis dan bahagia serta kesuksesan memberkati kita


Jangan lupa dukungannya


Dikarenakan levelnya turun drastis maka novel ini othor hiatuskan hingga waktu tak di tentukan

__ADS_1


...MOHON MAAF...


^^^Makassar, 1 Januari 2022^^^


__ADS_2