
...happy literasi beloved readers...
Hari terus berlalu hingga bukan pun berganti, mama Lilian, papa Bram dan oma Kailani setiap minggu mengunjungi mereka. Hubungan Ratu dan Rafka pun semakin membaik walaupun Ratu masih terlihat membatasi dirinya.
Karena pria kecil yang diberi nama Rafasha yang mereka gabung dari nama masing-masing yaitu Rafka dan Ratu Alisha pun sudah bisa pulang ke tanah air.
"Jangan sampai ada yang ketinggalan terutama popoknya. " mama Lilian sibuk menyuruh Rafka mengepak barang yang tak seberapa.
"Semua sudah aku masukkan, ma, sekarang mama sama papa serta oma istirahat aja dulu, nanti sore kita jalan-jalan menikmati indahnya kota Delhi. "
"Mama gak capek kok. Sekarang aja kita keluar. "
"Bener itu, agar kalian puas jalan-jalannya biar oma aja yang nemenin Ratu dan pangeran kecil kita. " timpal oma Kailani yang ingin memanfaatkan waktu untuk berbicara banyak dengan cucu kesayangannya.
"Gak apa-apa kan sayang, mas keluar agak lama. "
"Gak masalah mas, ada oma bersamaku semua akan baik-baik saja. "
Rafka terdiam sesaat mendengar kata-kata istrinya yang seolah mengisyaratkan jika keberadaan oma Kailani sangat penting bagi Ratu di bandingkan dirinya. Sejak menikah hingga sekarang Ratu tidak pernah mengucapkan kata itu untuk dirinya.
"Ngapain bengong, ayo berangkat. " teriak mama Lilian di depan pintu.
"Berangkat sana, kasihan mama sama papa menunggu. " ujar Ratu membuyarkan lamunan Rafka.
__ADS_1
Ketiganya kemudian menghilang dibalik pintu menyisakan oma Kailani dan Ratu serta Rafasha yang tenang berada dalam gendongan mamanya.
"Sayang, kamu baik-baik aja kan selama disini ?" oma Kailani mulai membuka percakapan.
"Alhamdulillah oma, bahkan Ratu merasa berat meninggalkan negara ini. "
"Sebaik-baiknya kehidupan di negeri orang lebih baik di negeri sendiri, sayang. Ibarat kata makan emas di negeri orang akan lebih baik makan batu di negeri sendiri."
"Iya oma, Ratu mengerti. "
"Bagaimana hubungan dengan Rafka ?"
"Seperti yang oma lihat, semua membaik. " Ratu tersenyum lembut menjawab pertanyaan oma Kailani.
"Oma jangan membebani diri dengan hal-hal yang tidak perlu. Semua baik-baik saja, percaya deh." Ratu berusaha berkelit dan berusaha menenangkan pikiran sang oma. Ratu menarik napas panjang, oma Kailani benar-benar sangat mengenalnya dengan baik hingga hal sekecil itu dapat dilihatnya dengan jelas.
"Oma hanya berharap kamu bisa melupakan semua kisah di masa lalu yang membuat dirimu tidak bahagia. Ingat ada anak kalian yang butuh cinta dan kasih sayang. Jika diantara kalian masih ada jurang pemisah maka akan berdampak pada anak-anak kalian nantinya. Oma hanya ingin melihat kalian bahagia disisa umur oma." ucapan oma Kailani membuat Ratu terbeliak tak suka.
"Jangan berkata seperti itu, oma. "
"Tapi ini kenyataan sayang, oma setiap hari bukannya tambah muda tapi malah tambah tua dan pastinya suatu saat akan meninggalkanmu. "
"Sudahlah oma, kita bicarakan yang lain saja. " Ratu tak ingin mendengar lagi omongan tak berguna dari wanita yang membesarkannya dengan kasih sayang yang melimpah.
__ADS_1
"Oh ya, mumpung hanya ada kita berdua, oma sudah mengatur semua asset oma atas namamu sayang. Pengacara dan notaris oma sudah menyelesaikan tugasnya. "
"Gak boleh gitu, oma. Pasti tante Alana dan yang lain tak terima dengan keputusan oma."
"Harta bersama oma dan opa kan sudah di bagi tiga. Dan semua yang oma warisan atas namau milik oma pribadi. " tandas oma Kailani.
"Tapi seharusnya Bella juga dapat sebagian dari harta oma. "
"Bella tak pernah menganggap oma sebagai omanya dan hanya pada orang tua Alana saja yang ia hargai dan hormati mungkin Bella berpikir karena oma sudah tidak punya harta lagi makanya dia seperti itu. "
Sejak oma Kailani meminta notarisnya membagikan harta bersamanya dengan almarhum Naransya, kedua anak laki-lakinya itu tak pernah lagi mengunjunginya karena terlalu sibuk mengurus perusahaan masing-masing bahkan Alana dan Bella pun jangankan mengunjunginya, menelpon saja tidak pernah. Hanya Sita dan keluarganya yang selalu mengunjunginya setiap minggu.
"Tapi gimana cara Ratu menghadapinya kelak, oma. Ratu gak suka ribut hanya karena harta. "
"Ada Rafka dan tante Sita yang mendukungmu, itu sudah cukup. Sudahlah gak usah di ributkan lagi."
Ratu hanya bisa diam mendengar kekeras kepalaan oma Kailani. Biarlah semua ia serahkan pada takdir. Apapun akan ia lewati dan akan menjaga dengan baik semua yang oma titipkan padanya.
💞💞💞💞
Maaf ya telat upnya
Jangan lupa mampir juga di cerita ANAK GENIUS DADDY WE'RE BACK dan sequelnya RUSUK SANG BILLIONAIRE. ceritanya seru juga lho
__ADS_1