
...happy reading beloved readers...
Suara Adzan subuh berkumandang dengan sangat jelas menembus indra pendengaran Rafka dan Ratu, seolah di perintahkan mereka kompak terbangun. Melihat Rafka berjalan ke kamar mandi, Ratu memilih duduk sambil mengumpulkan nyawanya. Tak lama kemudian oma Kailani pun terbangun bersamaan dengan keluarnya Rafka dari kamar mandi.
"Oma bisa sendiri, kok ,,," ucap oma saat Ratu hendak membantunya turun dari brangkar.
"Hati-hati, oma ,,,"
"Sayang, aku sholat di mushalla, ya ,,," pamit Rafka setelah berpakaian rapi khas orang akan shalat.
Ratu hanya diam dengan ekspresi datar, rasanya enggan walaupun hanya sekedar mengangguk. Entahlah bagaimana hidupnya kelak. Seolah ada dinding yang sangat tebal yang memisahkan mereka.
"Lho nak Rafka kemana ,,,, "
"Shalat di mushalla ,,,"
Ratu memilih segera masuk kedalam kamar mandi agar bisa menghindari pembicaraan tentang pria yang telah resmi menjadi suaminya itu.
Takut waktu shalat subuh terlewati, Ratu tak berlama-lama membersihkan diri, ia segera keluar dan langsung memakai mukenahnya lalu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Selesai dua rakaat, Ratu kemudian mengemasi barang oma yang tak seberapa karena Ratu selalu menyuruh sopir oma Kailani untuk membawa pulang pakaian kotornya. Pagi-pagi oma Kailani sudah diperbolehkan pulang.
"Oma sudah boleh pulang ??" tanya Rafka melihat Ratu sedang mengemas barang-barang.
__ADS_1
"Iya nak Rafka, oma sudah sehat. " Oma Kailani mewakili Ratu menjawab pertanyaan Rafka karena yang ditanya mendadak jadi bisu.
"Sayang, kalau di tanya harus dijawab dong." lanjut oma Kailani merasa tak enak hati pada Rafka
Ratu hanya menarik napas panjang, sejak menikah dengan Rafka, dirinya selalu salah dimata oma. Ada saja yang di protes oleh oma kesayangannya.
"Oma mau sarapan apa, biar aku pesankan." sejak di rawat oma memang tak pernah mau memakan makanan rumah sakit katanya tidak cocok dengan seleranya.
"Kita sarapan di rumah saja saja, sayang."
Ceklek
"Assalamualaikum ,,,, wah mama sudah siap rupanya. " Tante Sita langsung masuk dengan senyum hangatnya.
"Suasana rumah sakit kurang bagus untuk pengantin baru, makanya mama ingin segera pulang. " oma Kailani terkekeh dengan ucapannya sendiri sedangkan Ratu tak ada ekspresi.
"Ya sudah, sesuai keinginan mama. " Tante Sita membantu oma Kailani duduk di kursi roda karena jarak antara ruangan perawatan dan parkiran lumayan jauh.
"Biar aku aja, tante ,,," Rafka tak membiarkan tante Sita mendorong kursi oma Kailani.
'Ck, cari-cari muka teroozzz.' batin Ratu menatap sinis Rafka
Ratu dan tante Sita ikut berjalan di samping oma Kailani tanpa bersuara, Ratu yang biasanya banyak bicara jika bersama tante Sita kini tak bersuara sama sekali, matanya hanya menatap lurus ke depan. Hanya bunyi sepatu mereka yang beradu dengan lantai yang terdengar berirama.
__ADS_1
Hingga kemudian mereka tiba di lobby rumah sakit, Rafka meminta kunci mobil Ratu sementara tante Sita tidak ikut karena pagi ini adalah jadwal dinasnya.
"Sayang, aku aja yang menyetir. " sambil menengadahkan tangannya meminta kunci mobil. Ratu merogoh tasnya mencari apa yang di minta oleh pria yang terkadang membuat jantungnya bekerja keras. Setelah menemukannya, Ratu kemudian memberikannya pada Rafka. Dengan sengaja Rafka meremas lembut tangan Ratu sambil tersenyum. Ratu refleks menarik tangannya dan melotot tak berbicara karena oma Kailani sedang bersama mereka.
Tak ingin berlama-lama dipelototi, Rafka segera menjauh dan berjalan kearah parkiran mobil.
"Sayang, jangan terlalu dingin pada suamimu, buka hatimu sedikit saja agar kamu bisa melihat ketulusannya." oma Kailani tak pernah bosan mengingatkan cucunya.
"Maaf oma, untuk saat ini aku belum bisa."
"Aku akan sabar menunggu saat itu. " ucap Rafka yang tiba-tiba telah berdiri di hadapan mereka.
Masih dengan wajah datar, Ratu segera membantu oma Kailani berdiri dari kursi rodanya. Ratu kemudian membuka pintu depan untuk sang oma lalu ia segera masuk dan duduk di kursi belakang. Oma Kailani hanya bisa menarik napas panjang melihat kelakuan cucu kesayangannya.
Oma Kailani tak sepenuhnya menyalahkan Ratu yang sejak lahir sudah menderita apalagi Rafka juga pernah melukai perasaannya.
'Semoga Sang Pencipta menyatukan kalian'. batin oma Kailani khusyu'
💞💞💞💞
Terima kasih telah menunggu upnya
Love you all
__ADS_1